DNF Hingga Tropes, 12 Istilah BookTok yang Wajib Diketahui Pecinta Buku

- BookTok adalah komunitas TikTok untuk ulasan, rekomendasi, dan pengalaman membaca yang ikut mengangkat minat baca serta memopulerkan buku lama maupun kurang dikenal.
- Istilah penting mencakup DNF untuk buku yang tidak ditamatkan, TBR sebagai daftar bacaan, dan tsundoku sebagai kebiasaan menumpuk buku yang belum dibaca.
- Pembaca BookTok juga memakai istilah genre, karakter, kondisi membaca, serta pola cerita seperti YA, FMC/MMC, reading slump, book hangover, spicy, smut, annotating, dan tropes.
Siapa nih pecinta buku di TikTok? Beberapa tahun terakhir, fenomena BookTok memang populer di kalangan pengguna TikTok dan berhasil menarik perhatian jutaan pembaca di berbagai negara. BookTok sendiri merupakan sebutan bagi komunitas khusus atau pengguna yang aktif berbagi tentang buku di media sosial TikTok.
Di BookTok, kamu bisa menyajikan ulasan, rekomendasi, hingga pengalaman membaca buku dengan visualisasi yang menghibur dan menarik. Fenomena ini nyatanya gak hanya menghidupkan kembali minat baca di kalangan masyarakat termasuk generasi muda, tapi juga membawa popularitas buku-buku lama dan buku-buku yang kurang dikenal ke permukaan. Nah, supaya kamu gak kebingungan saat menyimak konten tentang buku di TikTok, berikut istilah-istilah yang wajib kamu ketahui!
1. DNF (Did Not Finish)

ilustrasi orang membaca novel (pexels.com/George Milton) Istilah ini mengacu pada pilihan pembaca untuk berhenti melanjutkan suatu buku atau gak ditamatkan. Alasannya bisa beragam ya, mulai dari alurnya yang terkesan lambat, penyajian bahasanya yang membosankan, terkena spoiler atau karakter utamanya yang dirasa kurang kuat.
Di kalangan anak BookTok, DNF bukanlah sebuah kesalahan atau bentuk kebencian terhadap penulis. Wajar kok seorang pembaca mengalami DNF. Justru, DNF membuat kamu lebih menghargai waktu membaca. Kalau ada bacaan yang gak cocok, ya jangan lanjutkan membaca saja.
2. TBR (To Be Read)

ilustrasi orang membaca buku (pexels.com/cottonbro studio) TBR adalah singkatan dari To Be Read, mengacu pada daftar buku yang ingin atau akan kamu baca. Daftar ini bisa mencakup buku yang sudah ada di rak bukumu atau sejumlah judul yang masih masuk keranjang e-commerce.
3. Tsundoku

ilustrasi orang membawa tumpukan buku (pexels.com/BOOM 💥) Tsundoku itu istilah dari bahasa Jepang yang artinya kebiasaan membeli banyak buku, tapi berakhir menumpuk di rumah tanpa pernah dibaca. TBR dan tsundoku itu beda, ya. Meskipun sama-sama berhubungan dengan buku yang belum dibaca, ada perbedaan mendasar di antara keduanya.
Kalau TBR itu berkaitan dengan daftar atau target bacaan, tsundoku berkaitan dengan perilaku atau kebiasaan menimbun. Fenomena ini lahir karena kecintaanmu pada buku, meskipun pada akhirnya kamu gak punya banyak waktu untuk menyelami buku-buku itu.
4. YA (Young Adult)

ilustrasi orang membaca buku (pexels.com/https://kaboompics.com/) Young Adult atau sering disingkat YA merupakan kategori buku dengan target pembacanya merupakan kelompok usia remaja hingga dewasa muda. Tema-tema yang diangkat dalam kategori YA biasanya tentang romansa cinta pertama, keluarga, persahabatan, hingga pencarian jati diri. Di BookTok, buku dengan kategori YA banyak disukai lho karena punya cerita yang relatable.
5. FMC dan MMC

ilustrasi orang membaca buku (pexels.com/Porapak Apichodilok) FMC adalah singkatan dari female male character (karakter utama wanita), sedangkan MMC merupakan singkatan dari male main character (karakter utama pria). Istilah ini sering digunakan saat mengulas novel dengan fokus pada perkembangan karakter tokoh. Gak sedikit pembaca yang membicarakan kriteria FMC maupun MMC mereka saat membuat konten tentang buku.
6. Blurb

ilustrasi orang membaca novel (pexels.com/Edward Eyer) Blurb adalah deskripsi singkat yang biasanya ada di sampul belakang buku, beda dengan sinopsis ya. Fungsi utamanya ialah untuk memberikan gambaran umum tentang premis cerita dan menarik perhatian pembaca. Blurb bisa menjadi penentu lho apakah buku layak dibeli atau gak.
7. Slump

ilustrasi orang membaca buku di kasur (pexels.com/Vlada Karpovich) Slump atau reading slump merupakan kondisi ketika seorang pembaca mendadak kehilangan minat dan fokus membaca buku. Kondisi ini normal terjadi ya, bahkan bisa terjadi tiba-tiba ketika kamu tengah semangat mengejar target bacaanmu. Hampir semua pembaca pernah mengalami reading slump.
Lalu, bagaimana cara menghadapi reading slump? Yakni dengan berhenti sejenak dan gak memaksakan diri. Kamu bisa mengistirahatkan pikiranmu dan beralih ke bacaan yang lebih ringan.
8. Book hangover

ilustrasi orang membaca buku (pexels.com/Min An) Kalau reading slump itu kehilangan minat terhadap buku, book hangover adalah kondisi gamon (gagal move on) seorang pembaca terhadap buku yang telah dibacanya.
Kondisi ini membuat pikiranmu terus terbayang-bayang akan dialog maupun adegan tokoh dalam buku. Dampaknya, kamu jadi susah fokus beraktivitas di dunia nyata dan kehilangan minat untuk membaca buku baru.
9. Book haul

ilustrasi orang membaca buku (pexels.com/Streetwindy) Book haul adalah sebutan konten ketika kreator memamerkan tumpukan buku yang baru saja dibeli atau didapatkan. Konten book haul terbilang populer lho di BookTok, memberian antusiasme tersendiri bagi para pecinta buku.
10. Spicy dan Smut

ilustrasi orang membaca buku (pexels.com/Iván Cauich) Istilah ini tentu gak merujuk pada makanan ya, melainkan digunakan untuk menggambarkan tingkat intensitas sebuah hubungan dalam cerita. Kata spicy biasanya mengacu pada adegan romansa tokoh dengan tetap mempertahankan alur cerita, sementara smut mengacu pada buku yang fokusnya memuat adegan romansa yang sangat eksplisit dan mendalam. Kedua istilah ini membantu pembaca dalam menyaring bacaan agar tetap sesuai batasan usia dan tingkat kenyamanan masing-masing.
11. Annotating (anotasi)

ilustrasi orang menandai bagian buku (pexels.com/cottonbro studio) Annotating adalah kegiatan mengannotasi buku, yakni menandai halaman buku yang berkesan menggunakan pembatas berwarna, menstabilo kalimat penting, hingga menuliskan catatan kecil pada buku. Kegiatan ini merupakan kegiatan seru di kalangan pecinta buku karena membuat pengalaman membaca jadi lebih personal.
12. Tropes

ilustrasi orang membaca buku (pexels.com/Mikhail Nilov) Istilah selanjutnya yang wajib kamu tahu adalah tropes. Di BookTok, istilah ini mengacu pada pola cerita, tema, ataupun alur yang sering muncul secara berulang dan mudah dikenali dalam buku.
Sejumlah tropes yang populer di kalangan BookTok seperti enemies to lovers (berawal dari benci lalu jadi cinta), fake dating (pura-pura pacaran sampai punya perasaan sungguhan), dan slow burn (hubungan yang berkembang secara bertahap dan emosional).
Itulah istilah populer BookTok yang wajib kamu tahu. Sekarang, kamu gak bingung lagi saat menjelajahi linimasa TikTok terkait buku. Jadi, istilah mana nih yang paling sering kamu dengar?







![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Tipe Pacar yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20260407/1000012410_9f9746b7-2440-477e-ac81-d2aafe91133b.jpg)






![[QUIZ] Kamu Tipe Job Hugger atau Job Hopper?](https://image.idntimes.com/post/20260826/pexels-n-voitkevich-6837645_19d10f2b-06a5-4175-86d4-56b2d7c662bb.jpg)


![[QUIZ] Inner Self Kamu Bisa Kebongkar Cuma dari Pertanyaan Receh Ini](https://image.idntimes.com/post/20260519/ciri-kamu-sedang-tumbuh-meski-semuanya-berantakan-bingung_4957ec70-f479-4ff9-9403-e5ff2360cbb7.jpeg)



![[QUIZ] Idolamu di Kartun Spongebob Ungkap Gimana Kamu Dewasa Ini](https://image.idntimes.com/post/20260820/one-piece-x-spongebob-squarepants-mcdonalds-2_50356e12-5db4-4fcd-a062-393d5cc2ab8c.jpg)