Ilustrasi liburan (Pexels.com/ Andre Furtado)
Di tepi pantai, kamu melihat beberapa wisatawan sedang mencoba berselancar. Berkali-kali mereka terjatuh, tertawa, lalu kembali naik ke papan. Kamu sebenarnya penasaran, tetapi pikiran pertama yang muncul justru, “Kalau aku jatuh terus, bagaimana?”. Namun semakin lama memperhatikan, justru semakin besar rasa penasaranmu.
Menurut Maggie Jackson, seorang jurnalis dan penulis buku, “Orang-orang yang memiliki rasa ingin tahu tinggi cenderung bersedia menghadapi ketidaknyamanan demi menjelajahi hal-hal yang belum mereka ketahui,” dilansir Greater Good Magazine.
Kamu akhirnya menyewa papan dan mengikuti instruktur. Percobaan pertama berakhir dengan tubuh tercebur ke air. Percobaan berikutnya belum jauh berbeda. Meski begitu, kamu justru tertawa ketika berhasil berdiri selama beberapa detik, sesuatu yang sebelumnya terasa mustahil.
Saat liburan, kamu jadi lebih mudah menerima kemungkinan gagal. Kamu hanya ingin merasakan sebuah pengalaman baru. Kamu gak peduli jika hasilnya berantakan, karena yang ingin kamu bawa sepulang liburan gak selalu tentang keberhasilan, tetapi juga tentang keberanianmu untuk mencoba.
Saat koper kembali dibongkar dan foto-foto liburan mulai memenuhi galeri, kamu mungkin sudah kembali ke rutinitas yang sama. Namun, ada sedikit perubahan dalam dirimu. Kamu yang kemarin berani mencoba makanan asing atau menyapa orang yang baru dikenal, kini tahu bahwa hal-hal di luar kebiasaan tidak selalu semenakutkan bayanganmu. Barangkali, petualangan terbesarmu bukan soal seberapa jauh kamu pergi, melainkan seberapa berani kamu mencoba hal baru.