Community Writer of the Month Juni 2026, Marliana Kuswanti (dok. Pribadi/Marliana Kuswanti)
Lia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap rendah hati dan tidak melihat sesama penulis sebagai saingan. Menurutnya, setiap kepala memiliki isi pikiran, perspektif, dan gaya penyampaian yang unik, sehingga para penulis justru hadir untuk saling melengkapi. Ia juga berpesan agar penulis menghargai keberadaan editor yang bertindak sebagai mata dan otak kedua bagi naskah mereka.
Di sisi lain, Lia mempersembahkan rasa terima kasih yang mendalam kepada para pembaca setianya. Baginya, pembaca adalah tiang sandaran utama saat rasa lelah dan jenuh mulai melanda. Pesan-pesan apresiasi yang sesekali masuk ke media sosial pribadinya dari para pembaca selalu sukses menjadi bahan bakar utama yang membuatnya terus konsisten memanjangkan umur kata-kata.
Untuk menajamkan rasa, menambah wawasan, dan melatih kemampuan berpikir runtut, Lia membagikan beberapa daftar buku kurasi pilihannya yang wajib dibaca oleh sesama Community Writers:
Seluruh karya novel dari Emile Zola, Yu Hua, dan Jane Austen
Novel ‘Toko Kelontong Selatan’ karya Zhang Ji
Buku nonfiksi ‘The Other Einstein’ karya Marie Benedict dan ‘Quiet’ karya Susan Cain
Seluruh seri ‘Little House’ karya Laura Ingalls Wilder
‘Kitab Epos Mahabharata’ karya C. Rajagopalachari
‘Anak Bajang Menggiring Angin’ & ‘Anak Bajang Mengayun Bulan’ karya Sindhunata
‘Serat Wedhatama’ karya KGPAA Mangkunegara IV (dituliskan oleh Ki Sabdacarakatama)
Menulis mungkin adalah sebuah proses sunyi yang dikerjakan sendirian, namun dampaknya bisa melintasi ruang dan menyentuh banyak hati di luar sana. Lewat empat pilar utamanya; sabar, fokus, tekun, dan konsisten, Lia berhasil membuktikan bahwa dunia literasi mampu memberikan kemandirian finansial sekaligus identitas diri yang kuat. Selamat sekali lagi untuk Lia atas pencapaiannya sebagai Community Writer of the Month Juni 2026. Teruslah berkarya, teruslah menginspirasi, dan panjang umur kata-kata!