Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Manfaat Memelihara Kucing Mental Health, Bikin Anti Burnout!
ilustrasi manfaat memelihara kucing untuk mental health (pexels.com/Helena Lopes)
  • Dengkuran kucing berfrekuensi 20–140 Hz disebut dapat menurunkan kecemasan, tekanan darah, dan ketegangan otot, menciptakan efek relaksasi seperti meditasi singkat.
  • Mengelus, memeluk, atau menyaksikan tingkah lucu kucing dapat memicu oksitosin dan endorfin serta menurunkan kortisol, sehingga stres, kecemasan, dan beban pikiran terasa berkurang.
  • Kehadiran kucing mengurangi kesepian melalui rutinitas perawatan dan rasa dibutuhkan, sekaligus mengajarkan mindfulness lewat kebiasaan menikmati momen sederhana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjalani rutinitas harian yang padat kerap bikin pikiran menumpuk dan energi rasanya terkuras habis. Tuntutan pekerjaan, tugas sekolah, hingga hubungan sosial tak jarang memicu rasa cemas dan lelah. Di tengah situasi yang melelahkan ini, banyak orang merasa butuh tempat untuk rehat sejenak dan melepas penat. Untungnya, kehadiran hewan peliharaan berbulu, seperti anjing dan kucing, di rumah terbukti ampuh membantu meredakan stres harian, sehingga merasakan langsung manfaat memelihara kucing mental health bisa jadi solusi sederhana yang sangat ampuh.

Kalau rasa lelah dan stres terus kamu biarkan tanpa adanya pemulihan, kesehatan mentalmu tentu bisa terganggu dan berujung pada kondisi burnout. Kalau kamu mungkin bakal merasa makin mudah gundah, sulit fokus, hingga kehilangan motivasi untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya kamu sukai. Bertepatan dengan momen Hari Kucing Internasional pada 8 Agustus, gak ada salahnya kamu mulai melirik anabul sebagai salah satu media healing yang siap menemanimu kapan saja. Anabul gak cuma lucu saat difoto, tapi juga mampu bertindak layaknya terapis pribadi yang setia mendengarkan tanpa pernah menghakimi, lho.


1. Dapatkan terapi getaran dari suara dengkuran

ilustrasi terapi dengkuran kucing menenangkanmu (pexels.com/Sam Lion)

Saat kucing merasa nyaman dan berada di dekatmu, mereka sering kali mengeluarkan suara dengkuran atau yang biasa dikenal dengan sebutan purring. Suara halus ini bukan sekadar tanda bahwa anabul sedang merasa bahagia atau ingin dimanja. Secara ilmiah, frekuensi getaran dengkuran kucing berada di kisaran 20 hingga 140 Hz. Frekuensi spesifik ini diketahui memiliki efek terapeutik yang mampu menurunkan tingkat kecemasan pada manusia secara bertahap, lho.

Getaran dari purring ini bisa membantu menurunkan tekanan darah sekaligus meredakan rasa tegang di otot-otot tubuhmu setelah seharian beraktivitas. Ketika kamu sedang merasa kewalahan, cobalah merebahkan diri sambil membiarkan anabul mendengkur di atas dada atau pangkuanmu. Momen tenang ini bekerja layaknya sesi meditasi instan yang sangat praktis dan murah meriah. Jadi, gak usah heran kalau pikiran yang tadinya ruwet perlahan-lahan jadi lebih adem hanya karena suara rileks si anabul.


2. Hormon bahagia melonjak lewat sentuhan lembut

ilustrasi melakukan sentuhan lembut pada kucing membawa hormon kucing (pexels.com/Mikhail Nilov)

Mengelus bulu kucing yang halus terbukti secara biologis mampu menstimulasi otak untuk melepaskan hormon oksitosin, lho. Hormon yang sering dijuluki sebagai hormon cinta dan kasih sayang ini berperan penting dalam menciptakan rasa aman serta nyaman. Pada saat yang sama, kadar hormon kortisol alias hormon pemicu stres dalam tubuhmu akan mengalami penurunan secara signifikan, nih

Gak heran kalau setelah beberapa menit mengelus anabul, perasaan cemas yang tadinya menggelayut perlahan menghilang, kan. Sensasi hangat dari tubuh si kucing saat dipeluk juga memberikan efek grounding yang membantumu kembali fokus pada momen saat ini. Kalau kamu lagi pusing memikirkan tenggat waktu pekerjaan atau urusan kampus yang menumpuk, rehat sejenak untuk memanjakan anabul bisa jadi cara paling ampuh untuk recharge energi, lho.


3. Tingkah konyolnya ampuh memicu tawa alami

ilustrasi kucing dengan tingkah yang menggemaskan (pexels.com/Tranmautritam)

Kucing terkenal sebagai makhluk yang serba tak terduga dengan segala kebiasaan dan tingkah lakunya yang ajaib. Mulai dari mengejar bayangan sendiri, melompat secara mendadak, hingga mendadak muter-muter rumah di tengah malam tanpa alasan yang jelas. Momen-momen konyol seperti ini hampir selalu berhasil memancing tawa dari siapa pun yang melihatnya. Guys, tawa alami ini termasuk instrumen penting untuk memicu pelepasan endorfin yang bertindak sebagai pembuat suasana hati jadi lebih baik, lho.

Saat kamu tertawa melihat tingkah konyolnya, beban pikiran secara otomatis akan terasa lebih ringan. Kelucuan anabul menjadi pengalih perhatian yang sangat sehat dari kepenatan hidup sehari-hari. Kalau sudah begini, kamu gak perlu lagi terus-menerus memikirkan masalah yang belum tentu ada solusinya saat itu juga, kan.


4. Kehadirannya mengikis rasa kesepian dan isolasi

ilustrasi kucing bisa membuat kamu gak sendirian (pexels.com/Yakup Polat)

Rasa kesepian sering menjadi pemicu utama munculnya gangguan kecemasan dan masalah kesehatan mental lainnya, terlebih bagi generasi muda yang hidup mandiri. Kehadiran kucing di rumah memberikan bentuk kompulsi kebersamaan yang tulus, tanpa adanya tuntutan interaksi sosial yang rumit. Anabul gak akan menilai penampilanmu, gak akan memotong pembicaraanmu, dan gak akan memberikan kritik yang menyinggung perasaan. 

Rutinitas harian seperti memberi makan, membersihkan litter box, dan mengajak mereka bermain juga merupakan aktivitas yang positif bagi harimu, lho. Guys, merawat makhluk hidup lain akan membangkitkan rasa memiliki tujuan yang sangat dibutuhkan saat kamu merasa hampa. Saat kamu pulang ke rumah dalam keadaan lelah, menyambut tatapan matanya saja sudah cukup untuk membuatmu merasa dibutuhkan dan gak sendirian lagi.


5. Mengajarkan seni hidup santai dan mindfulness

ilustrasi kucing mengajari hidup mindfulnes (pexels.com/Meruyert Gonullu)

Kucing merupakan contoh sejati dalam urusan menerapkan gaya hidup mindful alias fokus pada momen saat ini. Mereka gak pernah pusing memikirkan apa yang terjadi kemarin atau mengkhawatirkan apa yang akan terjadi esok hari. Fokus utama mereka hanyalah menikmati sinar matahari pagi yang hangat, tidur siang yang nyenyak, atau menikmati makanan lezat di mangkuknya. Mengamati pola hidup mereka yang tenang bisa menjadi pengingat berharga bagi kamu yang sering overthinking.

Dengan memperhatikan cara kucing menikmati hal-hal kecil, secara gak langsung kamu belajar untuk mengurai ketegangan hidup. Kamu diajak untuk ikut melambat, bernapas lebih dalam, dan menikmati setiap detik tanpa harus terburu-buru oleh waktu. Pelajaran hidup yang sederhana namun mendalam ini membantu menjaga keseimbangan emosional dalam jangka panjang, kan. 

Memelihara anabul memang memerlukan tanggung jawab dan komitmen yang nyata, namun imbalan emosional yang kamu dapatkan jauh lebih besar, kok. Dari suara dengkuran yang menenangkan hingga kehadiran mereka yang setia, ada begitu banyak manfaat memelihara kucing mental health yang bisa membuat hidupmu terasa lebih seimbang dan bahagia. Yuk, sayangi dan rawat anabul kesayanganmu dengan penuh kasih sayang agar kalian bisa saling menyembuhkan setiap hari!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article