Ilustrasi memasak (pexels.com/Sarah Chai)
Kalau harus memilih satu jawaban, memasak sendiri umumnya lebih menguntungkan secara finansial ketika kamu memasak beberapa porsi, menggunakan bahan secara maksimal, dan merencanakan menu dengan baik. Tetapi membeli makanan juga punya nilai yang sering dilupakan: waktu dan tenaga.
Setelah seharian bekerja atau kuliah, memasak, mencuci piring, dan membereskan dapur membutuhkan energi. Dalam kondisi tertentu, membayar makanan yang relatif murah bisa menjadi pilihan yang masuk akal, terutama jika membeli bahan baku dalam jumlah besar lalu membuang sebagian karena tidak sempat mengolahnya.
Jadi, daripada menerapkan aturan “selalu masak” atau “selalu beli yang murah”, coba gunakan strategi kombinasi. Masak sendiri untuk menu yang mudah dibuat dalam jumlah banyak. Sementara itu, beli makanan pada hari ketika waktu dan tenaga benar-benar terbatas. Dengan cara tersebut, kamu tetap bisa menghemat tanpa membuat aktivitas makan terasa seperti pekerjaan tambahan.
Memasak cenderung lebih hemat jika dilakukan dengan perencanaan, porsi yang tepat, dan minim pemborosan. Sebaliknya, membeli makanan bisa tetap masuk akal ketika harga porsinya murah, kebutuhanmu hanya sedikit, atau waktu untuk memasak sangat terbatas. Jadi, kalau tujuanmu adalah menghemat uang, jangan hanya bertanya “mana yang lebih murah?”, tetapi tanyakan juga “mana yang paling sedikit membuang uang, bahan makanan, waktu, dan tenaga?”