Pernahkah kamu merasa satu komentar negatif bisa terus teringat, sementara puluhan pujian justru mudah terlupakan? Atau, ketika satu hal buruk terjadi, rasanya seluruh hari terasa berantakan meski sebenarnya banyak hal baik yang juga terjadi? Kondisi seperti ini ternyata cukup umum dialami oleh banyak orang.
Dalam psikologi, kecenderungan tersebut dikenal sebagai negativity bias, yaitu kondisi ketika otak lebih memprioritaskan informasi atau pengalaman negatif dibandingkan pengalaman positif. Hal ini membuat seseorang lebih mudah mengingat kegagalan, kritik, atau rasa kecewa daripada keberhasilan dan hal-hal menyenangkan. Lantas, mengapa seseorang cenderung mengalami negativity bias? Berikut penjelasannya.
