Diskriminasi terhadap penyandang disabilitas tidak selalu muncul dalam bentuk tindakan terang-terangan atau penghinaan langsung. Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak perilaku kecil yang terlihat biasa atau bahkan dianggap sebagai bentuk perhatian, tetapi sebenarnya dapat membuat penyandang disabilitas merasa tidak nyaman. Bentuk perlakuan seperti ini dikenal sebagai microableism.
Microableism merujuk pada komentar, sikap, atau tindakan halus yang mencerminkan stereotip dan prasangka terhadap penyandang disabilitas. Karena sering dianggap sepele, perilaku ini kerap tidak disadari oleh orang non-disabilitas. Padahal, jika terjadi terus-menerus, microableism dapat memengaruhi rasa percaya diri dan kenyamanan penyandang disabilitas dalam kehidupan sehari-hari. Berikut lima bentuk microableism yang sering dialami penyandang disabilitas.
