Praktik mindfulness yang berakar dari meditasi Buddha kuno sejak 2.500 tahun lalu terus berkembang dan semakin populer diterapkan dalam kehidupan masa kini. Secara garis besar, praktik ini menekankan untuk menjadi lebih sadar dalam menjalani momen saat ini dengan perhatian penuh. Namun, praktiknya yang sederhana, membuat pemahaman mindfulness rawan mengalami miskonsepsi.
Terlebih, di masa pergolakan lingkungan, sosial, dan politik, kekacauan yang ada dapat menimbulkan ketidakpastian tentang apa yang terjadi selanjutnya. Dilansir Psychology Today, manusia cenderung hidup dalam kenangan masa lalu atau menatap khawatir ke arah masa depan. Di sinilah praktik mindfulness memiliki celah yang dapat mengurangi manfaat sesungguhnya jika tidak diterapkan secara seimbang.
