Upin dan Ipin sedang membaca komik (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
Kehidupan anak-anak di Kampung Durian Runtuh juga mengingatkan bahwa ada masa ketika bermain adalah aktivitas utama. Upin, Ipin, dan teman-temannya tidak perlu memiliki target produktivitas setiap kali berkumpul. Mereka bisa bermain, berdebat, bercanda, melakukan kesalahan, lalu kembali berteman.
Bagi orang dewasa, konsep seperti ini mungkin terasa asing. Banyak orang merasa harus selalu melakukan sesuatu yang berguna. Bahkan ketika sedang beristirahat, muncul perasaan bersalah karena dianggap tidak produktif. Padahal, waktu luang, permainan, dan aktivitas menyenangkan tetap memiliki fungsi penting dalam kehidupan psikologis.
"Nostalgia merupakan sumber daya penting bagi kesehatan dan kesejahteraan psikologis. Nostalgia meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan psikologis, serta nostalgia mendorong fungsi psikologis yang adaptif pada individu yang berisiko mengalami gangguan kesehatan mental," dikutip dari studi Nostalgia as a Resource for Psychological Health and Well-Being dalam Wiley Online Library.
Jadi, sesekali menonton kembali Upin & Ipin, memainkan permainan masa kecil, mendengarkan lagu lama, atau mengobrol tentang kenangan bersama teman bukan berarti kita tidak berkembang. Bisa jadi, itu sebagai cara sederhana untuk kembali terhubung dengan bagian diri yang sempat terlupakan.
Nostalgia terhadap Upin & Ipin bukan hanya tentang merindukan sebuah serial animasi. Ada bagian dari masa kecil yang ikut kita rindukan: bermain tanpa banyak pikiran, berkumpul bersama teman, menonton televisi bersama keluarga, menikmati jajanan sederhana, dan merasa bahagia tanpa harus memiliki banyak hal.