Dalam sejarah sastra, periode sastra Pujangga Baru lahir setelah periode Balai Pustaka. Periode Pujangga Baru dimulai sekitar 1930-an dengan perubahan ide yang lebih menonjolkan individualisme. Ciri khas dari sastra era Pujangga Baru adalah penulisan dengan gaya yang baru, yang lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan dengan Balai Pustaka.
Novel-novel Pujangga Baru banyak mengangkat konflik antara nilai-nilai tradisional dan modern. Pertentangan individual dengan adat sering muncul pada karya sastra tersebut. Berikut daftar novel periode Pujangga Baru yang menyuguhkan pertentangan antara adat dan modernitas.
