Ilustrasi merenung (pexels.com/ivi nnnnnn)
Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah menerima perasaan yang kamu alami. Jangan menolak atau menganggapnya sebagai kelemahan. Dengan menerima, kamu bisa lebih tenang dalam memahami apa yang sebenarnya kamu butuhkan.
“Ingatlah bahwa akan terus ada kesempatan untuk membuat keputusan dan mengubah arah, jadi apa yang kamu lakukan hari ini tidak perlu merasa seperti apa yang akan kamu lakukan selamanya,” kata Weinfeld Shill.
Coba juga untuk mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Fokus pada perjalananmu sendiri, karena setiap orang punya waktu dan proses yang berbeda. Apa yang terlihat di luar belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya.
Selain itu, kamu bisa mulai dengan langkah kecil. Tidak perlu langsung menemukan tujuan besar dalam hidup. Cukup lakukan hal-hal sederhana yang membuatmu berkembang, dan perlahan kamu akan menemukan arah yang lebih jelas.
“Dalam masyarakat modern, banyak dari kita hanya terburu-buru menjalani hari-hari dan kehidupan, dan kita tidak meluangkan waktu untuk memperlambat atau terhubung dengan diri sendiri,” kata Wilson.
Quarter life crisis bukan tanda kamu gagal menjalani hidup. Justru, ini bisa menjadi momen penting untuk mengenal diri sendiri lebih dalam dan mengevaluasi apa yang benar-benar kamu inginkan. Perasaan tidak nyaman ini bisa menjadi dorongan untuk berubah ke arah yang lebih baik.