Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Reading Slump Datang? 4 Cara Biar Bisa Menikmati Baca Buku Lagi
Ilustrasi malas membaca (pexels.com/cottonbro studio)
  • Reading slump adalah fase turunnya motivasi membaca; memaksakan target saat jenuh dapat membuat membaca terasa seperti kewajiban.
  • Turunkan target menjadi realistis, pilih genre atau bacaan ringan, termasuk membaca ulang buku favorit, agar kebiasaan membaca kembali terbentuk tanpa tekanan.
  • Boleh menghentikan buku yang tidak cocok dan menciptakan rutinitas nyaman, seperti membaca 15–20 menit tanpa ponsel di suasana berbeda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Membaca buku bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Namun, ada kalanya seseorang tiba-tiba kehilangan minat membaca, bahkan untuk menyelesaikan buku yang sebelumnya sangat menarik. Kondisi ini sering disebut reading slump, yaitu fase ketika motivasi dan ketertarikan untuk membaca menurun sehingga membuka buku saja terasa berat.

Reading slump sebenarnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Memaksakan diri membaca ketika sedang jenuh justru bisa membuat aktivitas membaca terasa seperti kewajiban. Daripada memaksakan target yang terlalu tinggi, kamu bisa mencoba beberapa cara sederhana berikut untuk perlahan menemukan kembali kesenangan dalam membaca.

1. Turunkan target membaca untuk sementara

Ilustrasi beristirahat sejenak (pexels.com/Ron Lach)

Ketika mengalami reading slump, jangan langsung memaksa diri menyelesaikan puluhan halaman setiap hari. Target yang terlalu tinggi dapat membuat membaca terasa sebagai tugas yang harus diselesaikan. Cobalah menurunkan target menjadi lebih realistis, misalnya membaca 5–10 halaman atau satu bab setiap hari. Bahkan jika hanya mampu membaca beberapa halaman, itu tetap merupakan sebuah kemajuan.

Fokus utama dalam fase ini bukanlah seberapa banyak buku yang berhasil diselesaikan, melainkan bagaimana membangun kembali kebiasaan membaca. Setelah mulai merasa nyaman, durasi dan jumlah halaman dapat ditingkatkan secara perlahan. Dengan memberikan ruang untuk membaca tanpa tekanan, aktivitas ini bisa kembali terasa santai dan menyenangkan.

2. Ganti genre atau pilih buku yang lebih ringan

Ilustrasi membaca buku yang ringan (pexels.com/Helena Lopes)

Salah satu penyebab reading slump bisa jadi karena terlalu lama membaca genre yang sama. Jika sebelumnya kamu sering membaca buku nonfiksi yang penuh informasi, misalnya, tidak ada salahnya beralih sementara ke novel, kumpulan cerpen, komik, atau buku dengan cerita yang lebih ringan. Tidak ada aturan bahwa pembaca harus selalu menyelesaikan buku yang sudah dimulai.

Pilih bacaan berdasarkan apa yang sedang ingin kamu nikmati, bukan semata-mata berdasarkan buku yang sedang populer. Kamu juga bisa membaca ulang buku favorit yang pernah membuatmu jatuh cinta pada dunia literasi. Buku yang familiar sering kali terasa lebih mudah dibaca karena tidak membutuhkan banyak energi untuk memahami karakter, alur, atau informasi baru.

3. Jangan takut melakukan DNF pada buku yang tidak menarik

Ilustrasi tidak menyelesaikan bacaan (pexels.com/Beyzaa Yurtkuran)

DNF (Did Not Finish) bukan berarti gagal membaca. Jika sudah mencoba beberapa bab tetapi ceritanya benar-benar tidak cocok, kamu boleh berhenti dan memilih buku lain. Memaksakan diri menyelesaikan buku yang tidak disukai justru berpotensi membuat aktivitas membaca semakin melelahkan dan memperpanjang reading slump.

Cobalah mengubah cara pandang terhadap buku yang tidak selesai. Tidak semua buku memang ditulis untuk semua orang dan tidak semua bacaan harus diselesaikan sampai halaman terakhir. Jika suatu saat muncul kembali rasa penasaran terhadap buku tersebut, kamu selalu bisa melanjutkannya. Untuk sementara, berikan kesempatan kepada diri sendiri untuk menemukan bacaan yang lebih sesuai dengan suasana hati.

4. Ciptakan rutinitas membaca yang lebih menyenangkan

Ilustrasi membaca dengan minum teh (pexels.com/Vlada Karpovich)

Reading slump terkadang bukan hanya disebabkan oleh buku yang kurang menarik, tetapi juga karena lingkungan dan rutinitas membaca yang terasa monoton. Cobalah menciptakan suasana baru, misalnya membaca sambil menikmati teh atau kopi, duduk di tempat yang tenang, membaca sebelum tidur, atau mengunjungi perpustakaan dan toko buku. Perubahan kecil pada suasana bisa membuat kegiatan membaca terasa lebih istimewa.

Kamu juga bisa menjauhkan ponsel selama beberapa menit agar perhatian tidak mudah teralihkan oleh media sosial atau notifikasi. Tidak perlu membuat rutinitas yang rumit. Cukup sisihkan waktu sekitar 15–20 menit setiap hari untuk membaca tanpa tekanan. Jika dilakukan secara konsisten, perlahan membaca dapat kembali menjadi bagian dari rutinitas yang dinantikan.

Mengalami reading slump adalah hal yang wajar, terutama ketika pikiran sedang penuh dengan pekerjaan, aktivitas sehari-hari, atau berbagai hal lain yang membutuhkan perhatian. Kamu tidak harus selalu produktif dalam membaca. Ada kalanya mengambil jeda justru menjadi cara terbaik untuk mengembalikan rasa penasaran terhadap buku.

Pada akhirnya, tujuan membaca bukan sekadar mengejar jumlah buku yang selesai dalam setahun. Yang lebih penting adalah mendapatkan pengetahuan, hiburan, perspektif, atau pengalaman baru dari setiap halaman yang dibaca. Jadi, ketika reading slump datang, berikan dirimu waktu untuk beristirahat, kemudian kembali membaca dengan cara yang paling nyaman dan menyenangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article