Ilustrasi membaca dengan minum teh (pexels.com/Vlada Karpovich)
Reading slump terkadang bukan hanya disebabkan oleh buku yang kurang menarik, tetapi juga karena lingkungan dan rutinitas membaca yang terasa monoton. Cobalah menciptakan suasana baru, misalnya membaca sambil menikmati teh atau kopi, duduk di tempat yang tenang, membaca sebelum tidur, atau mengunjungi perpustakaan dan toko buku. Perubahan kecil pada suasana bisa membuat kegiatan membaca terasa lebih istimewa.
Kamu juga bisa menjauhkan ponsel selama beberapa menit agar perhatian tidak mudah teralihkan oleh media sosial atau notifikasi. Tidak perlu membuat rutinitas yang rumit. Cukup sisihkan waktu sekitar 15–20 menit setiap hari untuk membaca tanpa tekanan. Jika dilakukan secara konsisten, perlahan membaca dapat kembali menjadi bagian dari rutinitas yang dinantikan.
Mengalami reading slump adalah hal yang wajar, terutama ketika pikiran sedang penuh dengan pekerjaan, aktivitas sehari-hari, atau berbagai hal lain yang membutuhkan perhatian. Kamu tidak harus selalu produktif dalam membaca. Ada kalanya mengambil jeda justru menjadi cara terbaik untuk mengembalikan rasa penasaran terhadap buku.
Pada akhirnya, tujuan membaca bukan sekadar mengejar jumlah buku yang selesai dalam setahun. Yang lebih penting adalah mendapatkan pengetahuan, hiburan, perspektif, atau pengalaman baru dari setiap halaman yang dibaca. Jadi, ketika reading slump datang, berikan dirimu waktu untuk beristirahat, kemudian kembali membaca dengan cara yang paling nyaman dan menyenangkan.