Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Rekomendasi Buku yang Bisa Bantu Kamu Punya Relationship Sehat

5 Rekomendasi Buku yang Bisa Bantu Kamu Punya Relationship Sehat
Cover buku "Set Boundaries, Find Peace" & "Kamu Terlalu Banyak Bercanda" (foto via Amazon & Gramedia)

Menjalani hubungan yang sehat ternyata bukan cuma soal menemukan pasangan yang tepat. Banyak orang baru sadar kalau komunikasi, cara memahami emosi, sampai pola attachment juga punya pengaruh besar terhadap hubungan jangka panjang. Karena itu, membaca buku tentang relationship bisa membantu kita memahami diri sendiri sekaligus pasangan dengan cara yang lebih dewasa.

Beberapa buku relationship bahkan jadi favorit banyak pembaca karena isinya terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa rekomendasi buku yang bisa kamu baca.

1. "Set Boundaries, Find Peace" by Nedra Glover Tawwab

Cover "Set Boundaries, Find Peace" by Nedra Glover Tawwab (foto via Goodreads)
Cover "Set Boundaries, Find Peace" by Nedra Glover Tawwab (foto via Goodreads)

Banyak relationship terasa melelahkan karena seseorang sulit mengatakan “tidak” atau terlalu takut mengecewakan orang lain. Buku ini membahas pentingnya boundaries atau batasan sehat dalam hubungan, baik dengan pasangan, keluarga, maupun teman.

Nedra Glover Tawwab menjelaskan bahwa boundaries bukan berarti menjauh dari orang lain, tetapi cara menjaga kesehatan mental dan emosional diri sendiri. Buku ini juga memberi banyak contoh situasi sehari-hari yang sering dialami orang dalam relationship modern.

2. "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" by Marcella FP

Cover buku "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" (foto via Gramedia)
Cover buku "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" (foto via Gramedia)

Buku ini berisi kumpulan tulisan pendek tentang kehidupan, keluarga, kehilangan, dan hubungan antarmanusia. Banyak isi bukunya terasa seperti pelukan emosional untuk orang-orang yang sedang capek menghadapi relationship maupun masalah pribadi.

Lewat ilustrasi dan kalimat sederhana, Marcella FP membahas pentingnya memahami diri sendiri sebelum mencoba memahami orang lain. Buku ini juga banyak menyinggung soal komunikasi, luka emosional, dan bagaimana seseorang sering menyembunyikan perasaannya dalam hubungan.

Meski formatnya ringan dan mudah dibaca, banyak bagian dalam buku ini terasa sangat personal dan relatable. Cocok untuk kamu yang ingin belajar melihat relationship dari sisi yang lebih lembut dan emosional.

3. "Kamu Terlalu Banyak Bercanda" by Marchella FP

Cover buku "Kamu Terlalu Banyak Bercanda" (foto via Gramedia)
Cover buku "Kamu Terlalu Banyak Bercanda" (foto via Gramedia)

Buku ini membahas tentang kesepian, kehilangan arah hidup, dan perjuangan memahami diri sendiri. Banyak pembaca merasa relate karena isi bukunya menggambarkan bagaimana seseorang sering terlihat baik-baik saja padahal sebenarnya sedang kelelahan secara emosional.

Dalam konteks relationship, buku ini membantu pembaca memahami bahwa hubungan yang sehat dimulai dari keberanian mengenali luka diri sendiri. Banyak konflik dalam hubungan muncul karena seseorang belum benar-benar memahami emosinya sendiri.

4. "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" by Eka Kurniawan

Cover buku "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" (foto via Gramedia)
Cover buku "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" (foto via Gramedia)

Novel karya Eka Kurniawan ini memang terkenal karena cerita dan gayanya yang unik, tetapi di balik itu ada pembahasan tentang maskulinitas, ego, trauma, dan hubungan manusia yang cukup dalam. Ceritanya mengikuti Ajo Kawir, seorang pria yang kesulitan menghadapi luka emosional dan identitas dirinya sendiri.

Dalam perjalanan hidupnya, pembaca diperlihatkan bagaimana trauma dan rasa marah bisa memengaruhi cara seseorang menjalani relationship. Novel ini juga menunjukkan bahwa hubungan sehat tidak bisa dibangun hanya dari ego atau kekerasan emosional.

5. "Berani Tidak Disukai" by Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga

Cover buku "Berani Tidak Disukai" (foto via Gramedia)
Cover buku "Berani Tidak Disukai" (foto via Gramedia)

Buku ini membahas filosofi psikologi Adler dengan gaya dialog sederhana antara seorang filsuf dan anak muda. Salah satu poin penting dalam buku ini adalah bagaimana seseorang sering terlalu bergantung pada penilaian orang lain, termasuk dalam relationship.

Lewat pembahasan yang cukup mendalam, pembaca diajak memahami bahwa hubungan sehat bukan berarti harus selalu menyenangkan semua orang. Ada kalanya seseorang perlu punya boundaries dan keberanian menjadi dirinya sendiri tanpa takut ditolak.

Hubungan yang sehat ternyata tidak datang begitu saja. Dibutuhkan komunikasi, pemahaman diri, dan keberanian untuk memperbaiki pola hubungan yang kurang baik. Lewat buku-buku tadi, kita bisa belajar memahami relationship dari sudut pandang yang lebih dewasa dan realistis.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Latest in Life

See More

7 Peralatan Rumah Tangga yang Wajib Dibersihkan Tiap Minggu, Lakukan!

19 Mei 2026, 09:25 WIBLife