Belakangan ini, pembicaraan tentang kesehatan mental semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kita jadi lebih familiar dengan istilah seperti healing, mindfulness, positive thinking, hingga self-love. Berbagai konsep tersebut memang bisa membantu seseorang memahami diri dan menghadapi masa sulit. Namun, ada kalanya praktik spiritual atau pola pikir positif justru digunakan untuk menghindari emosi dan masalah yang sebenarnya perlu dihadapi.
Fenomena ini dikenal sebagai spiritual bypassing. Istilah ini merujuk pada kecenderungan menggunakan keyakinan atau praktik spiritual untuk menghindari, menekan, atau mengesampingkan persoalan psikologis yang belum terselesaikan. Memahaminya bukan berarti menganggap spiritualitas sebagai sesuatu yang buruk, melainkan melihat bagaimana spiritualitas sebaiknya berjalan berdampingan dengan proses menghadapi realitas. Yuk, kenali polanya lebih dalam pada penjelasan berikut!
