Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tanda Kamu Kangen Jadi Dirimu yang Dulu, Relate?
ilustrasi kangen diri versi lama (pexels.com/Ron Lach)
  • Rindu pada diri lama sering muncul lewat kerinduan terhadap pola pikir yang lebih antusias, berani mencoba, dan tidak terlalu takut gagal.
  • Melihat orang di fase hidup yang pernah dijalani dapat memicu iri, bukan karena ingin kehidupan mereka, melainkan merindukan semangat diri sendiri dahulu.
  • Keputusan besar dan proses dewasa dapat mengubah kebiasaan serta sifat; yang dirindukan bukan masa lalu, melainkan kualitas baik yang masih ingin dibawa kini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tidak semua rasa rindu berarti ingin kembali ke masa lalu. Ada kalanya, kamu justru merindukan dirimu sendiri ketika berada di fase kehidupan tertentu, seperti saat lebih berani mencoba sesuatu, mudah merasa antusias, atau tidak terlalu banyak memikirkan kegagalan.

Kehidupanmu mungkin sudah berubah, tetapi ketika mengingat bagaimana dirimu pada masa itu, kamu menyadari ada sifat dan cara menjalani hidup yang ternyata masih kamu rindukan. Jika akhir-akhir ini sering merasa seperti itu, mungkin itu tanda kamu kangen jadi dirimu yang dulu.

1. Lebih sering merindukan cara berpikirmu dulu

ilustrasi cara berpikir (pexels.com/Ivan Samkov)

Ada kalanya kamu mengingat masa sekolah, kuliah, atau pekerjaan pertama bukan karena ingin kembali menjalani kehidupan tersebut, melainkan karena teringat bagaimana cara berpikirmu pada waktu itu. Dulu, kamu mungkin lebih mudah merasa antusias terhadap sesuatu, tidak terlalu takut gagal, dan berani mencoba meskipun belum mengetahui hasil akhirnya. Hal-hal sederhana pun dapat terasa menarik karena kamu belum terlalu banyak memikirkan kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.

Seiring bertambahnya pengalaman, cara berpikir tentu dapat berubah menjadi lebih realistis dan penuh pertimbangan. Pengalaman membuatmu lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, tetapi terkadang juga membuat rasa penasaran dan keberanian mencoba sesuatu menjadi berkurang. Ketika mulai merindukan cara berpikir tersebut, mungkin sebenarnya kamu bukan sedang ingin kembali ke masa lalu, melainkan ingin merasakan lagi bagaimana rasanya menjadi dirimu yang lebih berani dan terbuka terhadap berbagai kemungkinan.

2. Diam-diam iri melihat orang yang sedang berada di fase hidupmu yang dulu

ilustrasi iri (pexels.com/Budgeron Bach)

Saat melihat mahasiswa yang baru memulai kuliah, seseorang yang mendapatkan pekerjaan pertamanya, atau orang yang berani mengejar impian, kamu mungkin tiba-tiba merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan. Perasaan tersebut belum tentu muncul karena kamu menginginkan kehidupan mereka, tetapi karena kamu teringat pernah berada pada fase dengan semangat yang serupa. Ada sesuatu dari cara mereka menjalani hidup yang membuatmu kembali mengingat dirimu sendiri beberapa tahun lalu.

Rasa iri seperti ini juga tidak selalu berkaitan dengan pencapaian orang lain. Hal yang membuatmu berhenti sejenak bisa jadi adalah keberanian mereka ketika memulai sesuatu dari awal, termasuk keberanian untuk mencoba meski belum mengetahui hasilnya. Kamu melihat seseorang menjalani fase tersebut dan menyadari bahwa dahulu kamu juga pernah memiliki semangat yang sama. Dari situ, yang muncul bukan keinginan untuk mengambil kembali kehidupan orang lain, melainkan kerinduan terhadap sifatmu sendiri yang pernah terasa begitu kuat.

3. Ada keputusan yang tepat, tetapi membuat sebagian dirimu ikut berubah

ilustrasi keputusan (pexels.com/Liza Summer)

Tidak semua perubahan terjadi karena keputusan yang salah. Pindah pekerjaan, merantau, mengakhiri hubungan, menikah, atau memilih fokus pada karier dapat menjadi keputusan yang memang paling tepat untuk kehidupanmu. Namun, keputusan besar juga dapat mengubah kebiasaan dan sifat yang sebelumnya begitu melekat dalam keseharianmu, bahkan ketika perubahan tersebut membawa kehidupan ke arah yang lebih baik.

Kamu mungkin sekarang memiliki kehidupan yang lebih tertata, tetapi merasa tidak lagi seceria dulu ketika melakukan hal-hal sederhana. Bisa juga kamu sudah mencapai target yang pernah diinginkan, tetapi kini lebih sering berpikir panjang sebelum mencoba sesuatu yang baru. Kondisi tersebut dapat membuatmu menyadari bahwa perubahan tidak hanya memberikan sesuatu yang baru, tetapi juga membuat beberapa bagian dari dirimu perlahan ditinggalkan. Karena itu, rasa rindu bisa muncul ketika kamu teringat pada sifat lama yang ternyata masih kamu sukai.

4. Tidak ingin kembali ke masa lalu, tetapi ingin meminjam sifatmu yang dulu

ilustrasi ramah (pexels.com/Alexander Suhorucov)

Jika benar-benar diberi kesempatan mengulang waktu, belum tentu kamu ingin kembali menjalani kehidupan pada masa tersebut. Kamu mungkin sudah menerima berbagai keputusan yang pernah dibuat dan merasa kehidupan sekarang tetap menjadi pilihan yang ingin dijalani. Meski begitu, bukan berarti tidak ada hal dari dirimu yang dulu ingin kamu temui kembali, terutama sifat-sifat yang dahulu terasa begitu alami.

Kamu mungkin ingin kembali memiliki keberanian untuk berbicara tanpa terlalu takut dinilai, spontanitas ketika mengambil kesempatan, atau kemampuan untuk menikmati sesuatu tanpa terus memikirkan hasil akhirnya. Keinginan tersebut tidak berarti kamu menolak perubahan yang sudah terjadi. Kamu hanya menyadari bahwa ada kualitas baik dari dirimu yang dulu dan masih bisa dibawa ke kehidupan sekarang. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengulang masa lalu untuk kembali menjadi sedikit lebih berani, santai, atau antusias seperti dahulu.

5. Mulai menyadari bahwa menjadi dewasa juga mengubah dirimu

ilustrasi dewasa (pexels.com/Armin Rimoldi)

Bertambah dewasa sering kali membuat seseorang memperoleh banyak hal, mulai dari pengalaman, kemampuan mengambil keputusan, kemandirian, hingga kehidupan yang lebih sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Namun, proses tersebut juga dapat membuat seseorang meninggalkan beberapa kebiasaan dan sifat yang dulu terasa begitu dekat. Kamu mungkin menjadi lebih bertanggung jawab, tetapi sekaligus semakin jarang melakukan sesuatu hanya karena ingin bersenang-senang.

Kesadaran tersebut biasanya muncul ketika kamu mulai melihat perubahan hidup, bukan hanya dari hal-hal yang berhasil diperoleh. Kamu menyadari bahwa setiap fase memang membawa pengalaman baru, tetapi juga membuat beberapa bagian dari dirimu berubah atau bahkan hilang dari keseharian. Pada titik tersebut, merindukan dirimu yang dulu bukan berarti kamu gagal move on dari masa lalu. Bisa jadi, kamu hanya sedang menyadari bahwa ada keberanian, rasa ingin tahu, keceriaan, atau sifat lain yang pernah menjadi bagian dari dirimu dan masih ingin kamu bawa kembali.

Setiap orang pasti berubah seiring bertambahnya usia dan pengalaman, sehingga wajar jika dirimu sekarang tidak sepenuhnya sama dengan beberapa tahun lalu. Jika tanda kamu kangen jadi dirimu yang dulu mulai muncul, dirimu tidak harus memilih antara menerima yang sekarang dan merindukan dirimu yang dulu, karena keduanya dapat berjalan bersamaan.

Terkadang, yang kamu rindukan bukan kehidupan lama secara keseluruhan, melainkan satu atau beberapa sifat baik yang pernah membuatmu merasa lebih dekat dengan dirimu sendiri. Nah, kalau kamu bisa membawa kembali satu sifat dari dirimu yang dulu, sifat apa yang paling ingin kamu miliki lagi?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article