Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tanda Utama Kamu Perlu Melakukan Kurasi Teman di Medsos

3 min read
5 Tanda Utama Kamu Perlu Melakukan Kurasi Teman di Medsos
ilustrasi mengakses instagram (pexels.com/Mayara Caroline Mombelli)

Membuka media sosial seharusnya bisa menjadi hiburan setelah seharian bekerja atau menyelesaikan tugas. Namun, niat mencari hiburan justru berakhir dengan perasaan insecure setelah melihat pencapaian teman yang terasa jauh di depanmu. Tanpa sadar, linimasa yang kamu buka setiap hari ikut memengaruhi cara kamu memandang diri sendiri.

Masalahnya, gak semua orang menyadari bahwa konten yang mereka konsumsi bisa memengaruhi suasana hati. Karena itu, melakukan kurasi linimasa media sosial menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan mental di tengah kebiasaan digital yang sulit dilepaskan. Yuk, kenali lima tandanya sebelum aktivitas di media sosial justru membuatmu semakin lelah.

  1. 1. Kamu terus membandingkan diri dengan unggahan mereka

    ilustrasi perempuan membandingkan diri di medsos
    ilustrasi perempuan membandingkan diri di medsos (magnific.com/magnific)

    Melihat teman mendapat promosi kerja, membeli rumah, atau berlibur ke luar negeri seharusnya gak menjadi masalah. Namun, jika setiap melihat update mereka kamu justru merasa tertinggal, hubungan digital itu layak diperhatikan. Apalagi ketika kamu mulai menganggap hidup sendiri kurang menarik hanya karena pencapaian orang lain terlihat lebih mengesankan.

    Perlu diingat, media sosial hanya menampilkan bagian tertentu dari kehidupan seseorang. Kamu gak mengetahui seluruh perjuangan di balik foto atau pencapaian yang mereka bagikan. Jika unggahan akun tertentu terus memicu kecemasan, memberi jarak bisa membantumu kembali fokus pada perjalanan sendiri.

  2. 2. Linimasa dipenuhi drama dan komentar sinis

    ilustrasi perempuan membaca komentar di media sosial
    ilustrasi perempuan membaca komentar di media sosial (pexels.com/Felicity Tai)

    Pernah membuka kolom komentar yang awalnya hanya ingin dibaca sebentar, tetapi malah membuatmu kesal seharian? Akun yang gemar menyebarkan gosip, menyindir orang lain, atau memancing perdebatan bisa membuat linimasa terasa melelahkan. Tanpa disadari, kamu ikut terseret dalam konflik yang sebenarnya gak berhubungan dengan kehidupanmu.

    Kamu gak wajib mengikuti semua drama hanya karena pelakunya teman sendiri. Cobalah mute atau unfollow akun yang terus menyebarkan energi negatif. Menjaga kesehatan mental di media sosial juga berarti memilih informasi yang layak mendapatkan perhatianmu.

  3. 3. Kamu merasa cemas saat nama mereka muncul

    ilustrasi perempuan cemas
    ilustrasi perempuan cemas (magnific.com/DC Studio)

    Notifikasi dari orang tertentu terkadang langsung mengubah suasana hati. Kamu bahkan merasa enggan membuka story mereka karena khawatir menemukan sindiran atau unggahan yang membuatmu gak nyaman. Reaksi ini patut diperhatikan jika terus berulang setiap kali nama yang sama muncul.

    Perasaan gak nyaman tersebut gak otomatis berarti temanmu berniat buruk. Namun, kamu tetap berhak mengatur jarak ketika interaksi digital mulai membebani pikiran. Gunakan fitur mute jika ingin menjaga hubungan di dunia nyata tanpa harus melihat semua unggahannya.

  4. 4. Interaksi terasa satu arah dan penuh pencitraan

    ilustrasi mengakses instagram
    ilustrasi mengakses instagram (pexels.com/www.kaboompics.com)

    Kamu selalu melihat mereka membagikan pencapaian, tetapi jarang menemukan ruang untuk saling mendukung. Ketika kamu mengunggah kabar baik, respons mereka justru terasa hambar atau berubah menjadi ajang membandingkan pencapaian. Lama-lama, kehadiran mereka di linimasa terasa seperti tontonan yang menguras energi.

    Setiap orang memang punya cara berbeda dalam menggunakan media sosial. Meski begitu, kamu gak perlu mempertahankan akses digital hanya demi menjaga kesan akrab. Pertemanan yang bermakna tetap membutuhkan ketulusan, meskipun gak selalu ditunjukkan melalui komentar atau tanda suka.

  5. 5. Prinsip hidup kalian sudah berbeda

    ilustrasi mengakses instagram
    ilustrasi mengakses instagram (pexels.com/cottonbro studio)

    Teman lama yang dulu terasa dekat belum tentu selalu sejalan denganmu. Seiring bertambahnya pengalaman, kamu bisa memiliki pandangan berbeda tentang pekerjaan, hubungan, atau cara memperlakukan orang lain. Ketika unggahan mereka terus bertentangan dengan prinsip yang kamu pegang, interaksi digital pun terasa semakin melelahkan.

    Perbedaan pendapat sebenarnya wajar dalam pertemanan. Namun, kamu boleh mengambil jarak jika konten mereka terus memicu stres atau membuatmu merasa harus membenarkan nilai hidup sendiri. Melakukan unfollow akun toxic bukan berarti membenci orangnya, tetapi memilih batas yang terasa sehat untuk dirimu.

    Kurasi linimasa media sosial gak harus berakhir dengan memutus semua hubungan. Kamu bisa mulai dengan mute, berhenti mengikuti akun yang mengganggu ketenangan, lalu mencari konten tentang hobi atau hal yang ingin kamu pelajari. Ingat, ruang digitalmu berhak terasa nyaman tanpa harus membuat semua orang senang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More