- Rasulullah saw
- Keluarga dan para sahabat
- Para nabi terdahulu
- Ulama dan orang saleh
- Para ahli kubur.
Tata Cara Khatam Al-Qur’an yang Lengkap dan Benar

Tata cara khatam Al-Qur’an cukup dengan menyelesaikan 30 juz, lalu menutupnya dengan doa khatmul Qur’an.
Dalam tradisi NU, khataman diawali tawasul, membaca 22 surat terakhir, kembali ke Al-Fatihah dan Al-Baqarah ayat 1–5, lalu ditutup doa bersama.
Khataman tidak wajib dilakukan dengan acara khusus, yang terpenting adalah niat.
Tata cara khatam Al-Qur’an menurut tradisi Nahdlatul Ulama (NU) memiliki susunan bacaan tertentu yang diawali tawasul. Kemudian, dilanjutkan pembacaan surat-surat pendek, hingga ditutup doa khatmul Qur’an.
Urutan tersebut sering dipakai dalam acara khataman, terutama di pesantren dan majelis taklim. Kalau kamu ingin mengikuti tata cara khataman, simak urutannya yang lebih lengkap berikut ini.
Table of Content
Tata cara khatam Al-Qur’an
Kaifiat atau tata cara khataman Al-Qur’an dilakukan secara berjamaah dengan rangkaian bacaan tertentu. Tata cara ini bersifat amaliyah, sehingga bukan kewajiban syariat. Jadi, kamu boleh mengikutinya atau cukup khatam Al-Qur`an secara biasa.
Berikut urutan tata cara khatam Al-Qur`an:
1. Membaca tawasul
Dalam tradisi khataman Al-Qur’an, rangkaian bacaan biasanya diawali dengan tawasul. Tawasul berarti memohon kepada Allah dengan menyebut perantara seperti para nabi, orang saleh, atau amal baik sebagai bentuk penghormatan dan pendekatan diri kepada-Nya.
Secara bahasa, tawasul berasal dari kata wasilah yang berarti sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tawasul dilakukan sebelum doa atau khataman agar hati lebih khusyuk dan doa diharapkan lebih mudah dikabulkan.
Berikut beberapa tokoh yang dibacakan tasawul dalam khataman Al-Qur`an:
2. Membaca 22 surat dalam Al-Qur’an
Setelah rangkaian tawasul selesai dibaca, jamaah melanjutkan khataman dengan membaca 22 surat terakhir dalam Al-Qur’an secara berurutan. Tradisi ini merupakan bagian penting dalam susunan khatmil Qur’an yang lazim dilakukan dalam praktik Ahlussunnah wal Jamaah.
Pembacaan surat-surat ini dimulai dari Surah Ad-Duha hingga Surah An-Nas, yaitu kumpulan surat pendek yang berada di bagian akhir mushaf. Surat-surat tersebut termasuk dalam Juz 30 (Juz ‘Amma) yang berisi ayat-ayat singkat namun sarat pesan.
Berikut urutan surah-surah untuk khataman:
- Ad-Duha
- Al-Insyirah
- At-Tin
- Al-Alaq
- Al-Qadr
- Al-Bayyinah
- Az-Zalzalah
- Al-Adiyat
- Al-Qariah
- At-Takasur
- Al-Asr
- Al-Humazah
- Al-Fil
- Quraisy
- Al-Ma’un
- Al-Kausar
- Al-Kafirun
- An-Nasr
- Al-Lahab
- Al-Ikhlas
- Al-Falaq
- An-Nas
Dalam praktik khataman di beberapa majelis, biasanya diselipi bacaan zikir “La ilaha illallah wallahu akbar walillahil hamd” setiap selesai satu surat. Tujuannya untuk mengungkapkan syukur dan pengagungan kepada Allah.
3. Kembali ke awal Al-Qur’an

Setelah bacaan sampai pada Surah An-Nas, majelis khataman tidak langsung berhenti. Bacaan biasanya disambung kembali ke awal mushaf, yaitu dengan membaca Surah Al-Fatihah, lalu dilanjutkan lima ayat pertama Surah Al-Baqarah (ayat 1–5).
Praktik ini menjadi bagian dari adab khataman yang dianjurkan oleh para ulama. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa setelah membaca Surah An-Nas, Nabi Muhammad melanjutkan bacaan dengan Al-Fatihah dan awal Surah Al-Baqarah, kemudian baru membaca doa.
Maknanya adalah khatam bukan berarti selesai membaca Al-Qur’an untuk selamanya. Dengan memulai kembali dari awal, tilawah Al-Qur’an harus terus dilanjutkan dan dijaga sepanjang hidup.
4. Mengikuti susunan bacaan Tahlil
Tata cara khataman Al-Qur’an dilanjutkan dengan membaca zikir sesuai susunan tahlil. Tahlil sendiri merupakan kumpulan bacaan zikir dan doa yang umum diamalkan untuk mendekatkan diri kepada Allah serta memohon ampunan dan keberkahan.
Urutan zikir ini dibaca bersama-sama sebelum doa penutup khataman. Secara umum, susunannya meliputi beberapa bacaan utama berikut.
- Istighfar
- Tahlil (la ilaha illallah)
- Tasbih dan tahmid
- Salawat Nabi.
5. Membaca doa Khatmul Qur’an
Sebagai penutup, majelis khataman biasanya ditutup dengan doa khatmul Qur’an. Doa ini dibaca setelah seluruh rangkaian bacaan selesai. Membaca doa setelah khatam termasuk amalan yang sangat dianjurkan karena dianggap sebagai waktu yang baik untuk berdoa.
Isi doa khatam Al-Qur’an berisi permohonan kepada Allah agar Al-Qur’an menjadi petunjuk, cahaya, dan rahmat bagi kehidupan. Selain itu, doa tersebut juga memohon agar bacaan diterima, diberi keberkahan, serta menjadi penolong dan pembela bagi pembacanya di dunia maupun di akhirat.
Doa khatam biasanya dibaca bersama oleh seluruh jamaah dan dipimpin oleh kiai, imam, atau tokoh yang memimpin majelis. Dengan doa ini, rangkaian khataman Al-Qur’an ditutup secara khidmat sekaligus menjadi harapan agar umat Islam senantiasa dekat dengan Al-Qur’an.
Apakah tata cara khatam Al-Qur`an wajib?

Tata cara khataman Al-Qur’an versi NU tidak bersifat wajib, melainkan tradisi keagamaan yang berkembang di kalangan Ahlussunnah wal Jamaah. Secara syariat, khatam cukup dengan menyelesaikan 30 juz.
Namun, tradisi ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan sanad keilmuan, menghidupkan majelis zikir, dan menguatkan kebersamaan jamaah. Jadi, kamu boleh memilih mengikuti kaifiat ini atau cukup khatam Al-Qur`an saja.
Tips agar khataman Al-Qur’an lebih khusyuk
Khataman Al-Qur’an bukan sekadar menyelesaikan bacaan, tetapi momentum refleksi spiritual. Supaya tata cara khatam Al-Qur’an yang kamu lakukan terasa lebih bermakna, perhatikan kualitas bacaan dan niat sejak awal.
Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:
- Luruskan niat karena Allah, bukan hanya mengejar target 30 juz
- Jaga tajwid dan makhraj agar bacaan tetap benar dan tidak terburu-buru
- Pilih waktu tenang seperti setelah Subuh atau sepertiga malam
- Pahami arti doa khatmul Qur’an supaya kamu menghayati.
- Jika berjamaah, koordinasikan susunan bacaan agar khataman berjalan tertib.
Kesimpulan
Itulah tata cara khatam Al-Qur’an yang bisa dilakukan secara sederhana dengan menyelesaikan 30 juz, atau mengikuti kaifiat tertentu seperti tradisi NU. Tata caranya diawali tawasul, lalu pembacaan 22 surat terakhir.
Secara syariat, tidak ada ritual wajib selain menyempurnakan bacaan dan menutupnya dengan doa. Karena itu, kamu bebas memilih cara khataman yang sesuai dengan pemahaman dan lingkungan keagamaanmu.
FAQ seputar tata cara khatam Al-Qur’an
| Apakah khatam Al-Qur’an harus ada acara khusus? | Tidak harus. Khatam tetap sah meski kamu melakukannya sendiri tanpa acara atau perayaan tertentu. |
| Apakah ada doa khusus saat khatam Al-Qur’an yang wajib dibaca? | Tidak ada doa wajib. Doa khatmul Qur’an bersifat anjuran. |
| Kenapa setelah Surah An-Nas kembali membaca Al-Fatihah? | Tradisi ini melambangkan bahwa membaca Al-Qur’an tidak berhenti setelah khatam, tetapi terus berlanjut dari awal. |
| Bolehkah khatam Al-Qur’an dalam satu hari? | Boleh, selama kamu tetap menjaga kualitas bacaan dan tidak mengabaikan tajwid demi kecepatan. |
| Apakah perempuan haid boleh ikut khataman Al-Qur’an? | Mayoritas ulama melarang membaca Al-Qur’an saat haid, tetapi tetap boleh ikut mendengarkan dan berdoa. |
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan telah melewati proses editing oleh tim content IDN Times.