Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tetaplah Hidup meski Tidak Berguna, Apa Artinya? Jangan Salah Paham

Tetaplah Hidup meski Tidak Berguna, Apa Artinya? Jangan Salah Paham
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Elias Souza)
Intinya Sih
  • Ungkapan 'tetaplah hidup meski tidak berguna' bermakna dorongan agar seseorang tetap bertahan hidup, terutama saat merasa tidak berarti atau kehilangan arah dalam hidupnya.
  • Setiap manusia memiliki nilai dan peran, sekecil apa pun itu; bahkan keberadaan sederhana tetap memiliki manfaat sesuai tujuan penciptaannya.
  • Pesan utama kalimat ini adalah menjaga semangat hidup tanpa tekanan berlebihan untuk selalu berguna, karena kehidupan sendiri sudah menjadi hal paling berharga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jika kamu sering main media sosial, pasti sudah terbiasa dengan komentar atau meme tetaplah hidup meski tidak berguna. Kalau dibaca sekilas, ini sangat bertentangan dengan ajaran yang sudah diterima olehmu sejak kecil. Terutama di bangku sekolah.

Kamu serta murid-murid lainnya didorong sedemikian rupa supaya di masa dewasa nanti dapat menjadi pribadi yang berguna. Bahkan dalam lingkup yang luas. Seperti berguna bagi bangsa dan negara atau dunia.

Namun, kenapa kalimat tetaplah hidup walau tak berguna sangat populer? Jangan menelannya mentah-mentah atau dirimu akan salah arah. Kalimat tersebut bukan sekadar lelucon receh ala warganet. Di baliknya justru terdapat makna-makna luar biasa untuk memotivasi orang-orang yang mengalami kelelahan mental. Berikut pembahasannya.

1. Jangan putus asa walau kamu bukan siapa-siapa

seorang pria
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Eman Genatilan)

Pernah gak kamu merasa bukan siapa-siapa di dunia ini? Dirimu bukan orang penting karena bukan anak orang berpengaruh, tidak punya jabatan apa-apa, dan tak kaya atau pintar. Bahkan dalam pertemanan kamu merasa agak tersisih.

Dirimu merasa kehidupanmu begitu-begitu saja. Seperti berjalan di tempat serta tak ada sisi yang istimewa. Kamu merasa gak punya pencapaian apa-apa dibandingkan dengan kawan sepantar. Persepsi seperti ini sangat mudah membuatmu jatuh dalam keputusasaan.

Maka kalimat tetaplah hidup meski kamu bukan siapa-siapa sangat cocok untukmu. Dirimu bahkan tidak perlu menjadi seperti siapa pun untuk sekadar hidup. Ibarat tanaman, ada tanaman mawar, melati, adenium, dahlia, dan sebagainya yang terkenal akan keindahan bunganya. Namun, seandainya kamu menjadi rumput pun, bukan masalah. Rumput tetap tanaman yang juga punya daya hidup.

2. Bukan berarti ada orang yang sama sekali gak berguna dalam hidup

seorang pria
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Andy Lee)

Kalau kamu gak berguna sama sekali dalam kehidupan ini, Tuhan tidak akan menciptakanmu. Tak ada satu pun ciptaan-Nya, baik berupa makhluk hidup maupun benda mati, yang gak bermanfaat. Setiap hal di bumi diciptakan dengan alasan dan tujuan masing-masing.

Batu yang hanya diam sekalipun bermanfaat sebagai bahan bangunan yang sangat kokoh. Apalagi manusia sebagai satu-satunya makhluk yang dikaruniai akal. Oleh sebab itu, jangan merasa hidupmu sama sekali tak ada manfaatnya di dunia ini.

Kalimat tetaplah hidup meski tidak berguna, sesungguhnya justru dorongan agar kamu melakukan refleksi. Lihat kembali dengan jernih peranmu sampai ke hal terkecil. Kamu mungkin bukan penemu vaksin atau dokter yang sudah menolong begitu banyak pasien. Bila pekerjaanmu kasir, misalnya, peranmu sangat penting dalam menjaga keuangan perusahaan biar tak merugi sampai bangkrut.

3. Bahkan masih bernyawa adalah segalanya

seorang pria
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Arto Suraj)

Kamu perlu menggarisbawahi tepat pada bagian "tetaplah hidup". Terasa ada kebulatan tekad yang hendak disampaikan di sini. Tetap berarti tak berubah apa pun yang terjadi. Maknanya, dalam situasi hidup yang paling sulit sekalipun, kamu cuma perlu tetap bertahan hidup.

Sebab setiap bentuk kehidupan adalah segalanya di dunia ini. Kalau manusia tak lagi bernyawa, tamat sudah riwayatnya. Tidak ada yang bisa dilakukannya. Orang lain atau apa pun juga tak dapat memberikan dampak apa-apa terhadapnya.

Hidup dulu adalah kunci dari semua hal tentang manusia. Contoh, kamu merasa sangat tidak bahagia. Namun, dengan dirimu yang tetap hidup, amat mungkin suatu saat nasib berubah dan kamu merasakan kebahagiaan sejati. Bila kamu menolak bertahan hidup, cerita terakhirmu hanya tentang kesedihan.

4. Bukan gak perlu memotivasi diri agar lebih berkontribusi dalam kehidupan

pria di dekat gerobak es
ilustrasi pria di dekat gerobak es (pexels.com/Tom Fisk)

Tetaplah hidup meski tidak berguna. Sekilas memang seperti nasihat yang tidak produktif, bahkan negatif. Masa manusia hidup sampai berpuluh-puluh tahun dan memiliki akal, tapi gak kasih manfaat apa-apa? Tentu maksud yang sesungguhnya bukan demikian.

Setiap orang tetap didorong untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Hanya saja, tidak perlu itu sampai terasa sangat membebanimu. Jika dirimu amat terbebani, justru sulit untuk mengusahakan apa pun secara maksimal.

Lakukan semuanya dengan hati yang lebih ringan. Istilahnya, sambil jalan saja. Seiring dengan kamu masih hidup, tentu kamu bisa sedikit demi sedikit belajar memberikan kontribusi pada dunia. Sekecil apa pun itu. Bukan dirimu sekadar berpangku tangan sampai tua lalu tutup usia.

5. Nasihat paling mengena di hati untuk mencegah bunuh diri

seorang pria
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Aris Munandar)

Saat ada orang yang ingin mengakhiri hidup, ia pasti sudah sangat sulit dinasihati. Pikirannya buntu. Semua terlihat gelap baginya. Satu-satunya hal yang ada di benaknya cuma keinginan mengakhiri hidup tersebut.

Banyak nasihat tidak digubrisnya. Apalagi nasihat-nasihat klise seperti sabar, jangan seperti itu, ingat dosa serta neraka, dan sebagainya. Hatinya mungkin lebih terketuk dengan nasihat yang terdengar nyeleneh.

Tetaplah hidup walau tidak berguna bukan sekadar berbeda dari nasihat-nasihat lainnya. Ada rasa jenaka dalam kalimat tersebut sehingga menurunkan ketegangan pikiran seseorang. Bahkan ia bisa seketika sadar bahwa di dunia ini pasti juga cukup banyak orang yang biasa-biasa saja seperti dirinya, tapi masih melanjutkan hidup.

Bukan hebat dulu, baru layak hidup. Namun, hidup dulu agar bisa menjadi orang hebat. Atau, gak menjadi sosok yang inspiratif bagi banyak orang juga tak apa-apa. Terpenting, jangan lari ke keputusan untuk mengakhiri hidup.

Tetaplah hidup meski tidak berguna sesungguhnya mengingatkan manusia akan takdirnya yang paling hakiki. Manusia diberi nyawa oleh Sang Pencipta. Maka selama Tuhan belum menghendaki ajalnya, manusia harus menjaga hidupnya sebaik mungkin. Bukan fokus pada hal-hal lain yang membuatnya merasa tidak pantas atau gak perlu lagi hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Related Articles

See More