Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Pertimbangan sebelum Membeli HP Pertama untuk Anak

5 Pertimbangan sebelum Membeli HP Pertama untuk Anak
ilustrasi remaja menggunakan HP (pexels.com/Karolina Grabowska)
Intinya Sih
  • Orangtua perlu memahami alasan anak ingin memiliki HP dan memastikan kebutuhan tersebut benar-benar mendesak, terutama untuk komunikasi dan keamanan saat anak mulai mandiri.
  • Kesiapan usia dan mental anak menjadi faktor penting sebelum diberi HP, dengan rekomendasi umum sekitar usia 13 tahun namun tetap disesuaikan kondisi keluarga.
  • Pilih HP sederhana tanpa fitur berlebihan, terapkan kontrol penggunaan, serta buat aturan tegas agar anak belajar tanggung jawab dan aman di dunia digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Walau sudah berupaya menghindari anak dari gadget termasuk HP, penggunaannya tetap gak bisa terelakkan pada akhirnya. Kebutuhan akan HP akan semakin mendesak seiring waktu, terlebih saat anak memasuki usia remaja.

Di samping keharusan menjaga komunikasi saat jauh dari orangtua, tekanan sosial dari teman sebaya menjadi alasan di balik keinginan anak untuk membeli HP. Gak jarang orangtua menjadi dilema karena hal ini.

Sebelum memutuskan membeli HP pertama untuk anak, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal ini terlebih dahulu dengan matang. Terpenting, prioritaskan keamanan buah hati dan pastikan ia sudah siap secara mental.

Table of Content

1. Pahami alasan anak membutuhkan handphone

1. Pahami alasan anak membutuhkan handphone

ilustrasi sekelompok anak sekolah bermain HP (pexels.com/Polina Tankilevitch)
ilustrasi sekelompok anak sekolah bermain HP (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Gak sedikit anak merengek untuk dibelikan HP hanya karena ingin bermain game atau supaya terlihat keren di depan teman-temannya. Namun, jika bukan untuk hal yang mendesak, orangtua bisa dengan tegas menolak keinginannya dan berikanlah pengertian kepadanya.

Namun saat anak sudah masuk sekolah menengah, di mana pengawasan guru dan orangtua mulai berkurang dan aktivitasnya kian padat, kebutuhan akan HP semakin mendesak. Sebab, anak harus menjaga komunikasi dengan orangtua sehingga bisa selalu dipantau.

2. Apakah usianya sudah cukup matang?

ilustrasi remaja bermain HP (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi remaja bermain HP (pexels.com/Karolina Grabowska)

Sebenarnya tidak ada usia spesifik yang menunjukkan kesiapan anak untuk menggunakan HP. Namun Max Stossel, pendiri Social Awakening, komunitas yang mempromosikan cara sehat bermain HP dan media sosial menyarankan bahwa HP sebaiknya diberikan saat anak menginjak kelas 8, atau saat usianya 13 tahun. Ini disampaikan melalui Child Mind Institute.

Akan tetapi, ini bisa disesuaikan dengan situasi anak. Ada alasan valid lainnya yang membolehkan orangtua memberikan HP pertama pada anak di usia yang lebih muda. Misalnya ketika orangtua dan anak tinggal di tempat terpisah atau saat anak sering melakukan perjalanan sendirian.

3. Pilih tipe handphone sesuai kebutuhan

ilustrasi remaja bermain HP (pexels.com/Cottonbro Studio)
ilustrasi remaja bermain HP (pexels.com/Cottonbro Studio)

HP pertama sebaiknya sederhana tanpa fitur canggih. Bahkan sebaiknya belikan HP yang tidak mendukung pemasangan game atau media sosial. Tujuannya tak lain untuk menghindari kecanduan gadget pada anak. Karena yang terpenting, tujuan awal untuk menjaga komunikasi tetap tercapai.

Selain itu, orangtua juga bisa membelikan HP yang memiliki fitur kontrol dari jauh. Dengan demikian, orangtua masih punya akses penuh untuk mengawasi dan membatasi fitur-fitur tertentu untuk anak. Misalnya, orangtua hanya memperbolehkan tayangan dengan rating SU atau semua umur.

4. Perhatikan keamanan anak saat menggunakan handphone

ilustrasi remaja bermain HP (pexels.com/Cottonbro Studio)
ilustrasi remaja bermain HP (pexels.com/Cottonbro Studio)

Selain menerapkan kontrol ketat terhadap anak, orangtua juga perlu mempersiapkan anak untuk menggunakan HP. Jelaskan cara sehat bermain HP dan media sosial, sampaikan batasan-batasan yang perlu dimiliki anak dari dunia digital, dan beritahu konsekuensinya jika anak melanggar.

Penanaman value dan prinsip yang kuat harus dimulai sejak dini, bahkan jauh sebelum anak menggunakan HP. Ini bertujuan untuk melindungi anak dari berbagai bahaya yang mengintainya saat menyelami dunia digital. Sebut saja insecurity akibat standar kecantikan di internet, bullying, hingga kecanduan video porno, dan penyalahgunaan obat terlarang.

5. Persiapkan aturan penggunaan handphone

ilustrasi anak asik bermain HP (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi anak asik bermain HP (pexels.com/Karolina Grabowska)

Sebelum membiarkan anak memiliki HP-nya sendiri, pastikan orangtua memiliki aturan penggunaan HP yang harus diterapkan dengan tegas. Sebagai contoh, anak hanya boleh menggunakan HP saat pergi ke sekolah atau ke luar rumah. Dengan demikian, anak mengerti batasan dan tidak kecanduan HP.

Orangtua juga bisa menginspeksi isi HP anak atas sepengetahuan dan izinnya. Jangan lakukan diam-diam karena ini menunjukkan bahwa orangtua gak bisa menghargai privacy anak. Atau, orangtua bisa mengajukan syarat untuk memiliki akses penuh terhadap HP-nya jika anak ingin dibelikan HP.

Membelikan HP kepada anak untuk pertama kalinya jelas bukan keputusan mudah. Namun hal-hal di atas bisa dipertimbangkan terlebih dahulu untuk memantapkan dan meyakinkan hati. Terpenting, jangan terburu-buru memberikan HP di saat anak belum siap secara mental, ya!

FAQ Seputar Membeli HP Pertama untuk Anak

Kapan waktu yang tepat memberikan HP pertama untuk anak?

Tidak ada usia pasti, namun orang tua perlu melihat kesiapan mental dan tanggung jawab anak. Pertimbangkan apakah anak sudah bisa mengikuti aturan penggunaan gawai, memahami konsep keamanan internet, serta benar-benar membutuhkan ponsel untuk alasan keamanan atau koordinasi kegiatan sekolah.

Apa saja fitur keamanan yang harus ada di HP anak?

Pastikan HP tersebut mendukung fitur Parental Control (seperti Google Family Link). Fitur ini memungkinkan orang tua untuk membatasi durasi penggunaan (screen time), memfilter konten yang tidak sesuai usia, serta memantau lokasi anak secara real-time demi keamanan mereka.

Bagaimana cara menetapkan aturan penggunaan HP pada anak?

Buatlah kesepakatan tertulis atau kontrak digital yang mencakup durasi pemakaian harian, area bebas gawai (seperti meja makan atau kamar tidur saat malam hari), serta konsekuensi jika aturan dilanggar. Hal ini penting untuk mencegah kecanduan gawai sejak dini.

Mengapa penting mengedukasi anak tentang etika digital sebelum punya HP?

Memberikan HP berarti memberikan akses ke dunia luar. Anak perlu memahami bahaya cyberbullying, pentingnya menjaga privasi data pribadi, serta cara berinteraksi dengan sopan di media sosial agar mereka tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan siber.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
Eddy Rusmanto
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Life

See More