Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Sikapi Rekomendasi dari Teman, Gak Wajib Diikuti, Lho!

5 Tips Sikapi Rekomendasi dari Teman, Gak Wajib Diikuti, Lho!
ilustrasi bersama teman (pexels.com/Gary Barnes)

Apa saja bisa direkomendasikan oleh orang yang memiliki pengalaman positif terhadap hal tersebut. Mulai dari produk kecantikan dan perawatan wajah, restoran, film, buku, hingga ke orang-orang yang ahli di bidang tertentu. Paling mudah untukmu mendapatkan rekomendasi ialah dari orang-orang terdekat.

Kamu lebih percaya pada saran mereka ketimbang orang lain atau iklan. Namun, apakah mengikuti rekomendasi merupakan keharusan? Bagaimana pula dengan jaminan hasilnya jika kamu menuruti saran dari orang lain?

Dari siapa pun rekomendasi tersebut, sikapi dengan bijaksana dan jangan merasa kehilangan kebebasan dalam memilih. Ikuti petunjuk bersikap di bawah ini ketika kamu mendapat rekomendasi tentang apa saja. Pertimbangkan baik-baik dan bagusnya dirimu tetap bisa bersikap kritis pada rekomendasi tersebut, ketimbang langsung memercayainya.

1. Kalau punya pilihan sendiri juga gak apa-apa

ilustrasi di toko peralatan olahraga (pexels.com/Jopwell)
ilustrasi di toko peralatan olahraga (pexels.com/Jopwell)

Bahkan jika kamu yang meminta rekomendasi dari teman, bukan berarti dirimu wajib mengikutinya, ya. Apalagi bila kamu sekadar membaca atau menonton beragam rekomendasi di berbagai media. Jangan merasa dirimu mesti membeli sesuatu dan tak punya kesempatan membuat pilihan sendiri yang berbeda.

Lebih penting dari saran yang diberikan adalah perasaan cocokmu terhadap sesuatu. Sebagai contoh, kamu pergi ke toko perlengkapan olahraga seperti dalam ilustrasi. Teman atau staf penjualan merekomendasikan alat bermerek tertentu.

Semenarik apa pun pemaparannya tentang alat itu, kalau kamu gak percaya atau harganya lebih mahal dari bujetmu sebaiknya tidak usah diikuti. Pilih perlengkapan olahraga bermerek berbeda yang harganya lebih masuk akal buatmu. Kamu akan pulang dengan rasa puas sambil membawanya, bukan tertekan dan menyesali keputusan mengikuti rekomendasi yang bikin kantongmu bolong.

2. Ikut rekomendasi, jangan salahkan teman bila hasil tak sesuai ekspektasi

ilustrasi bersama teman (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi bersama teman (pexels.com/cottonbro studio)

Apakah sesuatu yang direkomendasikan sudah pasti bagus? Umumnya memang begitu, apalagi kalau banyak orang merekomendasikannya. Namun, tetap tidak menjamin tak akan terjadi kerusakan pada produk atau ketidakcocokan untukmu.

Pun kamu gak bisa memastikan berapa banyak orang yang memberi nilai buruk pada produk tersebut dibandingkan dengan orang yang merasa puas. Kalau seseorang merekomendasikan sesuatu dan ternyata hasilnya tak sesuai dengan harapanmu, jangan langsung menyalahkannya. Boleh jadi ekspektasimu ketinggian untuk produk sejenis. 

Terlebih produk yang sangat dipengaruhi oleh tingkat kesensitifan penggunanya. Misalnya, produk perawatan wajah yang cocok buat banyak orang, tapi belum tentu sesuai untukmu yang punya jenis kulit berbeda. Pemberi rekomendasi tak bisa disalahkan, terutama bila ia memberikannya tanpa mengetahui kondisimu.

3. Pahami kebutuhanmu dan pengalaman teman

ilustrasi bersama teman (pexels.com/Alexander Suhorucov)
ilustrasi bersama teman (pexels.com/Alexander Suhorucov)

Cuma kamu yang paling tahu tentang kebutuhan-kebutuhanmu. Sekalipun dirimu telah berusaha menceritakannya pada teman sebelum meminta rekomendasinya, bisa saja ia tetap tidak sepenuhnya mengerti. Pengalamannya tentu ada batasnya dan apa yang kamu butuh, boleh jadi di luar pengalaman tersebut.

Jika pun sepertinya kebutuhanmu sesuai dengan pengalamannya, hati-hati dengan waktu yang telah berlalu. Misalnya, dia memakai suatu produk beberapa tahun lalu dan sekarang tidak lagi. Ketika kini kamu memakainya, ternyata komposisinya telah ada yang berubah sehingga cerita teman gak sesuai dengan apa yang dirimu rasakan.

Bahkan jika produk tidak berubah dari dulu hingga sekarang serta sepertinya menjawab kebutuhanmu, pengalaman dua orang tentu tak akan sama persis. Kamu gak boleh mudah kesal dengan rekomendasi teman yang tak pas buatmu. Satu rekomendasi tidak berhasil, coba rekomendasi lain atau ikuti saja kata hatimu.

4. Rekomendasi tentang seseorang perlu pengenalan lebih lanjut

ilustrasi bersama teman (pexels.com/Monstera Production)
ilustrasi bersama teman (pexels.com/Monstera Production)

Rekomendasi tidak hanya mengenai barang, tetapi dapat juga orang. Misalnya, kamu memerlukan orang yang ahli di bidang tertentu guna membantu pekerjaanmu. Kemudian teman merekomendasikan salah seorang yang dikenalnya. 

Bahkan jika itu orang terdekatnya, dirimu tidak harus menerimanya. Sekalipun sepertinya orang tersebut memenuhi persyaratan yang kamu tetapkan, dirimu masih perlu mengenalnya lebih dalam. Tetap ikuti prosedur seperti dengan kamu meminta orang yang direkomendasikannya buat mengirimkan portofolionya dan datang menemuimu untuk wawancara.

Jika pemberi rekomendasi terlihat sangat berharap kamu menerima orang terdekatnya, sejak awal katakan bahwa dirimu perlu mempertimbangkannya terlebih dahulu. Rekomendasi tentang barang saja membutuhkan ketelitianmu sebelum mengikutinya, lebih-lebih mengenai orang. Walau latar belakang serta pengalamannya tampak bagus, sifat-sifatnya belum tentu sesuai dengan kemauanmu.

5. Sebaiknya gak langsung meneruskan rekomendasi itu ke orang lain

ilustrasi bersama teman (pexels.com/William Fortunato)
ilustrasi bersama teman (pexels.com/William Fortunato)

Rekomendasi memang bisa disampaikan dari mulut ke mulut. Ini sekaligus menjadi iklan yang menguntungkan pihak yang produk atau jasanya direkomendasikan. Akan tetapi, kamu tak dianjurkan buat serta-merta meneruskan suatu rekomendasi.

Idealnya, dirimu pernah mencoba rekomendasi tersebut dan merasa cocok sebelum melanjutkannya pada orang lain. Tujuan pengujian ini ialah biar saranmu lebih mungkin tepat buat mereka juga. Kamu tidak asal percaya pada rekomendasi yang belum tentu sesuai fakta kemudian menyebarkannya sehingga bisa bikin orang lain merasa tertipu.

Kalaupun dirimu betul-betul belum pernah menjajal rekomendasi itu karena belum memerlukannya dan ada orang lain yang membutuhkannya, jelaskan apa adanya. Kamu cuma pernah mendengar atau membaca rekomendasi tersebut dari orang lain dan entah dengan kebenarannya. Tambahan informasi itu akan menjadi bahan pertimbangannya sebelum memutuskan.

Dengan keterbatasan informasi serta pengalamanmu, rekomendasi tentang berbagai hal dan dari banyak pihak memang diperlukan. Namun, jangan pula kamu gampang termakan rekomendasi karena tidak semuanya akan sesuai untukmu. Gak usah merasa wajib mengikutinya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ines Sela Melia
EditorInes Sela Melia
Follow Us