Setiap orang pasti pernah merasa marah, kecewa, sedih, atau kesal ketika menghadapi situasi tertentu. Perasaan tersebut wajar, tapi cara seseorang merespons emosinya bisa memengaruhi hubungan dengan orang lain. Ada orang yang memilih menenangkan diri sebelum berbicara, sedangkan sebagian lainnya langsung meluapkan perasaan tanpa memikirkan dampaknya.
Kebiasaan tersebut terkadang terlihat dari ucapan sederhana yang berulang kali muncul dalam percakapan sehari-hari. Meski begitu, satu kalimat saja gak cukup untuk menilai kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosi karena konteks dan perilakunya secara keseluruhan juga perlu diperhatikan.
Menurut Cleveland Clinic, kesulitan mengatur emosi atau emotional dysregulation dapat membuat seseorang kesulitan mengelola perasaan yang kuat dan menentukan respons terhadapnya. Kondisi ini bisa terlihat melalui perilaku impulsif, mudah frustrasi, atau mengucapkan sesuatu yang kemudian disesali. Namun, kesulitan mengelola emosi bukan berarti seseorang memiliki karakter buruk, ya, dan penilaiannya gak bisa dilakukan hanya dari percakapan singkat.
Lantas, apa saja ucapan yang bisa menjadi bahan refleksi untuk mengenali kebiasaan tersebut? Berikut enam ungkapan yang perlu diperhatikan, terutama jika sering digunakan untuk membenarkan perilaku atau menghindari tanggung jawab.
