"Mandi dan membersihkan tubuh secara menyeluruh menggunakan sabun antibakteri dapat membantu menghilangkan sebagian bakteri penyebab bau badan. Dengan begitu, bau badan juga bisa berkurang. Pilih sabun yang mencantumkan kata 'antibacterial' atau 'antibakteri' pada kemasannya," ujar Brennan.
Cara Agar Badan Tetap Wangi Meski Seharian Aktivitas Outdoor, Terapkan!

Bau badan muncul ketika bakteri di kulit bercampur dengan keringat, sehingga pengendalian keringat dan bakteri menjadi kunci menjaga tubuh tetap wangi.
Mandi dengan sabun antibakteri, mengeringkan tubuh, serta memakai antiperspirant dapat membantu mengurangi bakteri dan keringat.
Pakaian berbahan breathable, kebiasaan mengganti pakaian, serta pengurangan makanan dan minuman tertentu turut mendukung tubuh tetap segar.
Seharian beraktivitas di luar ruangan, entah itu jalan-jalan, hiking, atau menemani teman ke acara outdoor, hampir pasti bikin badan berkeringat. Ujung-ujungnya, rasa gak percaya diri muncul karena takut bau badan. Padahal, keringat sendiri pada dasarnya gak berbau. Bau muncul saat bakteri yang hidup di kulit bercampur dengan keringat, lalu berkembang biak dengan cepat.
Artinya, kunci menjaga badan tetap wangi ada pada cara mengendalikan keringat dan bakteri di kulit. Jadi, kamu gak perlu menghindari aktivitas outdoor. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa kamu terapkan supaya tetap segar seharian. Yuk, simak tipsnya!
1. Mandi dengan sabun antibakteri, lalu keringkan badan dengan baik

Ilustrasi outdoor working (freepik.com/benzoix) Situs WebMD, yang di-review oleh Dan Brennan, MD, board-certified pediatrician, menyarankan mandi minimal sekali sehari untuk membilas keringat sekaligus mengurangi sebagian bakteri di kulit. Bersihkan dengan teliti area yang paling mudah berkeringat. Lalu, gunakan sabun antibakteri supaya bakteri penyebab bau berkurang.
Setelah itu, keringkan badan sampai benar-benar kering, terutama di area yang sering berkeringat. Kulit yang kering membuat bakteri penyebab bau lebih sulit berkembang biak. Brennan juga menyebut, mencukur rambut ketiak secara rutin ikut membantu mencegah penumpukan bakteri dan bisa mengurangi keringat serta bau.
2. Coba gunakan antiperspiran, bukan sekadar deodoran

Ilustrasi aktivitas fisik yang dipadukan dengan mindfulness untuk melatih kesadaran diri, relaksasi, serta membantu menjaga keseimbangan antara tubuh dan pikiran. (Freepik) Antiperspiran dan deodoran sering dianggap sama, padahal fungsinya berbeda. Brennan menjelaskan bahwa deodoran gak mencegah keringat dan lebih banyak menyamarkan bau. Sedangkan antiperspiran adalah zat kimia yang mengurangi keringat. Banyak produk antiperspiran juga sudah mengandung deodoran, jadi jangan lupa cek kemasannya.
Pakai antiperspiran setelah badan bersih dan kering. Brennan menyarankan pemakaian dua kali sehari, pagi dan malam. Memakainya sebelum tidur memberi produk waktu bekerja saat kamu gak berkeringat. Nah, kalau dipakai setelah mandi pagi saja, keringat yang muncul bisa membilas produknya.
3. Pilih pakaian dan makanan yang tepat

ilustrasi aktivitas bersepeda bersama (pexels.com/tretty GmbH Bike & Scooter Sharing) Bahan pakaian ternyata ikut berpengaruh. Angela Palmer, seorang Esthetician dan Skincare Educator, melalui Verywell Health menyarankan memakai kain yang breathable. Hindari bahan sintetis seperti poliester, nilon, dan rayon yang menahan panas dan keringat di kulit. Pilih bahan alami yang membiarkan keringat menguap, seperti katun, linen, sutra, wol, rami (hemp), dan flax. Coba sering ganti pakaian dan kaus kaki saat berkeringat banyak, serta cuci pakaian olahraga secara rutin karena bisa jadi tempat berkembang biak bakteri.
Asupan makanan juga berpengaruh. Angela menyarankan mengurangi makanan dan minuman pedas atau beraroma tajam. Misalnya kari, bawang putih, cabai pedas, kubis brussel, brokoli, bawang bombay, dan alkohol. Selain itu, minuman berkafein bisa memicu keringat berlebih. Jadi, sebelum seharian beraktivitas di luar, coba kurangi makanan dan minuman tersebut.
Beberapa cara di atas bisa kamu coba agar tetap wangi meskipun beraktivitas di luar ruangan. Apabila tips sudah diterapkan dan tidak bekerja, maka pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.























