Seberapa sering kamu mengikuti reuni? Reuni bahkan bisa diadakan setiap tahun. Seperti reuni alumni sekolah yang diselenggarakan setiap menjelang ulang tahun sekolah tersebut. Belum lagi reuni akbar yang melibatkan lebih banyak tamu undangan serta acaranya besar-besaran.
6 Usaha Menaikkan Gengsi saat Reuni yang Bisa Nguras Kantong

- Reuni bermanfaat menjaga silaturahmi dan memunculkan gagasan bersama, tetapi dapat berubah menjadi ajang adu gengsi yang mengganggu kondisi keuangan.
- Melebihkan cerita karier, mentraktir secara mewah, serta memilih hotel mahal saat dana terbatas berisiko memicu pengeluaran berlebihan dan ekspektasi teman.
- Mengganti atau menyewa kendaraan serta ponsel, menanggung perjalanan teman, dan membeli oleh-oleh berlebihan demi citra sukses dapat menguras tabungan.
Ada juga reuni kecil-kecilan yang diadakan lebih sering. Misalnya, reuni satu kelompok sahabat dalam setahun bisa diadakan 2 atau 3 kali. Mengikuti reuni sebenarnya ada manfaatnya. Terutama untuk menjaga tali silaturahmi walau lama tidak bertemu.
Dari acara reuni juga dapat lahir berbagai gagasan menarik. Seperti bikin usaha bareng yang berorientasi pada keuntungan atau yayasan non-profit. Namun, reuni juga kerap menjadi ajang adu gengsi yang bikin keuangan terganggu. Hindari tindakan usaha menaikkan gengsi saat reuni yang bisa nguras kantong kalau kamu gak mau susah sendiri.
1. Melebih-lebihkan cerita tentang pekerjaan dan pendapatan

ilustrasi reuni (pexels.com/HONG SON) Lama gak bertemu, tanya kabar saja pasti tidak cukup. Itu baru permulaan sebagai sopan santun. Begitu obrolan sudah berjalan, pasti didominasi oleh pekerjaan sekarang. Tentu gak apa-apa kamu menyebutkan pekerjaanmu.
Daripada dirimu menutupinya malah terlihat mencurigakan. Akan tetapi, berhati-hatilah agar tidak terjebak dalam keinginan melebih-lebihkan cerita tentang pekerjaan serta penghasilanmu. Sekalipun kamu melakukannya, kamu bisa menyedot perhatian serta kekaguman banyak orang.
Namun, kalau itu dilakukan, siap-siap orang lain berharap terlalu banyak padamu. Seperti kamu diminta menjadi donatur setiap ada acara bersama. Salah sendiri, seluruh ceritamu seolah-olah menunjukkan bahwa dirimu telah sukses sekali.
2. Traktir teman-teman semewah mungkin

ilustrasi reuni (pexels.com/Toàn Văn) Kamu pasti senang bisa bertemu kembali dengan teman-temanmu setelah sekian lama. Namun, usaha mendongkrak gengsi ketika reuni tidak semata-mata didorong oleh perasaan gembira bisa berkumpul kembali bersama mereka. Dirimu lebih ingin menunjukkan kemampuan finansial yang tinggi di depan mereka.
Caranya, dengan menjadi bos di acara makan-makan. Pokoknya mereka tinggal datang dan pesan menu apa pun. Semua tagihannya dibayar olehmu. Pun tempatnya tidak sembarangan.
Dirimu sengaja memilih rumah makan yang harga tiap menunya di atas rata-rata dan pemandangannya bagus. Biar makin jelas status ekonomimu. Kamu merogoh kocek yang sangat dalam cuma buat mengesankan mereka.
3. Nginep di hotel bintang 4 atau 5 padahal keuangan pas-pasan

ilustrasi reuni (pexels.com/kevin yung) Hotel beda satu bintang saja, tarif per kamarnya sudah selisih lumayan jauh. Misalnya, harga kamar paling murah di hotel bintang 2 masih di angka 200 ribuan. Hotel bintang 3 sekitar 300 ribuan per malam.
Sementara kamar termurah di hotel bintang 4 sudah hampir 500 ribu rupiah. Apalagi hotel bintang 5. Belum lagi jika kamar yang dipilih memiliki ukuran, fasilitas, serta pemandangan yang lebih bagus. Menginap satu malam pun bisa menghabiskan jutaan rupiah.
Jika uangnya berlebih, tentu silakan saja. Masalahnya, orang yang suka mati-matian menaikkan gengsi biasanya justru dompetnya sebenarnya tipis. Demi gak malu ketika ditanya soal penginapan saat reuni, habis ini dia rela mati-matian berhemat. Uangnya sudah habis untuk membayar kamar satu malam.
4. Ganti atau sewa kendaraan dan smartphone yang lebih baru

ilustrasi reuni (pexels.com/Xuân Thống Trần) Alasan kamu ganti kendaraan dan smartphone bukan karena yang lama sudah rusak. Malah penggantian ini terbilang mendadak. Dirimu sebenarnya tidak berencana mengganti keduanya. Masih ada prioritas keuangan lainnya.
Namun, begitu ada undangan reuni, tiba-tiba kamu kepikiran untuk memperbarui kendaraan dan gadget. Pastinya dengan produk yang lebih bagus dan mahal. Jika pun dirimu belum punya dana untuk membeli penggantinya, menyewa juga bisa.
Pokoknya, fokusmu adalah mengendarai mobil dan menenteng smartphone yang keren. Kalaupun kemampuanmu masih roda dua, lompat dari harga motor belasan juta menjadi 30 sampai 40 juta rupiah. Kamu merasa malu untuk memakai kendaraan dan HP lama.
5. Mengundang ke kotamu dan menyediakan akomodasi, transportasi, konsumsi

ilustrasi reuni (pexels.com/Eslam Mohammed Abdelmaksoud) Sekarang reuninya di sekolah, misalnya. Kamu yang ingin terlihat sudah sukses sengaja mengundang teman-teman buat kapan-kapan ke kotamu. Dirimu berkata kepada mereka agar tidak perlu khawatir.
Kamu yang akan mengatur transportasinya selama mereka di sana. Begitu juga dengan penginapan sampai makanannya. Pokoknya mereka tinggal datang. Dirimu memfasilitasi semuanya selama mereka di sana. Tawaran itu tentu disambut dengan sangat baik oleh kebanyakan teman.
Akan tetapi, uang yang diperlukan olehmu bisa menjadi tak terhingga. Kamu pasti gengsi apabila hendak memesan kamar yang murah. Mobil antar-jemput juga pakai yang bagus, lengkap dengan sopirnya. Tempat makan pun begitu. Bisa-bisa gaji 1 sampai 2 tahun habis dalam sekejap.
6. Membawakan banyak oleh-oleh karena gak enak hati

ilustrasi reuni (pexels.com/Toàn Văn) Bisa kasih buah tangan kepada orang lain tentu baik sekali. Itu menjadi perekat hubungan dan tanda kepedulian. Baik oleh-oleh berupa makanan maupun benda kenang-kenangan seperti kain batik dan sebagainya.
Namun, kalau kamu sudah di titik di mana kamu memaksakan diri hanya untuk menaikkan gengsi, maka itu menjadi kurang baik. Oleh-oleh sebenarnya sedikit pun cukup. Sebatas untuk menunjukkan rasa pertemanan. Misal, tiap teman dikasih satu kantong sedang berisi oleh-oleh khas daerahmu.
Itu pun hanya kawan-kawan terdekat semasa sekolah. Namun, niat menaikkan gengsi membuatmu membeli oleh-oleh sampai satu dus besar buat tiap orang. Isinya dipilih dari produk-produk ternama, sekalipun sebenarnya harganya bikin napasmu sesak.
Kalau reuni dilaksanakan sewajarnya dan apa adanya saja, seharusnya tidak membuat keuangan sampai berantakan. Bagian terpenting dari aktivitas tersebut adalah bahwa semua orang datang dalam keadaan sehat. Meski begitu, kalau kamu sampai harus melakukan usaha menaikkan gengsi saat reuni yang bisa nguras kantong, sepertinya aktivitas tersebut tidaklah worth it. Bahkan, bisa timbul kesenjangan antarteman.




![[QUIZ] Pilih Karakter Cewek Upin Ipin, Ini Standar Hubunganmu yang Sebenarnya](https://image.idntimes.com/post/20260805/pexels-alex-green-5700173_5fb42987-c8e8-4d55-8d77-010bd5edc32a.jpg)







![[QUIZ] Pilih Duo di Upin Ipin, Ini Pola yang Kamu Cari di Hubungan](https://image.idntimes.com/post/20260821/pexels-august-de-richelieu-8366850_cb382f4a-b77b-4564-9980-4c6e7d76e66f.jpg)


![[QUIZ] Dari Momen Upin Ipin, Ini Cara Kamu Tunjukkan Perhatian](https://image.idntimes.com/post/20260120/pexels-pavel-danilyuk-6753158_a95792b5-1d1a-45d2-8933-72fd995e2ccc.jpg)





