Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Tips Mengomunikasikan Perasaan Insecure pada Pasangan
ilustrasi pasangan ngobrol (pexels.com/Samson Katt)
  • Rasa insecure dapat muncul pada berbagai aspek hidup dan berisiko memicu rendah diri serta kecurigaan dalam hubungan jika dibiarkan.
  • Langkah awalnya adalah mengakui bahwa insecure itu lumrah, menerima keberadaannya, dan mengenali pemicu sebelum membicarakannya dengan pasangan.
  • Sampaikan perasaan serta penyebabnya secara jujur pada waktu yang tepat, tanpa defensif atau berasumsi pasangan sudah tahu, agar komunikasi lebih terbuka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perasaan tidak aman atau insecurities sering melanda, bahkan ketika kamu sudah memiliki pasangan. Bukan hanya tentang penampilan fisik, rasa tidak aman juga bisa tentang pekerjaan, perjalanan karir, kondisi keluarga, status sosial, dan masih banyak lagi.

Bila dibiarkan, rasa tidak aman bisa jadi batu sandungan dalam hubungan. Kamu akan terus dihantui rasa rendah diri, gak layak, dan kecenderungan untuk terus curiga pada pasangan. Sebelum dibiarkan dan malah menjadi-jadi, coba komunikasikan perasaan tidak amanmu dengan pasangan. Jadikan dia sebagai partner alih-alih musuh dalam menghadapi masalahmu. Yuk, simak tipsnya!

1. Sadari bahwa perasaan insecure lumrah dan bisa terjadi pada siapa saja

ilustrasi pasangan ngobrol (pexels.com/David Crypto)

Banyak orang gagal mengakui rasa tidak aman dalam dirinya karena berpikir bahwa itu adalah hal memalukan. Kamu berusaha untuk menyembunyikan rasa tidak aman. Tapi anehnya, semakin disembunyikan, justru rada tidak aman akan semakin kelihatan.

Salah satu cara untuk menyelesaikan masalah ialah mengakui dulu sumber masalahnya. Kamu perlu mengakui dan menerima dulu eksistensi perasaan insecure tersebut.

Bukan karena kamu kurang mampu atau kurang hebat—rasa tidak aman bisa menyerang siapa pun. Justru kamu perlu mengenali pemicu yang membuat rasa tidak aman itu hadir sebelum mengomunikasikan ke pasangan. Bagaimana mau jujur kalau kamu saja gak mengenal dirimu?

2. Jujur mengungkapkan apa yang kamu rasakan dan penyebabnya

ilustrasi pasangan sedang ngobrol (pexels.com/Julia M Cameron)

Setelah menerima dan mengakui perasaan tersebut, sekarang waktunya mengomunikasikan. Cari waktu, tempat, serta suasana yang pas untuk mengobrolkan hal ini pada pasangan.

Ingatlah bahwa pasangan adalah partnermu, bukan musuh atau orang asing. Jangan gunakan sikap defensif yang berlebihan, malah akan jadi kerikil dalam hubungan kalian. Sebaliknya, gunakan kata-kata yang terbuka dan apa adanya.

Gak apa-apa untuk jadi vulnerable di depan doi. Justru hal tersebut bisa jadi benang erat dalam hubungan kalian.

3. Hindari asumsi dan pemikiran “dia pasti tahu”

ilustrasi pasangan (pexels.com/Ron Lach)

Ketika mengomunikasikan hal sensitif, kita cenderung jadi pihak pasif dan berharap pasangan tahu begitu saja. Padahal, sikap demikian sama sekali gak benar dan memicu banyak konflik yang gak perlu.

Kerendahan hati adalah kunci. Kalau terus menuruti ego pribadi, kamu akan selamanya mempertahankan image positif. Alih-alih menjadi apa adanya, kamu justru membohongi dirimu dan pasangan.

Mengomunikasikan dengan terbuka berarti berhenti berasumsi bahwa pasanganmu pasti tahu. Dengan demikian, kamu akan belajar untuk terbuka dan mengizinkan doi mengenal dirimu lebih dalam.

Komitmen dalam hubungan bukan hanya tentang hal baik dan menyenangkan, melainkan juga untuk hal-hal sedih, menyakitkan, dan konflik. Sebelum rasa tidak aman menyabotase hidupmu dan malah bermanifestasi jadi sikap manipulatif, yuk segera komunikasikan dengan jujur dan terbuka pada pasangan. Gak perlu jadi sempurna, cukup apa adanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article