"Kemungkinan terbesar yang ditunjukkan untuk berada dalam pernikahan utuh dengan kualitas tertinggi adalah di antara mereka yang menikah pada usia 22–25 tahun," dikutip Huffpost.
5 Manfaat Nikah di Usia Ideal, Bikin Sehat Mental!

Memasuki usia 20-an, perempuan kerap mendapatkan pertanyaan kapan akan menikah, begitupun juga laki-laki. Gak heran, di usia-usia ini memang sudah dinilai cukup dan menjadi standar ideal untuk menikah.
Dilansir Huffpost, penelitian menunjukkan bahwa pernikahan yang dimulai ketika seorang perempuan berusia 18 tahun, dua kali lebih mungkin berakhir dengan perceraian dibandingkan yang dimulai ketika dia berusia 22 tahun. Selain itu, menikah di usia ideal ini juga banyak mengandung manfaat, lho.
Apa saja itu? Daripada semakin penasaran, yuk langsung simak ulasan lengkapnya di bawah ini yang jarang diketahui.
1. Membuatmu lebih bahagia

Menurut laporan Knot Yet 2013 dari National Marriage Project yang dilansir Huffpost, persentase tertinggi orang yang berusia 20 hingga 28 tahun menganggap diri mereka sangat puas dengan kehidupan adalah dengan menikah, dibandingkan melajang. Terlebih lagi, jumlah terbesar wanita yang menggambarkan pernikahan mereka sebagai "sangat bahagia", ketika mereka berusia 24 hingga 26 tahun.
Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pernikahan tertinggi ada pada usia 20-an keatas. Gak heran, jika saat ini banyak orang yang sudah menikah di usia kepala dua tersebut.
2. Membuatmu jadi jarang minum alkohol

Sebuah studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam Journal of Health and Social Behavior, menemukan bahwa orang dewasa muda yang menikah dan bertunangan melaporkan frekuensi mabuk lebih rendah. Frekuensinya lebih rendah daripada mereka yang tidak berada dalam hubungan romantis yang serius.
"Pernikahan dan pertunangan kemungkinan membawa rasa tanggung jawab dan kewajiban yang tinggi dan kalender sosial yang kurang aktif, yang mengarah pada lebih sedikit mabuk," terang penulis studi tersebut, dilansir Huffpost.
Ini merupakan manfaat yang baik, jika mengingat alkohol dapat memberi dampak yang buruk untuk kesehatan. Menghindari alkohol memiliki banyak manfaat kesehatan, yakni penurunan berat badan, tidur lebih nyenyak, kulit lebih baik, dan penurunan risiko beberapa jenis kanker.
3. Cenderung menikah dengan orang yang cocok

Manfaat selanjutnya, tentu kamu akan cenderung menikah dengan seseorang yang sangat cocok denganmu. Banyak orang berpikir dengan menunda pernikahan, dapat semakin besar peluang mereka untuk menemukan seseorang yang cocok untuk mereka.
Namun, penelitian yang dilansir artofmanliness menunjukkan bahwa kamu lebih mungkin untuk menikahi rekan hidupmu yaitu seseorang yang memiliki banyak kesamaan denganmu jika menikah di usia 20-an dibandingkan nanti. Hal itu sangat masuk akal. Biasanya, pasangan yang menikah di usia 20-an sering bertemu di perkuliahan, saat hidupmu dikelilingi oleh banyak orang yang memiliki usia, minat, dan latar belakang yang sama.
"Meskipun pencarian dapat membantu anda menemukan pasangan yang lebih baik, kumpulan lajang yang tersedia menjadi sedikit seiring waktu, mungkin dalam lebih dari satu cara," kata Dr. Meg Jay, penulis The Defining Decade, dilansir artofmanliness.
Ya, semakin lama kamu menunda mencari pasangan untuk menikah, semakin sedikit orang yang lajang dan memiliki kecocokan denganmu. Lebih mudah menemukan seseorang yang menjadi pasanganmu ketika di kelas, klub, dan ekstrakurikuler yang kamu minati, kan?
4. Cenderung melahirkan pernikahan yang bahagia

Pernikahan memang tidak selalu berjalan lurus dan bahagia. Tentu ada lika-liku yang akan dilewati bersama. Namun, pernikahan di usia ideal ternyata dapat menghasilkan pernikahan yang lebih bahagia, dibandingkan usia lainnya.
Hal tersebut diungkap dari sebuah studi tahun 2010 yang dilansir artofmanliness, menemukan fakta bahwa pasangan yang menikah antara usia 22 dan 25 lebih cenderung menggambarkan pernikahan mereka "sangat bahagia" daripada pasangan yang menikah di kelompok usia lainnya. Para peneliti berspekulasi alasan kepuasan pernikahan menurun setelah usia 25 adalah karena pasangan yang menikah lebih tua sering merasa seperti mereka "menetap" dengan pasangan pernikahan yang kurang ideal.
5. Memiliki manfaat emosional dan kesehatan yang baik

Memang tidak dianjurkan untuk terburu-buru menikah, tetapi jika kamu memamg sudah merasa siap untuk langkah berikutnya, lakukanlah. Penelitian mengatakan tidak ada keuntungan menunda pernikahan.
"Seseorang berusia 25 tahun yang memenuhi prospek pernikahan yang sangat baik akan disarankan untuk melewatkan kesempatan itu hanya karena dia merasa belum pada usia yang ideal untuk menikah. Terlebih lagi, menunda pernikahan di atas usia pertengahan dua puluhan akan menyebabkan hilangnya manfaat emosional dan kesehatan, yang akan dihasilkan oleh pernikahan yang baik selama sebagian masa dewasa muda," ujar sosiolog Norval Glenn dan Jeremy Uecker dilansir Huffpost.
Seperti yang dikatakan sosiolog tersebut, jika menikah di atas usia pertengahan 20-an akan kehilangan manfaat emosional dan kesehatan. Kebanyakan, menikah di usia tersebut terasa lebih banyak bahagianya.
Informasi di atas merupakan beberapa manfaat menikah di usia ideal. Apakah kamu setuju dengan pandangan di atas?