Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tanda Perubahan Emosional Teman yang Perlu Diwaspadai
ilustrasi berbicara (pexels.com/ SHVETS production)
  • Perubahan emosional teman patut diperhatikan bila drastis, berlangsung lama, dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, karena mereka belum tentu langsung bercerita atau meminta bantuan.
  • Tanda yang perlu diwaspadai meliputi mendadak pendiam dan menjauh, mudah marah karena hal kecil, atau tiba-tiba sangat ceria setelah lama tampak tertekan.
  • Kehilangan minat, mengabaikan perawatan diri, serta rutinitas makan, tidur, atau kerja dapat menjadi sinyal untuk menanyakan kabar dengan lembut dan menawarkan bantuan konkret.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap orang pasti pernah mengalami perubahan suasana hati dan itu wajar saja. Ada hari ketika temanmu terlihat sangat ceria, lalu besoknya lebih pendiam dari biasanya. Hal seperti ini sebenarnya normal karena emosi memang bisa naik-turun tergantung situasi yang sedang dihadapi.

Namun, kalau perubahan tersebut terasa sangat drastis, berlangsung cukup lama, atau mulai memengaruhi kehidupan, sudah sepatutnya kamu waspada. Teman yang sedang mengalami kesulitan belum tentu akan bercerita atau langsung meminta bantuan. Karena itu, mengenali perubahan perilakunya penting dilakukan sebelum terlambat.

1. Tiba-tiba menjadi sangat pendiam dan menjauh

ilustrasi wanita melamun (pexels.com/olly)

Perubahan yang cukup mudah dikenali adalah ketika teman yang biasanya aktif tiba-tiba menjadi sangat pendiam. Dia mulai jarang membalas pesan, menolak ajakan bertemu, atau lebih sering sendirian. Kalau sesekali ingin menyendiri tentu bukan masalah. Setiap orang membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri untuk recharge energi.

Yang perlu diperhatikan adalah perubahan yang jauh berbeda dari kebiasaannya dan terus berlangsung. Misalnya, temanmu biasanya paling aktif di grup chat, belakangan hampir tidak pernah ikut ngobrol. Dia juga mulai sering membatalkan rencana tanpa alasan yang jelas. Kamu bisa mulai tanyakan kabarnya dan berikan ruang jika dia belum siap bercerita.

2. Mudah marah atau tersinggung karena hal kecil

ilustrasi marah dengan teman (pexels.com/liza-summer)

Teman yang biasanya santai tiba-tiba mudah tersulut emosi juga patut diperhatikan. Hal kecil yang biasanya dianggap bercanda, sekarang membuatnya marah. Ngobrol biasa bisa berubah menjadi pertengkaran, atau dia terlihat jauh lebih sensitif ketika menerima komentar dari orang lain.

Perubahan emosi terkadang muncul ketika seseorang sedang menghadapi tekanan yang tak terlihat oleh orang lain. Masalah pekerjaan, konflik keluarga, persoalan hubungan, tekanan finansial, bisa bikin stres. Kalau kamu melihat perubahan seperti ini, jangan ikut memperkeruh keadaan. Berikan kesempatan untuk menenangkan diri dan ajak bicara ketika suasana sudah lebih kondusif.

3. Terlihat sangat ceria secara tiba-tiba setelah lama terpuruk

ilustrasi bahagia bersama teman (unsplash.com/omarlopez1)

Perubahan emosional gak selalu terlihat sebagai kesedihan atau kemarahan. Justru, perubahan yang sangat mendadak menjadi sangat ceria juga janggal, terutama jika sebelumnya dia terlihat sangat tertekan. Misalnya, selama beberapa waktu temanmu terlihat murung, dan menarik diri. Kemudian, tiba-tiba mendadak terlihat sangat tenang atau bersemangat.

Kondisi memang gak otomatis berarti sesuatu yang buruk. Bisa saja memang ada hal positif yang terjadi dalam hidupnya. Yang bisa kamu lakukan adalah tetap memperhatikan pola secara keseluruhan. Jika kamu benar-benar khawatir, tanyakan kabarnya secara langsung dengan lembut. Jangan membuatnya merasa sedang diinterogasi, ya!

4. Kehilangan minat pada hal yang biasanya disukai

ilustrasi merasa lelah (pexels.com/cottonbro)

Temanmu yang biasanya gak pernah melewatkan olahraga, bermain game, atau nongkrong tiba-tiba tidak tertarik lagi melakukan semua itu. Sekali atau dua kali tentu bukan masalah. Namun, jika dia terus kehilangan minat terhadap aktivitas yang membuatnya senang, perubahan tersebut layak diperhatikan.

Jangan menghujaninya dengan banyak pertanyaan integrogatif. Tanyakan apakah akhir-akhir ini dia sedang merasa lelah atau apakah ada sesuatu yang ingin dibicarakan. Jangan pula memaksanya untuk langsung bercerita. Bisa jadi dia sendiri belum memahami apa yang sedang dirasakan.

5. Mulai mengabaikan diri sendiri dan rutinitas sehari-hari

ilustrasi tidur (pexels.com/Anastasia Lashkevich)

Perubahan emosional yang perlu diwaspadai juga bisa terlihat dari cara seseorang merawat dirinya. Teman yang sebelumnya disiplin, kini ia mulai sering melewatkan makan, jarang mandi, tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak, bahkan sering absen dari pekerjaan. Perubahan semacam ini tidak selalu berarti seseorang sedang mengalami masalah psikologis.

Namun, kalau beberapa perubahan terjadi bersamaan dan berlangsung cukup lama, ada baiknya kamu tidak mengabaikannya. Kamu bisa menawarkan bantuan yang sederhana dan konkret. Misalnya, mengajaknya makan bersama, menemani pergi ke suatu tempat, atau sekadar menghubunginya untuk memastikan kondisinya baik-baik saja.

Perubahan emosional pada teman gak selalu berarti sesuatu yang serius. Namun, ketika perubahan tersebut terasa drastis, berlangsung terus-menerus, dan mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari, kamu boleh menjadikannya alasan untuk memberikan perhatian lebih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article