Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Kamu Benar-benar Jatuh Cinta atau Sekadar Kesepian?
ilustrasi pasangan (pexels.com/SHVETS production)
  • Rasa kesepian bisa memicu seseorang menjalin hubungan, namun hal itu tidak selalu berarti cintanya palsu jika kualitas pasangan sesuai dengan kebutuhan emosionalnya.
  • Faktor utama yang membuat hubungan bertahan bukanlah rasa kesepian, melainkan karakter, kecocokan, dan kemampuan pasangan saling mendukung kesejahteraan jangka panjang.
  • Tanda hubungan sulit dipertahankan muncul saat komunikasi memburuk, pertengkaran terus terjadi, hingga hilangnya kedekatan atau munculnya perselingkuhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjalin hubungan dapat sangat membingungkan karena situasi atau kondisi tertentu, seperti rasa kesepian dari salah satu pihak atau keduanya. Ketika seseorang diliputi rasa kesepian, kemungkinan ia akan lebih mudah menginginkan kehadiran orang lain untuk mengisi kekosongan emosional yang dirasakan dengan menjalin hubungan.

Namun, perasaan yang tumbuh dari kondisi tertentu tidak selalu berarti cinta tersebut tidak nyata. Seiring berjalannya waktu, orang-orang yang terlibat dalam hubungan itu dapat menilai apakah perasaan tersebut masih layak untuk dipertahankan atau tidak. Jika kamu mengawali hubungan karena rasa kesepian, apakah kamu sebenarnya tak mencintai pasanganmu?

1. Apakah kamu benar-benar jatuh cinta atau hanya merasa kesepian?

ilustrasi pasangan yang sedang konflik. (pexels.com/Keira Burton)

Kita bisa jatuh cinta pada seseorang tak hanya karena karakter orang tersebut, namun juga didorong pada kondisi saat kita bertemu dengan orang tersebut. Misalnya, ketika kesepian. Profesor Aaron Ben-Ze'ev Ph.D. dalam Psychology Today, menyebut kebutuhan akan rasa aman atau keinginan untuk ditemani dapat memengaruhi pilihan pasangan tanpa kita sadari. Oleh karenanya, tak heran jika seseorang mungkin merasa sangat cocok pada pasangannya di awal hubungan, namun kemudian menyadari bahwa perasaan tersebut lebih banyak lahir karena kebutuhan situasional.

Kondisi ini tak lantas berarti bahwa cinta yang tumbuh dari kesepian dalah cinta yang keliru. Jika kualitas pasangan memang sesuai dengan kebutuhan, maka hubungan jangka panjang tetap dapat berjalan. Hal ini dapat berbalik apabila salah satu menyadari jika hubungan ini hanya berjalan karena rasa kesepian dan tak ada keinginan untuk menjalani kehidupan bersama.

2. Daripada kesepian, faktor ini lebih kuat untuk mempertahankan hubungan

Ilustrasi pasangan yang sedang bertengkar (pexels.com/Ron Lach)

Alasan seseorang jatuh cinta tidak selalu sama dengan alasan hubungan tersebut tetap bertahan. Rasa kesepian, krisis pribadi, atau ekspektasi memberi peran dalam menumbuhkan perasaan cinta, namun seiring berjalannya waktu, faktor-faktor tersebut dapat menjadi kurang penting.

Analisis yang dipaparkan dalam Psychology Today menyebut, aspek yang lebih esensial adalah karakter pasangan, kecocokan, serta kemampuannya untuk mendukung kesejahteraan satu sama lain dalam jangka panjang. Jadi, apabila seseorang jatuh cinta dalam situasi tertentu, termasuk keadaan kesepian, alasan untuk mempertahankan hubungan tetap didasarkan pada karakter pasangan. Hal ini menjadi dasar yang lebih kuat bagi seseorang mempertahankan hubungan daripada kondisi ketika saling jatuh cinta di awal.

3. Lalu, apa yang menjadi tanda bahwa hubungan tak dapat dipertahankan?

Ilustrasi pasangan (pexels.com/HONG SON)

Setelah memahami bahwa rasa kesepian tak selalu berkontribusi pada gagalnya hubungan, pahami tanda bahwa hubungan mungkin tak dapat dipertahankan lagi. Verywell Mind mencatat beberapa tanda bahwa pasangan mungkin tak lagi mencintaimu.

Masalah umum yang terjadi dalam hubungan adalah komunikasi yang tidak berkualitas dan terjadinya pertengkaran secara terus-menerus. Setelah terjadi pertengkaran yang tak ada habisnya, momentum selanjutnya tak kalah membingungkan, yakni enggan menghabiskan waktu bersama, kurangnya kedekatan, hingga perselingkuhan. Hal-hal semacam ini dapat menjadi pertimbangan, apakah sebaiknya hubungan dilanjutkan atau tidak.

Dapat dikatakan, tak masalah jika mengawali hubungan dengan perasaan kesepian. Hubungan romantis akan tetap berjalan jika bersama orang yang tepat. Namun, karakter pasangan menjadi penentu yang lebih penting daripada situasi awal.

Curated For You

Editorial Team

Related Article