Ilustrasi pasangan bertengkar (unsplash.com/Photo by Jorick Jing)
Silent treatment adalah perilaku ketika seseorang dengan sengaja menghentikan komunikasi sebagai bentuk hukuman, penolakan, atau cara untuk mengendalikan orang lain. Orang yang melakukan silent treatment biasanya mengabaikan pesan, tidak mau menjawab pertanyaan, menghindari kontak mata, atau berpura-pura seolah-olah orang lain tidak ada.
Tujuannya bukan untuk menenangkan diri, melainkan membuat pihak lain merasa bersalah, bingung, atau tertekan hingga akhirnya mengikuti keinginannya. Dalam hubungan yang sehat, konflik memang bisa membuat seseorang membutuhkan waktu untuk berpikir.
Namun, silent treatment berbeda karena tidak disertai penjelasan mengenai alasan mengapa komunikasi dihentikan atau kapan pembicaraan akan dilanjutkan. Akibatnya, pihak yang menerima perlakuan tersebut sering merasa cemas, ditolak, bahkan mempertanyakan harga dirinya sendiri.
"Silent treatment juga dikenal sebagai pengabaian, melibatkan pengabaian yang disengaja terhadap seseorang. Hal ini sering digunakan sebagai alat manipulasi, kontrol, dan hukuman dalam keluarga dan hubungan. Bentuk pelecehan emosional ini layak mendapat perhatian lebih karena potensi bahayanya," jelas psikoterapis Kaytee Gillis, LCSW, dari laman Psychology Today.