Ilustrasi pasangan bertengkar (unsplash.com/Photo by Jakob Owens)
Meminta me time bukan berarti mengabaikan orang yang kita sayangi. Kuncinya adalah menyampaikan kebutuhan tersebut secara jujur dan jelas. Misalnya, katakan, "Aku sedang merasa kewalahan dan butuh waktu sekitar satu jam untuk menenangkan diri. Setelah itu kita lanjut ngobrol, ya."
Kalimat seperti di atas memberikan kepastian bahwa jeda tersebut bersifat sementara, bukan bentuk penolakan atau hukuman. Selain menjelaskan alasan, penting juga untuk menepati komitmen yang telah disampaikan. Jika sudah berjanji akan kembali melanjutkan pembicaraan setelah satu atau dua jam, usahakan benar-benar melakukannya.
Tindakan ini menunjukkan bahwa kita tetap menghargai perasaan pasangan atau orang lain. Sebaliknya, jika me time terus diperpanjang tanpa kabar, orang lain bisa merasa diabaikan dan salah paham menganggapnya sebagai silent treatment.
Silent treatment dan me time sama-sama melibatkan sikap diam, tetapi memiliki tujuan dan dampak yang sangat berbeda. Silent treatment digunakan untuk menghukum, mengendalikan, atau menghindari komunikasi sehingga dapat melukai hubungan dan kesehatan emosional orang lain. Sebaliknya, me time merupakan cara yang sehat untuk memulihkan diri agar dapat kembali berkomunikasi dengan lebih tenang dan konstruktif.