Menjadi pribadi yang selalu siap membantu memang bukan hal yang salah. Namun ketika terlalu sering mengutamakan orang lain hingga mengabaikan kebutuhan diri sendiri, kebiasaan itu justru bisa melelahkan. Fenomena inilah yang belakangan dikenal sebagai flamingo era, yaitu kecenderungan untuk terus mengatakan "iya" karena merasa tidak enak menolak.
Sekilas, sikap seperti ini terlihat sebagai bentuk kepedulian. Padahal, di baliknya banyak orang yang diam-diam merasa kewalahan karena sulit menetapkan batasan. Waktu istirahat berkurang, pekerjaan menumpuk, hingga energi terkuras demi memenuhi harapan orang lain.
Karena itu, semakin banyak anak muda mulai menyadari bahwa mengatakan "tidak" bukan berarti bersikap egois. Sebaliknya, berani menetapkan batas justru menjadi bagian dari self-care dan cara menjaga hubungan agar tetap sehat. Lalu, bagaimana cara menolak tanpa terus dihantui rasa bersalah?
