Dulu menikah sering dianggap sebagai salah satu tanda seseorang sudah ‘mapan’ dalam hidup. Setelah lulus sekolah atau kuliah, bekerja, lalu menemukan pasangan, pernikahan seolah menjadi tahap berikutnya yang harus dijalani. Namun, bagi sebagian Gen Z, urutannya tidak selalu sesederhana itu. Ada biaya hidup yang terus berjalan, pekerjaan yang belum tentu stabil, kebutuhan untuk membantu keluarga, hingga keinginan membangun kehidupan pribadi sebelum memikirkan kehidupan bersama pasangan.
Karena itu, ketika semakin banyak anak muda menunda pernikahan, belum tentu artinya mereka anti-pernikahan atau tidak percaya pada hubungan jangka panjang. Pertanyaannya kemudian bukan “Kenapa Gen Z tidak mau menikah?”, melainkan “Apa yang membuat mereka merasa belum ingin atau belum siap menikah?”
