Apa kamu pernah merasa terjebak dalam obrolan atau kesepakatan yang bikin hati rasanya agak mengganjal? Niatnya cuma mau jadi teman yang asyik atau pasangan yang pengertian, tapi ujung-ujungnya kamu malah merasa terpaksa mengiyakan sesuatu. Nah, di sinilah pentingnya buat kamu mengenal konsep FRIES (Freely given, Reversible, Informed, Enthusiastic, Specific) dalam komunikasi sehari-hari. Kadang orang jadi terlalu sungkan untuk bilang "gak", padahal batasan diri itu penting banget buat dijaga biar hubungan tetap sehat.
Kalau masalah batas-batasan ini terus kamu biarkan dan gak diatasi, ujung-ujungnya kamu sendiri yang bakal capek hati, lho. Kamu rentan merasa dimanfaatkan, kehilangan jati diri, dan akhirnya malah jadi rentan burnout dalam berinteraksi dengan orang-orang di sekitarmu. Untungnya, konsep FRIES hadir sebagai lima pilar persetujuan (consent) yang sehat dan saling menghargai. Konsep ini bantu kamu dan lawan bicara agar sama-sama merasa aman, didengar, serta bebas menentukan pilihan tanpa rasa bersalah.
