Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Menemani Seseorang Mencari Bantuan Profesional Itu Penting?
ilustrasi meminta bantuan profesional (pexels.com/Alex Green)
  • Menemani proses mencari bantuan dapat membuat langkah pertama terasa lebih ringan.

  • Dukungan teman membantu seseorang tetap menjalani proses bantuan profesional.

  • Kepekaan terhadap tanda bahaya penting agar seseorang bisa segera mendapat pertolongan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Meminta bantuan menjadi langkah besar bagi mereka yang sedang mengalami masa sulit. Setelah mengatakannya, masih ada urusan lain yang harus dilakukan, mulai dari mencari tempat untuk berkonsultasi sampai benar-benar datang dan menceritakan apa yang sedang terjadi. Tidak sedikit orang yang sudah berniat mencari bantuan, tetapi kemudian mengurungkan niat ketika harus menjalani semua proses itu sendirian.

Di sinilah, teman atau orang terdekat bisa mengambil peran. Bukan untuk mengambil alih keputusan, apalagi berpura-pura bisa menyelesaikan masalah, melainkan mereka bisa menemani ketika ada yang sedang mencoba untuk mendapatkan pertolongan. Dalam rangka menyambut Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, hal sederhana seperti ini juga penting dibicarakan. Itu karena mencari bantuan tidak selalu menjadi langkah yang mudah dilakukan sendirian.

1. Mencari tempat bantuan bisa jadi langkah pertama yang berat

ilustrasi bantuan profesional (pexels.com/Timur Weber)

Ketika seseorang sedang sangat kewalahan, mencari tenaga profesional saja bisa terasa seperti pekerjaan besar. Ia harus menentukan ingin mencari bantuan ke mana, membuat janji, mencari informasi biaya, lalu menyesuaikan waktu untuk datang. Semua itu mungkin terlihat sederhana bagi orang lain, tetapi belum tentu terasa demikian bagi orang yang sedang kesulitan menjalani hari.

Teman bisa membantu tanpa mengambil keputusan tersebut. Sebagai contoh, kamu bisa duduk bersama sambil mencari informasi atau menawarkan untuk mengantar ketika jadwal konsultasi sudah dibuat. Kadang, yang dibutuhkan bukan orang yang punya jawaban, melainkan seseorang yang berkata, “Kalau kamu mau, kita cari bareng.”

2. Ada rasa takut yang muncul saat pertama kali bertemu

ilustrasi takut (pexels.com/vii wolves)

Pertemuan pertama dengan tenaga profesional juga bisa membuat seseorang gugup. Ia mungkin tidak tahu harus mulai bercerita dari mana atau khawatir tidak bisa menjelaskan apa yang sebenarnya sedang dirasakan. Karena belum pernah menjalani proses tersebut, membayangkan pertemuan pertama saja kadang sudah membuat seseorang ingin mundur.

Kehadiran teman dapat membuat perjalanan menuju pertemuan pertama terasa lebih mudah. Kamu bisa menemani sampai tempat konsultasi, menunggu selama konsultasi jika ia menginginkannya, atau menjemput setelah selesai. Kamu tidak perlu ikut masuk atau mengetahui isi pembicaraan, kecuali ia memang meminta dan layanan tersebut mengizinkan.

3. Setelah bertemu profesional belum tentu langsung terasa ringan

ilustrasi bertemu profesional (pexels.com/SHVETS production)

Satu kali konsultasi bukan tombol yang bisa membuat semua masalah hilang. Ada orang yang justru merasa lelah setelah akhirnya menceritakan hal-hal yang selama ini disimpan. Ada pula yang masih bingung dengan apa yang harus dilakukan setelah pertemuan pertama.

Karena itu, jangan buru-buru menuntut teman untuk terlihat lebih baik setelah mendapatkan bantuan. Tanyakan saja apakah ia ingin ditemani pulang, makan bersama, atau beristirahat. Kalau ia ingin bercerita tentang pengalamannya, dengarkan tanpa memaksa mengetahui bagian yang tidak ingin ia ceritakan.

4. Teman bisa membantu agar janji tidak berhenti pada rencana

ilustrasi menenangkan teman (pexels.com/Alena Darmel)

Punya niat mencari bantuan dan benar-benar datang untuk mendapatkannya merupakan dua hal berbeda. Seseorang bisa saja mengatakan ingin berkonsultasi minggu depan. Namun, ketika harinya tiba, ia membatalkan karena merasa takut, malu, atau kembali menganggap dirinya tidak membutuhkan bantuan. Bukan berarti niat sebelumnya tidak sungguh-sungguh.

Kalau teman memang ingin melanjutkan bantuan, kamu bisa membantunya mengingat jadwal atau menawarkan tumpangan. Tidak perlu terus bertanya, “Jadi, kapan kamu ke sana?” dengan nada mendesak. Lebih baik tanyakan, “Besok jadi berangkat? Kalau kamu mau, aku bisa temenin.”

5. Kamu bisa tahu saat teman membutuhkan bantuan lebih cepat

ilustrasi teman membutuhkan bantuan (pexels.com/SHVETS production)

Menemani mencari bantuan juga membuat kamu lebih dekat dengan keadaan teman. Kalau selama proses tersebut ia mengatakan ingin mengakhiri hidup, ingin menyakiti diri, sudah memikirkan cara untuk melakukannya, atau merasa tidak bisa menjaga dirinya sendiri, situasinya perlu dianggap serius. Dalam keadaan seperti itu, jangan hanya menunggu jadwal konsultasi berikutnya.

Segera libatkan orang yang bisa datang dan membantu secara langsung. Jika ada keadaan darurat atau teman sudah melakukan sesuatu yang membahayakan diri, cari pertolongan medis secepatnya dan jangan meninggalkannya sendirian. Kamu tidak perlu menjadi orang yang menangani semuanya sendiri karena keselamatan teman jauh lebih penting daripada kekhawatiran dianggap ikut campur.

Mendampingi teman mencari bantuan bukan berarti kamu harus selalu berada di sampingnya atau ikut mengetahui semua masalah yang sedang dihadapi. Ada saatnya peranmu hanya mengantar, menunggu, mengingatkan jadwal, atau memastikan ia tidak harus melewati langkah pertama seorang diri. Dalam pencegahan bunuh diri, kepedulian seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi justru bisa membuat seseorang lebih mudah sampai pada bantuan yang memang ia perlukan.

Ketika menghadapi masalah hidup yang terasa begitu berat hingga muncul keinginan untuk mengakhiri hidup, ingatlah bahwa kamu tidak harus menghadapinya sendirian. Cari dukungan dari orang yang dipercaya atau tenaga profesional agar kamu mendapatkan bantuan yang tepat. Kamu juga dapat menghubungi +628113855472 (Love Inside Suicide Awareness) atau 119 ekstensi 8 (konseling psikologi SEJIWA) untuk memperoleh dukungan psikososial.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article