Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Putus Cinta Bikin Beberapa Orang Tambah Semangat Kerja? Anomali
ilustrasi bekerja (pexels.com/AI25.Studio Studio)

Putus cinta identik dengan perasaan yang sangat sedih dan menghilangkan semangat menjalani hari. Kebanyakan orang bahkan menangis saat hubungan berakhir hingga beberapa lama setelahnya. Ada juga orang yang saking patah hatinya sampai ingin mengakhiri hidup.

Akan tetapi, meski gak sebanyak orang yang terlihat sangat berduka, ada juga orang yang malah terlihat lebih bersemangat pasca putus. Salah satunya tampak dari semangatnya dalam bekerja. Mereka seperti karyawan baru lagi yang sedang ingin menunjukkan kinerja terbaiknya.

Biar atasan terkesan dan masa percobaan berubah menjadi status karyawan kontrak. Perilakunya bisa bikin teman-teman tak menyangka bahwa sebenarnya mereka sedang kurang baik-baik saja. Apakah mereka berpura-pura semangat bekerja atau ada alasan lain yang mendasarinya?

1. Ingin mengalihkan perhatian dari pahitnya pengalaman

ilustrasi bekerja (pexels.com/Mikhail Nilov)

Secara alami orang lebih mudah mengingat peristiwa buruk daripada pahit. Apalagi kejadian yang sangat pribadi seperti hubungan asmaranya dengan seseorang. Unsur emosi sangat kuat di sini.

Jalinan cinta selama sekian tahun yang kandas tidak mungkin tak menyisakan kepahitan dalam benaknya. Agar dia tidak dilumpuhkan kesedihan yang mendalam, ia memerlukan pengalih perhatian. Sifat pengalih perhatian harus cukup menyita pikirannya.

Kalau gak begitu, dia tetap bakal memikirkan kembali peristiwa putus itu dan sedih lagi. Bekerja menjadi cara yang jitu buat menyedot fokusnya. Gak ada jadwal lembur pun boleh jadi orang yang sedang patah hati menawarkan bantuan pada kawan yang pekerjaannya belum beres. Daripada dia pulang cepat, bengong di rumah, kemudian ingin menangis lagi.

2. Merasa harus membuktikan diri pada mantan

ilustrasi bekerja (pexels.com/Jonathan Borba)

Kandasnya hubungan setelah sekian lama juga kerap menantang rasa gengsi. Malu kalau sampai mantan pacar melihat hidupnya terpuruk pasca putus. Apalagi bila penyebab kegagalan hubungan ialah masa depannya dianggap gak prospektif.

Mantannya memilih jalan bareng orang lain yang terlihat lebih sukses. Sebagian orang boleh jadi bakal seumur hidup minder apabila mengalami kejadian begini. Akan tetapi, ada pula orang yang malah sebaliknya.

Dia menjadikan momen terluka hebat ini sebagai titik tolak untuk membangun kariernya sekuat tenaga. Ini tetap butuh proses. Namun, ia berjanji pada diri sendiri bahwa hasil atas kerja keras itu kudu terlihat dalam 5 sampai 10 tahun mendatang, misalnya.

3. Gak mau hancur dua-duanya

ilustrasi bekerja (pexels.com/Anna Shvets)

Putus cinta tentu menyedihkan. Namun, itu bukan puncak kesedihan. Kondisi terburuk ialah apabila seseorang gagal dalam dua hal sekaligus, yaitu cinta dan karier. Hidupnya mau jadi apa?

Karier seperti pilar utama dalam kehidupan orang dewasa. Ketika seseorang sedang gak beruntung dalam percintaan, ia harus memastikan pekerjaan tetap lancar. Dia bakal stres berat apabila pekerjaan ikut berantakan.

Tentu semua orang menginginkan baik asmara maupun urusan cari nafkah berjalan beriringan. Akan tetapi, impian begini kadang sulit terwujud apalagi di masa muda. Minimal orang yang lagi putus cinta masih punya pekerjaan sebagai pegangan.

Beberapa teman yang tahu kesedihannya barangkali bersedia memaklumi seandainya kinerjanya agak menurun. Namun, dia sendiri justru tak mau itu sampai terjadi. Ia bersikap lebih keras pada diri sendiri supaya hidup masih dalam kendalinya.

4. Lingkungan kerja menjadi support system terbaiknya

ilustrasi bekerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Bahkan ada orang yang bilang bahwa lebih baik kehilangan kekasih daripada teman. Ini menggambarkan pentingnya peran kawan dalam kehidupan manusia. Pacar cuma satu, sedangkan teman pasti lebih banyak sekalipun gak semuanya akrab.

Teman sebanyak itu bisa sangat membantu seseorang yang lagi hancur karena cinta. Kawan-kawan yang mengetahui cerita sedihnya bakal secara terang-terangan kasih support. Sementara teman yang gak paham duduk masalahnya pun tetap memberikan suntikan energi.

Justru ketidaktahuan mereka membuat seseorang lebih nyaman di tempat kerja. Ia terhindar dari pertanyaan-pertanyaan yang masih enggan dijawabnya. Dia cuma merasakan energi untuk bekerja sebaik mungkin saat berada di tengah-tengah mereka. Juga mengobrol dan bercanda santai di jam istirahat.

5. Bebas dari orang toksik dan hubungan penuh drama rasanya enteng

ilustrasi di kantor (pexels.com/Yan Krukau)

Umumnya orang putus cinta memang sedih. Namun, ternyata perasaan tersebut sangat tergantung dari tipe pasangannya. Kalau selama seseorang berpacaran tidak bahagia dan malah tersiksa, putus adalah jalan yang sudah dinantikannya sejak dulu kala.

Hanya saja prosesnya gak semudah keinginan. Boleh jadi pacarnya tak mau hubungan itu berakhir walau telah kacau balau. Saat akhirnya impian tersebut terwujud, seseorang terbebas dari situasi yang tidak menyenangkan.

Gak ada lagi kekasih yang toksik serta selalu menguras emosinya. Hidup yang sekian lama diwarnai drama percintaan langsung kembali damai. Otomatis ia mempunyai energi penuh buat bekerja. Pasca putus, dia malah seperti terlahir kembali.

Gak ada orang pacaran yang punya cita-cita putus. Setiap pasangan pasti tadinya ingin selamanya bersama sampai menikah. Akan tetapi, ketika hubungan harus berakhir ternyata gak semua orang lantas kehilangan semangat kerja apalagi semangat hidupnya. Mereka sudah paham bahwa hidup ini bukan cuma soal pacaran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article