Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Momen Canggung yang Hampir Selalu Terjadi saat Bukber
ilustrasi bukber (pexels.com/fauxels)
  • Topik terlalu spesifik atau pertanyaan personal sering membuat suasana meja mendadak canggung.

  • Perbedaan selera menu dan pesanan tambahan bisa memicu momen kikuk singkat.

  • Sesi foto yang berulang kali membuat momen pamit jadi terasa lama dan sedikit canggung.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Aktivitas saat buka bersama (bukber) memang terdengar sederhana, yaitu datang, makan, ngobrol, pulang. Namun, begitu banyak orang dengan latar berbeda duduk di satu meja, selalu ada momen kecil yang bikin suasana mendadak kikuk. Bukan karena drama besar, justru hal-hal sepele yang bikin orang saling lirik sebentar lalu pura-pura biasa saja. Bukber tetap menyenangkan, tetapi hampir selalu menyisakan satu dua situasi yang terasa canggung. Berikut lima momen tersebut.

1. Satu meja terdiam karena topik tiba-tiba terlalu spesifik

ilustrasi bukber (pexels.com/Matheus Bertelli)

Awalnya, obrolan masih aman, seputar kabar dan life update. Lalu, tiba-tiba satu orang membawa topik yang terlalu spesifik, misalnya urusan kantor yang cukup internal atau gosip lingkar pertemanan tertentu. Separuh meja langsung aktif untuk kepo, separuh lagi hanya mungkin sibuk mengaduk minuman atau main HP. Tidak enak rasanya bila memotong, tetapi juga sulit ikut masuk.

Biasanya, ada yang mencoba mengalihkan pembicaraan, tetapi sering gagal karena topik sudah telanjur panjang. Orang yang tidak paham hanya tersenyum sambil mengangguk. Situasi ini mungkin tidak lama, tetapi cukup membuat meja terasa terbelah. Bukber yang harusnya menyatukan banyak orang malah terasa seperti dua kelompok kecil.

2. Pesanan sudah diatur, tetapi ada yang tidak cocok dengan menu

ilustrasi bukber (pexels.com/Denys Gromov)

Banyak bukber sekarang memang memakai sistem reservasi lengkap dengan paket makanan. Secara praktis, semua sudah terlihat tertata sejak awal. Namun, justru di situ kadang muncul momen canggung, terutama ketika ada yang baru menyadari menunya tidak sesuai selera, misalnya tidak makan pedas, alergi bahan tertentu, atau ternyata porsinya terlalu besar.

Biasanya orang tersebut tidak langsung mengeluh karena merasa tidak enak pada panitia. Ia hanya makan sedikit atau diam-diam memesan tambahan sendiri. Situasi ini sering membuat meja terasa agak kikuk beberapa saat. Semua terlihat normal, tetapi ada satu dua orang yang tampak tidak benar-benar menikmati hidangan mereka.

3. Pertanyaan personal yang datang tanpa aba-aba

ilustrasi bukber (pexels.com/Jack Sparrow)

Di tengah obrolan santai, tiba-tiba muncul pertanyaan yang terlalu menohok. Beberapa contohnya seperti soal rencana menikah, gaji, atau alasan belum pindah kerja. Si penanya mungkin tidak bermaksud apa-apa, tetapi penerima butuh waktu sebelum menjawab. Satu meja bisa langsung lebih sunyi dari biasanya.

Biasanya, ada yang cepat-cepat mengganti topik agar tidak melebar. Namun, rasa kikuknya sudah sempat terasa. Bukber memang ajang bertemu, tetapi tidak semua hal nyaman dibahas di depan banyak orang. Momen seperti ini sering terjadi tanpa direncanakan, bahkan terus berulang tiap tahunnya.

4. Paket sudah jelas, tetapi tetap ada yang bingung soal tambahan

ilustrasi bukber (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Dalam banyak kegiatan bukber, harga sebenarnya sudah diketahui sejak awal karena memakai paket reservasi. Semua orang biasanya sudah sepakat soal nominal sebelum datang. Namun, momen kikuk sering muncul justru dari pesanan tambahan yang tidak masuk paket. Bisa jadi ada yang menambah minuman, dessert, atau menu di luar daftar.

Situasi menjadi canggung ketika pelayan menanyakan siapa yang memesan tambahan tersebut. Orang yang memesan kadang tidak langsung sadar atau lupa bahwa itu di luar paket. Sementara, yang lain saling menunggu siapa yang akan mengaku lebih dulu. Tidak ada konflik besar, hanya momen sunyi beberapa detik yang terasa panjang. Setelah jelas, suasana biasanya kembali santai seperti semula.

5. Foto bersama yang terlalu diulang

ilustrasi foto bersama (pexels.com/ELEVATE)

Menjelang pulang, sesi foto biasanya jadi penutup yang tidak bisa dilewati. Awalnya cuma satu dua jepretan, lalu tiba-tiba berubah jadi berkali-kali karena ada mata yang terpejam, wajah yang tertutup, atau merasa belum pas. Posisi duduk digeser, kursi ditarik, bahkan ada yang berdiri lagi, padahal sudah siap pulang.

Setelah itu, semua orang ikut mengecek hasilnya di layar masing-masing. Ada yang meminta ulang karena pencahayaannya kurang terang, ada juga yang baru sadar belum ikut dalam foto sebelumnya. Situasi ini tidak sampai membuat suasana buruk, hanya saja momen pamit jadi molor dari rencana. Bukber akhirnya benar-benar selesai setelah semua sepakat, “Oke, yang ini saja.”

Bukber tidak pernah benar-benar bebas dari momen canggung, tetapi justru itu yang membuatnya terasa memorable. Tidak semua harus sempurna untuk bisa dinikmati. Kadang, bagian yang sedikit kikuk itulah yang justru paling diingat setelah acara selesai. Kalau versi kamu, apa momen canggung yang sering terjadi saat buka puasa?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎