Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Realitas yang Baru Terasa setelah Hubungan Masuk Tahun Ketiga
ilustrasi hubungan (pexels.com/Andres Ayrton)

Tiga tahun pacaran merupakan waktu yang cukup lama untuk hafal kebiasaan satu sama lain. Kamu mungkin tahu dia gampang bad mood kalau belum makan atau selalu bilang terserah padahal sebenarnya punya pilihan sendiri. Hal-hal kecil seperti itu mungkin dulu belum kelihatan karena kalian masih sibuk saling mengenal.

Setelah lewat beberapa tahun, pacaran juga gak melulu soal jalan berdua atau saling memberi kabar, kok. Ada banyak urusan yang mulai ikut masuk ke dalam hubungan, sementara beberapa kebiasaan yang dulu dianggap sepele ternyata bisa bikin kesal. Buat kamu yang sudah pacaran selama tiga tahun atau lebih, mungkin ada beberapa hal yang terasa makin terasa belakangan ini.

1. Ketemu di rumah saja sudah terasa menyenangkan

ilustrasi pasangan (unsplash.com/Toa Heftiba)

Waktu baru pacaran, rasanya ada saja yang mau dilakukan setiap kali bertemu. Makan di tempat baru, nonton film, pergi ke mal, atau mencari tempat nongkrong yang belum pernah didatangi. Kalau cuma ketemu lalu duduk di rumah, mungkin malah terasa seperti kurang niat berkencan.

Setelah lama bersama, ceritanya bisa berbeda. Makan sambil nonton televisi, pesan makanan yang itu-itu lagi, atau pergi ke minimarket bareng sudah cukup untuk mengisi waktu bersama. Kadang malah lebih nyaman seperti itu karena kalian gak perlu sibuk mencari kegiatan setiap kali bertemu. Mau diam-diaman sambil main HP masing-masing pun gak selalu terasa canggung.

2. Kebiasaan yang dulu bikin gemas bisa bikin naik darah

ilustrasi datang terlambat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Awal pacaran memang sering membuat kebiasaan aneh pasangan terlihat lucu. Dia yang suka cerita panjang, misalnya, mungkin dulu malah bikin kamu senang mendengarkannya. Begitu juga dengan kebiasaan telat, lupa membalas pesan, atau meninggalkan barang sembarangan.

Setelah tiga tahun, kamu sudah melihat kebiasaan itu berkali-kali. Kalau terus dilakukan dan mulai mengganggu, tentu rasanya berbeda. Kamu pun mungkin baru sadar kalau ternyata ada beberapa kebiasaanmu yang selama ini diam-diam bikin pasangan kesal. Jadi, lama pacaran bukan berarti kalian otomatis cocok dalam segala hal.

3. Minta maaf saja kadang belum cukup

ilustrasi minta maaf (pexels.com/SHVETS production)

Masalah yang muncul setelah bertahun-tahun pacaran biasanya sudah lebih beragam. Kalian bisa bertengkar karena pekerjaan, uang, keluarga, waktu bertemu, sampai soal rencana menikah. Persoalannya juga gak selalu selesai hanya karena salah satu sudah bilang maaf.

Contohnya, pasangan kesal karena kamu terlalu sering membatalkan janji akibat pekerjaan. Setelah bertengkar, kamu minta maaf dan dia menerima. Kalau minggu berikutnya kejadian yang sama terulang, tentu masalahnya balik lagi. Mau gak mau, kalian harus membicarakan apa yang sebenarnya bisa dilakukan supaya kejadian tersebut gak terus berulang.

4. Pertanyaan soal masa depan mulai susah dijawab sambil bercanda

ilustrasi ngobrol (unsplash.com/Toa Heftiba)

“Nanti kalau nikah mau tinggal di mana?” mungkin dulu cuma jadi bahan bercandaan. Begitu hubungan sudah berjalan tiga tahun, pertanyaan semacam itu bisa bikin kalian benar-benar berpikir. Bukan berarti setelah tiga tahun kalian harus langsung menikah, tetapi wajar kalau masing-masing mulai ingin tahu rencana pasangan.

Obrolannya bisa melebar ke mana-mana. Misalnya, siapa yang ingin tetap bekerja setelah menikah, mau tinggal dekat keluarga atau merantau, bagaimana membagi pengeluaran, sampai soal punya anak. Dari pembicaraan seperti ini, kalian bisa menemukan hal-hal yang ternyata selama ini belum pernah dibahas.

5. Sayang saja gak selalu menyelesaikan masalah

ilustrasi masalah (pexels.com/RDNE Stock project)

Sudah tiga tahun bersama tentu ada banyak sekali kenangan yang tercipta. Kalian mungkin sudah saling kenal dengan keluarga masing-masing, pernah melewati masa sulit, dan tahu cerita pasangan yang bahkan gak diketahui banyak orang. Semua momen itu berharga, tetapi tetap akan selalu ada masalah yang gak bisa selesai hanya dengan mengingat kenangan baik semacam itu.

Salah satu mungkin sedang sibuk kerja, sementara yang lain ingin lebih sering bertemu. Ada juga moment ketika masalah keluarga atau urusan pribadi bikin seseorang jadi lebih gampang marah. Dalam keadaan seperti itu, hubungan tetap perlu dijalani oleh dua orang yang mau bicara dan mendengarkan, bukan cuma mengandalkan perasaan sayang.

Tiga tahun pacaran memang bisa membuat kalian saling mengenal dibanding saat baru jadian. Ada kebiasaan yang makin disukai, ada juga yang ternyata baru terasa mengganggu sering berjalannya waktu. Kalau hubunganmu sudah sampai tiga tahun, bagian mana yang paling terasa berubah dibanding saat awal pacaran?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article