Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Tretinoin? Dikenal Ampuh Atasi Kulit Berjerawat
ilustrasi wajah berjerawat (pexels.com/Anna Nekrashevich)
  • Tretinoin adalah retinoid sintetis turunan vitamin A yang diresepkan untuk jerawat, sekaligus membantu menyamarkan kerutan, hiperpigmentasi, tekstur tidak merata, dan kerusakan akibat sinar matahari.
  • Berbeda dari retinol yang lebih ringan dan dijual bebas, tretinoin lebih kuat serta berpotensi mengiritasi kulit sensitif; bahan ini mempercepat pergantian sel, mencegah komedo, dan mendukung produksi kolagen.
  • Penggunaan tretinoin dilakukan malam hari dalam jumlah sedikit, disertai pelembap dan pembatasan paparan matahari; konsultasi dokter diperlukan, terutama bagi ibu hamil, menyusui, atau pemilik kulit sensitif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebagian orang mungkin pernah mendengar tretinoin sebagai bahan yang digunakan untuk anti penuaan. Namun selain untuk atasi anti aging, tretinoin ternyata juga bisa digunakan untuk membantu mengatasi jerawat dan mempercepat regenerasi kulit.

Lantas, apa itu tretinoin dan bagaimana cara kerjanya pada kulit? Meski dikenal efektif untuk jerawat, penggunaannya perlu dilakukan dengan tepat agar manfaatnya optimal dan risiko iritasi dapat diminimalkan.

1. Apa itu tretinoin?

ilustrasi menggunakan produk tretinoin (unsplash.com/Christin Hume)

Dr. David Lortscher, dokter kulit bersertifikat, dikutip dari Byrdie, menjelaskan, tretinoin merupakan salah satu turunan dari vitamin A (retinoid) yang paling ampuh. Di kalangan dokter kulit, tretinoin dinilai sebagai bahan patokan untuk mengobati jerawat, kerutan, garis-garis halus, dan warna kulit yang tidak merata.

Bahan ini menjadi yang paling sering diresepkan untuk mengatasi jerawat. Namun, tretinoin juga punya manfaat lain untuk kesehatan kulit, salah satunya mengatasi tanda-tanda penuaan seperti garis-garis halus, kerutan, tekstur kulit yang tidak diinginkan, hiperpigmentasi, dan kerusakan akibat sinar matahari.

2. Perbedaan treatinoin dan retinol

ilustrasi serum (pexels.com/Karolina Grabowska)

Baik tretinoin maupun retinol, keduanya termasuk dalam sekelompok senyawa yang berasal dari vitamin A. Secara umum, bahan-bahan tersebut merupakan produk perawatan kulit tropikal yang mengatasi masalah kulit serupa. Cara kerjanya adalah dengan mendorong pengelupasan kulit yang tampak lebih halus.

Kendati demikian, kedua bahan ini juga gak sepenuhnya sama persis dan punya perbedaan. Dikutip dari Healthline, Ann Pietrangelo (penulis) dan Philip Ngo (apoteker) menjelaskan perbedaannya sebagai berikut.

Retinol

  • Bentuk alami vitamin A

  • Lebih ringan dan cenderung tidak terlalu mengiritasi kulit sensitif

  • Dapat diperoleh tanpa resep dokter

  • Banyak ditemukan dalam produk kosmetik dan perawatan kulit yang dijual bebas

Tretinoin

  • Bentuk sintetis dari vitamin A

  • Lebih kuat dibandingkan retinol

  • Hanya tersedia dengan resep dokter

  • Cenderung kurang dapat ditoleransi oleh kulit sensitif

Jika kamu sudah mencoba retinol tetapi merasa hasilnya belum terlihat, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai kemungkinan penggunaan tretinoin untuk membantu mengatasi masalah kulit.

3. Manfaat tretinoin

ilustrasi kulit wajah sehat (pexels.com/Shiny Diamond)

Tretinoin punya cukup banyak manfaat untuk kesehatan kulit, salah satunya dapat mengeksfoliasi kulit. Dokter kulit Anna Karp, melalui Byrdie, mengatakan, tretinoin dapat meningkatkan pergantian sel dan secara kimiawi mengelupas lapisan atas kulit, sehingga kulit lebih cerah, warnanya rata, serta mampu meredakan peradangan akibat jerawat.

"Jerawat adalah penyakit multifaktorial dengan peningkatan sel kulit mati yang memenuhi pori-pori dan menyebabkan komedo. Bakteri juga sering berkembang di dalam pori-pori sehingga kondisi jerawat menjadi lebih parah. Tretinoin membantu mengangkat sel kulit mati sebelum menumpuk dan membentuk komedo, sekaligus mencegah pori-pori menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab jerawat," jelas Karp.

Selain itu, tretinoin juga bisa membantu meningkatkan produksi kolagen yang membuat kulit tampak kencang, kenyal, dan awet muda. Dengan penggunaan yang tepat, tretinoin dapat mengurangi tampilan bekas jerawat yang berlubang dan bertekstur, sehingga kulit jadi lebih halus.

4. Hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan tretinoin

ilustrasi ibu hamil melakukan skincare (pexels.com/Matilda Wormwood)

Meskipun punya segudang manfaat yang baik untuk kulit, tetapi penggunaan tretinoin tak bisa sembarangan. Kamu harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai kondisi kulit yang sedang dialami.

Selain itu, Ngo juga menyarankan untuk informasikan mengenai beberapa kondisi penting kepada dokter seperti, apakah kamu sedang hamil atau berencana hamil, serta apakah kamu sedang menyusui. Selain itu, beri tahu juga seberapa sering kamu terpapar sinar matahari, serta obat apa yang sedang dikonsumsi saat ini. Hal ini penting agar terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan.

5. Cara penggunaan tretinoin

ilustrasi melakukan rutinitas skincare (pexels.com/Sora Shimazaki)

Tretinoin digunakan pada malam hari setelah membersihkan wajah. Sebelum mengaplikasikannya pada kulit, Ngo menyampaikan tahapan-tahapannya, di antaranya:

  • Bersihkan wajah dari makeup dan dan kotoran.

  • Gunakan krim atau gel tretinoin sebanyak ujung jari.

  • Oleskan dengan lembut pada area kulit tertentu yang membutuhkan perawatan.

  • Tretinoin biasanya akan langsung meresap ke kulit.

  • Hindari pengunaan yang terlalu banyak karena berisiko membuat kulit iritasi.

Saat menggunakan tretinoin, hindari mengaplikasikannya di area mata, hidung, atau mulut. Setelahnya, gunakan pelembap untuk membantu mengatasi kulit kering atau mengelupas selama penggunaan tretinoin. Selain itu, sebaiknya minimalkan juga paparan terhadap sinar matahari atau ultraviolet, serta pengunaan produk kosmetik yang cenderung mengiritasi kulit.

6. Efek samping

ilustrasi iritasi kulit (pexels.com/Ron Lach)

Salah satu efek samping yang paling umum dari penggunaan tretinoin adalah kulit menjadi kering, mengelupas, atau kemerahan. Untuk mengurangi risiko tersebut, penggunaan tretinoin sebaiknya disertai pelembap agar kulit tetap terhidrasi dan tidak mudah mengalami iritasi.

"Saya rasa mengoleskan pelembap diikuti tretinoin adalah cara termudahah. Kamu bisa juga menggunakan teknik lapisan pelembap kedua, yang dikenal sebagai 'retinol sandwich'," jelas Karp.

Meski dapat digunakan oleh banyak orang, tretinoin perlu diperhatikan jika kamu memiliki kulit sangat sensitif atau rosacea. Tretinoin sebaiknya tidak digunakan oleh orang yang sedang hamil atau berencana untuk hamil. Jika memiliki kondisi tertentu atau ragu menggunakannya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau dokter kulit.

Tretinoin dikenal sebagai salah satu bahan aktif yang efektif untuk membantu mengatasi jerawat dan memperbaiki kondisi kulit. Namun, penggunaannya perlu dilakukan dengan tepat karena dapat menimbulkan iritasi, terutama pada kulit sensitif. Jika ingin menggunakannya, pastikan berkonsultasi dengan dokter agar pemilihan dan penggunaannya sesuai dengan kondisi kulit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article