Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Memperkuat Hair Barrier agar Rambut Gak Mudah Kering dan Patah
ilustrasi mengikat rambut (pexels.com/cottonbro)
  • Kutikula sebagai pelindung rambut menjaga kelembapan serta melindungi dari panas, UV, dan bahan kimia; kerusakannya dapat memicu rambut kering, kusut, mengembang, dan patah.
  • Perkuat hair barrier dengan sampo, kondisioner, masker, atau leave-in pelembap; batasi alat panas, gunakan heat protectant, dan beri jeda pada pewarnaan maupun proses kimia.
  • Perlakukan rambut basah secara lembut, hindari ikatan ketat, lindungi dari lingkungan dan gesekan saat tidur, serta dukung kesehatan rambut melalui pola makan bergizi seimbang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Istilah skin barrier mungkin sudah akrab di dunia kecantikan. Akan tetapi, rambut juga memiliki lapisan pelindung yang perlu dijaga, yaitu kutikula. Lapisan terluar rambut ini membantu mempertahankan kelembapan sekaligus melindungi rambut dari panas, sinar UV, dan paparan bahan kimia.

Jika rusak akibat terlalu sering styling, perawatan kimia, atau kebiasaan merawat rambut yang kurang tepat, rambut bisa lebih mudah kering, kusut, mengembang, dan patah. Lantas, bagaimana cara memperkuat hair barrier agar rambut tetap sehat? Yuk, simak caranya berikut ini!

1. Gunakan produk perawatan yang membantu menjaga kelembapan

ilustrasi mengaplikasikan produk ke rambut (pexels.com/rdne)

Langkah pertama memperkuat hair barrier adalah menjaga rambut tetap terhidrasi dengan sampo dan kondisioner yang sesuai. Pilih produk yang mengandung lipid, protein, atau bahan pelembap untuk membantu menghaluskan kutikula, lalu lengkapi dengan masker atau leave-in conditioner sesuai kebutuhan.

Kondisioner membantu menjaga rambut tetap lembap, mudah diatur, dan minim gesekan. Kandungan seperti keratin dapat memperkuat serat rambut, sementara ceramide membantu mendukung lapisan pelindungnya agar rambut lebih halus dan gak mudah patah.

“Hal yang dapat dilakukan oleh produk perawatan adalah mengembalikan fungsinya dengan mengisi celah pada struktur rambut, memperkuat ikatan, atau menggantikan lipid yang hilang,” ujar Dr. Anna Zakhozha, Dokter Spesialis Dermatologi di Hortman Clinics Dubai, dikutip dari Vogue.

2. Batasi penggunaan alat styling dengan pemanas

ilustrasi blow out rambut (unsplash.com/awcreativeut)

Terlalu sering menggunakan hair dryer, catokan, atau alat pengeriting dapat membuat kutikula rambut perlahan terangkat dan melemah. Kondisi tersebut menjadi semakin berisiko jika rambut sering terpapar suhu tinggi tanpa perlindungan yang memadai. Karena itu, sebisa mungkin gunakan alat styling pada suhu paling rendah yang masih efektif untuk menata rambut.

Sebelum menggunakan alat panas, jangan lupa aplikasikan heat protectant pada rambut sesuai petunjuk penggunaan produknya. Hindari pula menahan alat panas terlalu lama pada satu bagian rambut karena paparan panas yang berulang dapat memperparah kerusakan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko rambut kering, kasar, dan mudah patah.

“Panas yang tinggi menyebabkan kerusakan pada rambut dan kutikula rambut,” ujar Dr. Aya Ahram, Dokter Spesialis Kulit bidang medis, kosmetik, dan bedah di Hudson Dermatology and Laser Surgery, dikutip dari Byrdie.

3. Perlakukan rambut dengan lebih lembut setelah keramas

ilustrasi wanita mengeringkan rambut (unsplash.com/themephotos)

Rambut membutuhkan perhatian ekstra ketika masih basah karena kondisinya lebih rapuh dan lebih mudah mengalami kerusakan. Setelah keramas, hindari menggosok rambut dengan handuk secara keras karena gesekan dapat membuat helaian rambut kusut dan patah. Sebagai gantinya, tekan atau peras perlahan air berlebih menggunakan handuk microfiber.

Kamu juga bisa mengurangi kebiasaan menyisir rambut secara kasar, terutama ketika rambut masih kusut atau sangat basah. Gunakan sisir bergigi jarang dan uraikan rambut secara perlahan mulai dari bagian ujung sebelum bergerak ke bagian atas. Cara ini membantu mengurangi tarikan yang tidak perlu pada helaian rambut dan membuat proses detangling terasa lebih aman.

4. Kurangi gaya rambut yang terlalu ketat

ilustrasi menata rambut (pexels.com/cottonbro)

Mengikat rambut terlalu kencang dapat memberi tekanan pada helaian dan folikel, terlebih jika dilakukan berulang setiap hari. Kebiasaan ini juga meningkatkan risiko rambut patah, jadi sesekali biarkan rambut tergerai atau pilih gaya yang lebih longgar.

Jika perlu mengikat rambut, gunakan aksesori yang tidak terlalu mencengkeram dan hindari tarikan hingga membuat kulit kepala terasa sakit. Untuk penggunaan sehari-hari, pilih gaya rambut pelindung yang longgar agar rambut tetap rapi tanpa terlalu banyak tekanan.

“Hindari gaya rambut yang terlalu ketat untuk mengurangi rambut patah dan tekanan pada folikel rambut,” ujar Dr. Aya Ahram.

5. Kurangi paparan bahan kimia dan berikan jeda pada rambut

ilustrasi wanita mencoba produk hair care (pexels.com/cottonbro)

Pewarnaan, bleaching, perm, dan pelurusan kimia dapat mengubah atau membuka kutikula rambut. Jika terlalu sering dilakukan, rambut bisa kehilangan kekuatan dan elastisitas sehingga terasa kasar dan mudah patah. Karena itu, beri jeda di antara perawatan kimia agar rambut tidak mengalami terlalu banyak proses dalam waktu berdekatan.

Kamu gak harus berhenti melakukan perawatan rambut yang disukai, tetapi sesuaikan frekuensinya dengan kondisi rambut. Setelah menjalani proses kimia, fokuskan perawatan pada menjaga kelembapan dan mengurangi gesekan, terutama jika rambut mulai terasa kering, rapuh, atau mudah putus.

6. Lindungi rambut dari faktor lingkungan

ilustrasi wanita rambut lebat (pexels.com/bennielbester)

Sinar UV, polusi, dan air sadah (air yang memiliki kandungan mineral tinggi) dapat melemahkan lapisan pelindung rambut, meningkatkan porositas, serta membuatnya lebih kasar, kusam, dan mudah rusak. Karena itu, menjaga hair barrier gak cukup hanya dengan memperhatikan produk saat keramas.

Gunakan produk pelindung saat beraktivitas di luar ruangan dan perhatikan penumpukan mineral jika tinggal di wilayah dengan air sadah. Mengurangi paparan berlebihan dapat membantu rambut tetap lembap dan meminimalkan kerusakan.

7. Perhatikan kebiasaan saat tidur

ilustrasi tidur (pexels.com/olly)

Gesekan rambut dengan bantal sepanjang malam bisa menambah tekanan pada helaian, terutama jika rambut sudah kering atau rapuh. Untuk menguranginya, kamu bisa menggunakan sarung bantal berbahan sutra atau satin yang lebih minim gesekan.

Selain itu, hindari tidur dengan rambut masih basah karena kondisinya lebih rapuh dan mudah patah. Pastikan rambut sudah kering sebelum tidur dan pilih ikatan yang longgar jika perlu menatanya.

8. Jangan lupakan asupan nutrisi

ilustrasi membuat makanan sehat (pexels.com/mastercowley)

Kondisi rambut juga dipengaruhi oleh asupan nutrisi sehari-hari. Pola makan seimbang dengan cukup protein, vitamin, mineral, dan zat gizi lain dapat membantu mendukung kesehatan rambut.

Jadi, jangan hanya mengandalkan perawatan dari luar untuk memperkuat rambut. Lengkapi menu harian dengan protein, sayuran, buah, dan makanan bergizi lainnya serta konsultasikan dengan tenaga medis jika mengalami kerontokan atau perubahan rambut yang signifikan sebelum mengonsumsi suplemen.

Merawat hair barrier gak harus rumit, yang penting dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan kebutuhan rambut. Yuk, mulai lebih lembut memperlakukan rambut agar tetap kuat, sehat, dan gak mudah patah!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article