“Mereka menginginkan kekuasaan dan kendali. Mereka melakukannya dengan memancing emosi seseorang agar tidak seimbang, lalu mengulangi perilaku ini. Hal ini membuat mereka merasa kuat dan berkuasa, sementara korban dibiarkan bingung, bertanya-tanya apa yang sedang terjadi," kata Jerimya Fox, seorang konselor profesional berlisensi dan dokter Behavioral Health di Banner Behavioral Health Hospital, mengutip laman Banner Health.
Cara Menghadapi Mean Girls yang Suka Bullying saat Dewasa, Harus Tegas!

- Bullying oleh perempuan dewasa dapat terjadi di kerja, organisasi, atau lingkungan sosial, sering didorong keinginan menguasai dan meningkatkan harga diri dengan merendahkan orang lain.
- Perundungan biasanya berbentuk agresi relasional seperti gosip, pengucilan, manipulasi sosial, dan perusakan reputasi; media sosial mempermudah tindakan anonim serta dampaknya dapat memicu stres dan kecemasan.
- Korban disarankan memahami hak untuk dihormati, bersikap tegas, menetapkan batasan, tetap tenang, membatasi kontak termasuk memblokir media sosial, dan membangun pertemanan yang lebih sehat.
Karakter "mean girls" atau "gadis-gadis jahat" muncul di hampir setiap cerita film yang berlatar sekolah menengah dan perguruan tinggi. Yang populer, misalnya, adalah karakter Regina George dan gengnya dalam film Mean Girls.
Namun, bukan berarti para gadis jahat itu lulus dan tidak ada lagi perundungan (bullying) setelah sekolah atau kuliah. Kenyataannya, bullying bisa juga terjadi pada orang dewasa, di tempat kerja, organisasi, atau bahkan hanya di lingkungan sekitar.
Tidak semua gadis jahat merupakan siswi SMA yang super cantik dan modis. Mean girl saat dewasa juga bisa seorang ibu atau seorang perempuan yang berkarier. Mungkin saat ini, kamu sedang berhadapan dengan mean girls yang suka bullying saat dewasa. Berikut ada beberapa cara menghadapinya. Check this out!
1. Mengapa perempuan dewasa melakukan perundungan?

Ilustrasi '"mean girls" saat dewasa (pexels.com/Mikhail Nilov) Para perempuan dewasa yang berperilaku jahat, terus melakukan perundungan karena alasan yang sama seperti saat mereka masih remaja.
Perilaku mean girls sering kali merupakan agresi relasional atau agresi alternatif, bentuk perundungan sosial yang tidak langsung namun berbahaya. Tidak seperti kekerasan fisik, mereka yang terlibat dalam agresi relasional ingin membuat seseorang terlihat buruk di mata orang lain, menjatuhkan mereka, atau mengambil apa yang dimiliki orang lain.
Sejalan dengan itu, psikolog klinis Linda Blair berpendapat bahwa para mean girls dewasa belum menemukan cara untuk merasa nyaman dengan diri mereka sendiri dan mencoba meningkatkan harga diri mereka dengan merendahkan orang lain.
"Itulah yang membuat para pelaku perundungan terus berlanjut dan jika melihat kamu terpengaruh, mereka merasa berkuasa," ungkap Blair mengutip laman Grazia Daily.
2. Bagaimana mean girls melakukan bullying?

Ilustrasi '"mean girls" saat dewasa (pexels.com/Monstera Production) Kamu mungkin sudah sering melihat strategi yang sering digunakan perempuan untuk menyakiti orang lain. Bullying di antara perempuan dewasa mungkin lebih halus alias tidak melibatkan fisik. Ini termasuk gosip, mengucilkan orang lain, memanipulasi orang secara sosial, hingga merusak reputasi.
“Bullying di antara perempuan sering terjadi melalui pertemanan, lingkaran sosial, kolega, dan dinamika kelompok lainnya daripada konfrontasi langsung. Hal itu dapat menyulitkan identifikasi karena pelaku dapat mengklaim bahwa mereka 'hanya bercanda' atau bahwa tidak ada niat jahat yang terjadi," jelas Amanda B. Nickerson, Ph.D., Direktur Alberti Center for Bullying Abuse Prevention di University at Buffalo, SUNY, mengutip laman Real Simple.
Jenis perundungan ini mungkin lebih sulit dilaporkan karena sifatnya yang terselubung, tetapi tetap menyebabkan banyak kerusakan. Mungkin tidak ada satu tindakan pun yang tampak cukup serius untuk menimbulkan kekhawatiran, tetapi akumulasi penghinaan, pengucilan, dan serangan terhadap reputasi dapat membuat korban merasa terisolasi dan diremehkan. Hal itu dapat menyebabkan kecemasan, depresi, stres, kelelahan, dan penurunan kesejahteraan pada korban perundungan.
Media sosial juga membuat segalanya menjadi terlalu mudah untuk bersikap jahat, baik itu mengomentari seseorang di sekitar lingkungan kita atau seorang seleb yang berada ribuan kilometer jauhnya.
"Bullying tampaknya semakin buruk karena anonimitas yang diberikan oleh media sosial. Perempuan dapat merendahkan perempuan lain secara online tanpa harus mengungkapkan identitas mereka,” kata Erika Holiday, Psy.D., psikolog berlisensi, mengutip Real Simple.
Menurut Holiday, sikap perundungan online hampir seperti sedang menyamar. Pelaku tidak perlu menatap mata target, melihat luka yang diderita, atau menghadapi konsekuensi langsung yang dapat membuat kekejaman terasa lebih mudah dan lebih dapat diterima daripada jika dilakukan secara langsung.
Holiday menambahkan, perundungan antarperempuan tidak selalu dianggap seserius perundungan antarlaki-laki. Misalnya, melaporkan tindak bullying di tempat kerja tidak dianggap serius.
3. Cara menghadapi mean girls yang suka bullying saat dewasa

Ilustrasi '"mean girls" saat dewasa (pexels.com/cottonbro studio) Ketika kamu menjadi sasaran perlakuan jahat dari para gadis jahat, berikut ada beberapa cara menghadapi mean girls yang suka bullying saat dewasa:
Ketahui hak mendasar sebagai manusia
Pertama dan terpenting, ketahuilah hak asasi manusia, yaitu kamu berhak diperlakukan dengan hormat, berhak mendapatkan apa yang kamu bayar, berhak melindungi diri dari ancaman fisik, mental, dan emosional, dan kamu berhak untuk mengatakan 'tidak'.
Penting untuk bersikap tegas, perlakukan mean girls dengan setara, sapa dan tersenyumlah. Itu membuatmu merasa kuat dan mengurangi kekuatannya. Semakin kamu merasa berharga, semakin kamu bisa membangun harga diri sendiri dengan membela diri.
Berusahalah untuk memahami dan menunjukkan empati
Setelah membela diri, coba luangkan waktu untuk memahami perspektif pelaku perundungan. Cobalah sejenak menempatkan diri di posisi mereka.
Sering kali para pelaku bullying sebenarnya kurang memiliki harga diri dan kepercayaan diri. Dalam upaya meningkatkan harga dirinya, mereka menjadi suka mengontrol dan menuntut, mengasingkan orang lain, menyebarkan kebohongan dan rumor. Semuanya untuk menjelekkan orang lain dan membuat dirinya hebat dan populer.
Yang perlu kamu tahu, perilaku negatif mereka sepenuhnya ada hubungannya dengan dirinya sendiri dan tidak ada hubungannya denganmu. Bullying biasanya berakar dari kemarahan yang salah arah atau kebencian terhadap diri sendiri. Pelakunya kemungkinan besar sedang sangat menderita.
Buat batasan yang kuat
Tentukan apa yang bersedia kamu toleransi dan sebaliknya. Saat berbicara langsung dengan gadis jahat itu, tetapkan dan pertahankan batasan yang jelas dengannya, tetap tenang, dan hindari perilaku impulsif jika dia tidak merespons secara positif.
Setelah ini, hindari dan abaikan para mean girls itu sebisa mungkin. Misalnya, kamu bisa memblokirnya di media sosial.
Bangun persahabatan lain
Kelompok sosial adalah tempat berkembang biaknya kelompok-kelompok eksklusif. Ketahuilah bahwa kamu tidak harus berteman dengan semua orang, apalagi kalau kamu ditindas.
Kamu bisa bersikap sopan dan ramah, tetapi tidak perlu memaksakan sesuatu yang tidak saling menguntungkan. Maka, pilih lingkungan yang lebih positif dan bergaul bersama orang-orang yang mampu mengembangkan persahabatan denganmu, lebih sehat dan mendalam.
Nah, itulah cara menghadapi mean girls yang suka bullying saat dewasa. Sebagai penutup, pesan untukmu yang lagi mengalaminya, hidup terlalu singkat untuk dihabiskan bersama orang-orang yang memperlakukanmu dengan buruk.
Jadi, bertemanlah dengan orang-orang baik dan yang tidak mementingkan diri sendiri. Orang-orang seperti ini akan mengurangi dampak dari para mean girls saat dewasa. Semoga tipsnya bermanfaat!
























