Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Lebih Baik Kurban Kambing atau Domba? Ini Jawabannya

Lebih Baik Kurban Kambing atau Domba? Ini Jawabannya
ilustrasi hewan kurban (vecteezy.com/pichai pipatkuldilok)
Intinya Sih
  • Dalam syariat Islam, kambing dan domba memiliki kedudukan setara sebagai hewan kurban; perbedaan nilai terletak pada kualitas fisik, bukan jenisnya.
  • Syarat usia berbeda: kambing harus berumur lebih dari satu tahun, sedangkan domba boleh enam bulan jika sudah tampak dewasa dan sehat.
  • Kualitas hewan menentukan keutamaan kurban—harus gemuk, sehat tanpa cacat, dan hanya sah untuk satu orang per ekor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Setiap Muslim yang hendak berkurban tentu ingin memastikan ibadahnya diterima dengan sempurna. Termasuk dalam hal memilih hewan yang tepat sesuai syariat Islam.

Pertanyaan soal lebih baik kurban kambing atau domba kerap muncul menjelang Hari Raya Iduladha, padahal jawabannya menyimpan detail hukum dan kriteria yang jarang dibahas secara tuntas. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Table of Content

1. Kedudukan kambing dan domba dalam syariat kurban ternyata setara

1. Kedudukan kambing dan domba dalam syariat kurban ternyata setara

ilustrasi hewan kurban
ilustrasi hewan kurban (vecteezy.com/Artoniumw)

Banyak orang mengira domba lebih utama dari kambing atau sebaliknya, padahal ulama fikih tidak membuat hierarki antara keduanya dalam hal keabsahan kurban. Kambing dan domba sama-sama masuk kategori al-ghanam dalam istilah fikih Arab, yaitu kelompok hewan ternak kecil yang sah dijadikan hewan kurban berdasarkan Al-Qur'an surah Al-Hajj ayat 34 dan hadis-hadis sahih terkait. Perbedaan nilai antara keduanya bukan terletak pada jenisnya, melainkan pada kualitas fisik hewan yang dipilih. Ulama mazhab Syafi'i, termasuk Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab, menegaskan bahwa hewan kurban yang lebih gemuk, lebih banyak dagingnya, dan lebih mahal harganya memiliki nilai yang lebih tinggi di sisi Allah  tanpa membedakan apakah itu kambing atau domba. Artinya, seekor domba kurus bisa bernilai lebih rendah dibandingkan kambing gemuk berkualitas tinggi, dan begitu pula sebaliknya.

Di Indonesia, kambing lebih mudah ditemukan karena populasinya jauh lebih besar daripada domba. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 mencatat populasi kambing nasional mencapai sekitar 18,8 juta ekor, sementara domba hanya sekitar 12,5 juta ekor dan sebagian besar terkonsentrasi di Jawa Barat. Kondisi ini membuat kambing menjadi pilihan yang lebih praktis dan mudah diakses oleh kebanyakan masyarakat Indonesia, meskipun secara syariat tidak ada yang lebih unggul dari yang lain.

2. Syarat usia kambing dan domba berbeda dan wajib kamu perhatikan

ilustrasi kambing kurban
ilustrasi kambing kurban (vecteezy.com/Artoniumw)

Kesalahan paling umum yang terjadi saat membeli hewan kurban adalah mengabaikan syarat usia minimum, padahal ini salah satu penentu keabsahan ibadah kurban secara syariat. Kambing dan domba memiliki ketentuan usia yang berbeda, dan perbedaan ini bukan hal sepele. Kambing biasa (al-ma'z) wajib telah memasuki tahun kedua atau berusia lebih dari satu tahun penuh saat hendak di jadikan kurban. Sementara itu, domba (al-da'n) mendapat kelonggaran khusus yaitu boleh dikurbankan sejak usia enam bulan apabila fisiknya sudah tampak seperti domba dewasa dan sulit mendapatkan yang berusia lebih dari satu tahun.

Ketentuan ini termuat dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj karya Ibnu Hajar al-Haitami (909–974 H), salah satu rujukan utama fikih mazhab Syafi'i yang paling banyak dipakai di Indonesia. Kelonggaran usia pada domba inilah yang secara teknis menjadikannya sedikit lebih fleksibel dibandingkan kambing dari sisi pengadaan. Domba usia enam bulan yang sudah gemuk dan sehat sah untuk dikurbankan, sedangkan kambing di usia yang sama belum memenuhi syarat sama sekali. Jika kamu membeli kambing yang terlihat sehat tetapi ternyata belum genap satu tahun, kurban tersebut gugur kesahannya meskipun biayanya sudah kamu keluarkan.

3. Kriteria kualitas hewan yang menentukan mana pilihan terbaik untukmu

ilustrasi hewan kurban
ilustrasi hewan kurban (vecteezy.com/Andi Ariesda)

Setelah memahami bahwa kambing dan domba setara secara syariat, langkah berikutnya adalah memilih berdasarkan kualitas dan di sinilah letak perbedaan yang sesungguhnya bermakna. Para ulama sepakat bahwa semakin tinggi kualitas hewan kurban, maka semakin besar pula nilai pahala yang diperoleh pelakunya. Kriteria hewan kurban yang baik mencakup empat hal utama yakni tubuh gemuk dan berisi, daging yang banyak, kondisi fisik sehat tanpa cacat, serta harga yang mencerminkan kualitasnya. Hewan yang cacat secara nyata, seperti buta sebelah, pincang parah, sangat kurus hingga tulangnya terlihat, atau sakit  hukumnya tidak sah dijadikan kurban.

Ketentuan ini bersumber dari hadis riwayat al-Barra' bin 'Azib yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Imam at-Tirmidzi. Satu ketentuan penting lainnya: satu ekor kambing atau domba hanya sah untuk kurban satu orang, tidak boleh patungan seperti halnya sapi yang boleh ditanggung tujuh orang sekaligus. Secara praktis, domba ras unggul seperti domba Garut, Texel, atau Merino yang diternakkan secara intensif kerap memiliki bobot lebih besar dan daging lebih banyak dibandingkan kambing lokal pada kisaran harga yang sama. Namun, kambing Boer atau Peranakan Etawah (PE) yang dibesarkan dengan pakan berkualitas pun mampu melampaui bobot domba biasa. Jadi, fokuslah pada kualitas individu hewannya, bukan sekadar jenisnya, karena itulah yang benar-benar mencerminkan kesungguhan ibadah kurban yang kamu tunaikan.

Pada akhirnya, jawaban atas pertanyaan lebih baik kurban kambing atau domba bergantung pada ketersediaan, kemampuan finansial, dan kualitas hewan yang kamu temukan di lapangan. Pastikan hewan yang kamu pilih memenuhi syarat, bebas cacat, dan memiliki kualitas terbaik yang bisa kamu jangkau agar ibadah kurban benar-benar bernilai maksimal di sisi Allah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan

Related Articles