Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan (Kemhan) membenarkan menggelar program bela negara yang diikuti oleh 121 pelajar dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Tangerang Selatan, hingga Bekasi selama satu bulan di Universitas Pertahanan (Unhan). Program itu dimulai pada periode 5 September 2026 hingga 6 Oktober 2026. Kemhan membantah program bela negara sama dengan komponen cadangan (Komcad).
"Perlu kami luruskan, program ini bukan komponen cadangan dan bukan pula proses rekrutmen atau pendidikan untuk menjadikan peserta sebagai anggota militer," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, ketika dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).
Dia mengatakan, program tersebut merupakan program penguatan nasionalisme siswa atau siswi KKRI menuju generasi emas tahun 2026. Rico mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program pembinaan dan pembentukan karakter bagi generasi muda dengan menanamkan nilai dasar bela negara, wawasan kebangsaan, Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, kedisiplinan, budi pekerti, pembinaan mental dan jasmani serta keterampilan yang relevan bagi anak muda.
"Peserta juga mendapat materi literasi digital, desain grafis, dinamika kelompok, keterampilan IT hingga pemahaman mengenai bahaya narkoba dan terorisme. Jadi, pendekatannya cukup komprehensif tidak hanya kedisiplinan," ujar dia.
