Serangan Israel Tewaskan Satu Keluarga di Gaza, Termasuk Dua Anak

- Serangan udara Israel menghantam rumah keluarga Ahmad di Beit Lahiya, Gaza utara, menewaskan pasangan suami istri dan dua putri mereka berusia 12 serta 8 tahun.
- Militer Israel menyatakan serangan menargetkan fasilitas militer dan Muamen Ahmad, sementara serangan drone serta tembakan juga melukai warga di sejumlah wilayah Gaza.
- Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 1.300 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata Oktober 2025; total korban sejak Oktober 2023 melampaui 73 ribu orang.
Jakarta, IDN times - Seorang pria Palestina beserta istrinya dan kedua anak perempuan mereka tewas setelah serangan udara Israel menghantam rumah mereka di Gaza utara. Serangan tersebut terjadi di tengah gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025.
Dilansir Anadolu, pesawat tempur Israel mengebom rumah milik keluarga Ahmad di kota Beit Lahiya pada Kamis (10/9/2026) malam. Beberapa orang juga terluka dalam serangan tersebut, sementara banyak lainnya masih hilang di bawah reruntuhan.
“Jenazah empat anggota keluarga Ahmad ditemukan dalam kondisi terpisah-pisah,” kata seorang pejabat di Rumah Sakit Al-Shifa. Ia menambahkan bahwa kedua anak tersebut berusia 12 dan 8 tahun.
1. Militer Israel klaim targetkan fasilitas militer

serangan Israel di Gaza (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons) Dilansir The Straits Times, kerabat dan teman korban berdatangan ke Rumah Sakit Al-Shifa untuk memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah sebelum mereka dibawa ke tempat pemakaman. Tetangga mereka, Zuhair Al-Haisami, mengatakan bahwa serangan udara Israel menghantam rumah Ahmad pada pukul 02.00 dini hari saat mereka sedang tertidur.
"Tidak ada gencatan senjata. Tidak ada satu hari pun yang berlalu tanpa adanya korban jiwa atau orang yang terluka," ujarnya.
Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut menyasar sebuah fasilitas militer dan menewaskan Muamen Ahmad. Pihak militer tidak menyinggung mengenai istri atau anak-anaknya, tapi menyebutkan bahwa Ahmad belakangan ini terlibat dalam upaya melancarkan serangan teror terhadap pasukan Israel.
2. Israel serang sejumlah wilayah di Gaza pada Kamis

Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza (Jaber Jehad Badwan, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons) Jurnalis Al Jazeera, Shadi Shalhoub, mengungkapkan bahwa beberapa serangan terjadi di berbagai wilayah Gaza pada Kamis.
“Serangan drone Israel baru saja menargetkan sekelompok warga Palestina di kawasan al-Daraj, sebelah timur Kota Gaza. Serangan tersebut melukai tiga warga Palestina, termasuk satu orang dalam kondisi kritis, yang beberapa saat lalu tiba di Rumah Sakit Al-Shifa," ujarnya.
Banyak orang juga terluka akibat serangan drone Israel di kamp pengungsi Nuseirat dan kawasan al-Mawasi di Khan Younis. Beberapa di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis. Selain itu, pasukan Israel juga dikabarkan melepaskan tembakan ke arah warga Palestina di dekat kamp Jabalia.
Menurut pejabat setempat, beberapa warga Palestina juga terluka setelah serangan drone Israel menargetkan Masjid Al-Haq, yang terletak di sebelah barat kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah.
3. Lebih dari 1.300 warga Palestina di Gaza tewas sejak gencatan senjata

kehancuran di Jalur Gaza akibat serangan militer Israel (Jaber Jehad Badwan, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons) Gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat (AS) pada Oktober 2025 berhasil menghentikan pertempuran berskala besar, tetapi tidak sepenuhnya mengakhiri serangan Israel. Hingga kini, upaya menuju perdamaian permanen juga belum menunjukkan kemajuan berarti. Baik Hamas maupun Israel saling menuduh telah melanggar kesepakatan tersebut.
Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, lebih dari 1.300 warga Palestina telah tewas di wilayah tersebut sejak gencatan senjata diberlakukan. Secara keseluruhan, lebih dari 73 ribu warga Palestina tewas akibat serangan militer Israel di Gaza sejak perang meletus pada Oktober 2023. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.




















.jpg)

