Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
(Dokumentasi TNI AU)
Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi memimpin inspeksi pengadaan enam unit jet tempur T-50i di Korean Aerospace Industries di Korea Selatan. (Dokumentasi TNI AU)

Intinya sih...

  • Dua pesawat T-50i akan digunakan oleh TNI AU sebagai pesawat latih

  • Pesawat T50-i akan memperkuat Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi

  • Jet tempur T-50i digunakan untuk berlatih sebelum gunakan jet F-16

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - TNI Angkatan Udara (AU) pada pekan lalu menerima dua pesawat tempur T-50i besutan Korea Aerospace Industries (KAI). Dua pesawat latih itu telah tiba di Pangkalan Udara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Informasi soal ketibaan dua pesawat tempur T-50i itu berseliweran di media sosial.

Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, ia membenarkannya. Pesawat latih itu dikirim menggunakan kargo udara dari Negeri Ginseng.

"Dapat kami sampaikan bahwa saat ini telah tiba dua unit pesawat T-50i yang dikirimkan melalui kargo udara dari Korea Selatan ke Lanud Juanda," ujar Rico ketika dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).

Ia menambahkan, usai tiba di Sidoarjo, dua pesawat tempur itu dikirim ke Lanud Iswahjudi di Madiun, Jawa Timur. Di sana, pesawat akan menjalani perakitan ulang dan tahapan teknis lanjutan sesuai prosedur. Jenderal bintang satu itu memastikan proses pengiriman dua jet tempur itu melalui mekanisme resmi dan aman.

"Seluruh proses logistik dan pemindahan alutsista dilakukan melalui mekanisme resmi, aman, serta sesuai ketentuan yang berlaku," tutur dia.

1. Dua pesawat T-50i akan digunakan oleh TNI AU

Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi memimpin inspeksi pengadaan enam unit jet tempur T-50i di Korean Aerospace Industries di Korea Selatan. (Dokumentasi TNI AU)

Lebih lanjut, dua pesawat T-50i itu akan digunakan sebagai pesawat latih oleh TNI Angkatan Udara (AU). Pesawat tersebut merupakan bagian dari pengadaan alutsista pada 2025 lalu. Total ada enam jet tempur yang dibeli oleh Kemhan pada 2025 lalu. Nilai kontrak dari pembelian enam jet tempur T-50i mencapai 240 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp3,4 triliun.

Perkembangan pembelian jet tempur latih ini diawasi langsung oleh Wakil Kepala Staf TNI AU (Wakasau) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. "Kegiatan ini dilaksanakan untuk meninjau langsung perkembangan pengadaan enam unit pesawat T-50i yang nantinya akan memperkuat TNI AU," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana di dalam keterangan tertulis, Selasa (30/9/2025).

2. Pesawat T50-i akan memperkuat Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi

Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi memimpin inspeksi pengadaan enam unit jet tempur T-50i di Korean Aerospace Industries di Korea Selatan. (Dokumentasi TNI AU)

Semula dua jet tempur T-50i itu dijadwalkan tiba pada November 2025 lalu. Namun, baru bisa tiba pada Februari 2026. Pesawat tersebut akan memperkuat Skadron Udara 15 Wing 3 Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur. Saat ini Indonesia memiliki 15 unit T-50i Golden Eagle setelah insiden kecelakaan serius yang terjadi pada Desember 2015.

Ketika itu, T-50 Golden Eagle yang tengah melakukan aksi akrobatik terbang rendah dalam acara Yogya Airshow di Lapangan Udara TNI Adisucipto, meluncur dengan cepat ke area lapangan di belakang bandara. Pilot dan seorang kru jet meninggal dunia.

3. Jet tempur T-50i digunakan untuk berlatih sebelum gunakan jet F-16

Dua pesawat T-50 Golden Eagle dan satu F-16 Fighting Falcon bakal ikut demo HUT ke-77 TNI Angkatan Udara. (www.instagram.com/@militer.udara)

T-50i Golden Eagle dikembangkan KAI dengan bantuan produsen jet tempur AS, Lockheed Martin, sebagai salah satu jet dengan kemampuan serang yang ringan.

Peneliti pertahanan dan militer senior Marapi Consulting & Advisory, Beni Sukadis, mengatakan T-50 telah menjadi bagian dari skuadron TNI sejak 2013. Oleh angkatan udara Indonesia, jet ini digunakan untuk melatih para pilot agar dapat menerbangkan pesawat tempur F-16.

"Sebagai pesawat latih, sudah cukup memadai untuk transisi ke pesawat F-16. T-50 memiliki kemampuan membawa senjata, tapi senjata ringan, yaitu kanon ukuran kecil 20 mm, misil air to intercept (AIM) jarak menengah, juga bom cluster," kata Beni pada 2021 lalu.

Beni menilai, rencana penambahan enam armada T-50 bagi TNI AU sudah cukup untuk menyokong pengembangan kapasitas personel. “Untuk jumlah pesawat latih, saya pikir itu masih cukup,” ujarnya.

Editorial Team