Rusia Protes Pemindahan Makam Tentara Soviet di Lithuania

- Rusia memprotes keras pemindahan makam tentara Soviet di Lithuania dan menilai tindakan itu sebagai penistaan terhadap kehormatan prajurit yang gugur.
- Lithuania membantah tuduhan Rusia, menyebut kabar pemindahan makam sebagai tidak masuk akal serta menyoroti perusakan situs budaya mereka di Rusia.
- Wali Kota Elektrenai menjelaskan bahwa relokasi jasad 111 tentara Soviet dilakukan demi tempat yang lebih layak, sementara intelijen Lithuania menilai Rusia tengah bersiap menghadapi NATO.
Jakarta, IDN Times - Rusia memprotes Lithuania terkait dengan pemindahan makam tentara Uni Soviet. Moskow menyebut bahwa penggalian kembali makam tersebut adalah sebuah penistaan terhadap kehormatan tentara Soviet.
“Perusakan dan penistaan makam militer, termasuk yang terletak di luar negeri masuk dalam tindakan kriminal di Rusia. Kampanye buruk ini bertujuan untuk menodai tentara yang gugur dalam pertempuran di Lithuania,” terangnya, dikutip dari The Moscow Times, Rabu (3/6/2026).
Beberapa bulan terakhir, hubungan Rusia dan Lithuania semakin memanas. Ketegangan imbas masuknya drone Ukraina di negara Baltik yang diduga imbas alat perang elektronik Rusia.
1. Lithuania tolak tuduhan Rusia soal pemindahan makam

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Lithuania menolak tuduhan dari Rusia mengenai pemindahan makam Soviet. Menurutnya, tuduhan Moskow soal pemindahan makam adalah kabar bohong dan tidak masuk akal.
“Tuduhan secara berulang kali ke negara kami soal penguburan ulang tentara Uni Soviet yang tewas di Lithuania saat Perang Dunia II ini tidak benar dan tidak masuk akal,” tuturnya.
Sementara itu, Kemlu Lithuania juga mengingatkan bahwa situs budaya Lithuania di Rusia sudah dirusak. Perusakan itu terjadi di monumen tahanan di Tomsk dan monumen Kristijonas Donelaitis.
2. Wali Kota Elektenai sebut tidak ada penistaan kepada tentara Uni Soviet

Menanggapi tudingan Rusia, Wali Kota Elektrenai, Gediminas Ratkevicius mengatakan bahwa pemindahan makam tentara ini untuk ditempatkan di lokasi yang lebih pantas. Menurutnya, lokasi saat ini tidak cocok untuk makam tentara Soviet.
Dilansir LRT, Ratkevicius mengungkapkan bahwa jasad sekitar 111 tentara Soviet tersebut akan dipindah ke pemakaman Vievis yang lebih layak. Pemakaman tersebut hanya terletak beberapa meter dari lokasi makam saat ini.
3. Lithuania sebut Rusia siap berperang dengan NATO pada 2032

Pekan lalu, intelijen Lithuania mengatakan bahwa Rusia terus mengekspansi unit militernya di perbatasan NATO. Personel militer Rusia sudah menggunakan pengalaman perang di Ukraina sebagai bekal untuk berperang dengan NATO.
“Kami melihat bahwa Rusia siap untuk melakukan konflik skala besar dengan NATO dalam waktu 6 tahun jika sanksi sudah diangkat. Rusia akan menciptakan antara 30-50 persen tentara dibanding sebelumnya,” ungkapnya, dikutip dari TVP World.


















