Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
APPNIA Perkuat Edukasi Gizi Anak Lewat Kolaborasi Hari Anak Nasional
APPNIA Perkuat Edukasi Gizi Anak Lewat Kolaborasi Hari Anak Nasional 2026. (Dok/Istimewa).
  • APPNIA berkolaborasi dengan Kemen PPPA pada Hari Anak Nasional 2026 di Depok, menyediakan makanan dan minuman ringan bernutrisi bagi anak-anak peserta.
  • APPNIA menekankan gizi di setiap tahap usia sebagai fondasi tumbuh kembang, sekaligus menyoroti perlunya edukasi akurat di tengah informasi gizi media sosial yang belum tentu valid.
  • Pemerintah, industri, akademisi, dan pakar kesehatan didorong bersinergi memperluas edukasi gizi serta pemenuhan hak anak; rangkaian peringatan diawali program Jelajah SAPA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
APPNIA dan Kementerian PPPA bekerja sama saat Hari Anak Nasional 2026 di Depok. Mereka memberi makanan dan minuman bergizi untuk anak-anak. APPNIA juga mengajak dokter dan ahli kesehatan mengajari orang tua tentang makanan sehat. Dua anak yang berani mengibarkan bendera juga mendapat hadiah. Mereka ingin hak dan kesehatan anak dijaga bersama-sama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA) memperkuat komitmen dalam mendukung pemenuhan gizi anak melalui kolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026.

Dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional yang digelar di Makara Art Center, Universitas Indonesia, Depok, Kamis, 30 Juli 2026, APPNIA berpartisipasi sebagai mitra penyelenggara dengan menyediakan makanan dan minuman ringan bernutrisi bagi anak-anak peserta acara.

1. Pemenuhan gizi pada setiap tahap usia jadi faktor penting dukung tumbuh kembang

APPNIA Perkuat Edukasi Gizi Anak Lewat Kolaborasi Hari Anak Nasional 2026. (Dok/Istimewa).

Direktur Eksekutif APPNIA, Poppy Kumala, mengatakan pemenuhan gizi pada setiap tahap usia menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Pemenuhan gizi pada setiap tahap usia merupakan fondasi tumbuh kembang anak. Namun fondasi tersebut hanya dapat terwujud apabila orang tua, khususnya ibu, memiliki akses terhadap edukasi gizi yang akurat dan berbasis ilmu pengetahuan,” ujar Poppy.

2. Ada tantangan dalam pemenuhan gizi anak

ilustrasi asupan gizi seimbang (freepik.com/freepik)

Menurut Poppy, tantangan pemenuhan gizi anak saat ini tidak hanya terkait ketersediaan pangan bergizi, tetapi juga maraknya informasi mengenai gizi anak yang belum tentu valid.

“Saat ini banyak informasi beredar di media sosial dan kita tidak selalu bisa memastikan seberapa bertanggung jawab informasi tersebut,” kata dia.

3. Sinergi dengan berbagai pihak agar edukasi jangkau banyak pihak

Ilustrasi gizi seimbang (pexels.com/@JaneTrangDoan)

Untuk itu, APPNIA bersama perusahaan anggotanya terus mendorong edukasi gizi melalui kerja sama dengan akademisi, dokter anak, dan berbagai pakar kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk membantu orang tua memahami kebutuhan nutrisi sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak.

Poppy menilai sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan kalangan akademisi menjadi kunci agar edukasi gizi dapat menjangkau lebih banyak keluarga.

“Kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, pemerintah, hingga industri, harus bersinergi agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak keluarga,” ujarnya.

Selain mendukung penyediaan asupan bernutrisi, APPNIA juga memberikan penghargaan kepada dua anak peserta aksi pengibaran bendera Merah Putih dan spanduk Hari Anak Nasional, melalui kegiatan rappelling. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan partisipasi anak dalam rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional 2026.

4. Pemenuhan hak anak membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak

Wamen PPPA Veronica Tan dan LPSK menggelar konferensi pers terkait penanganan kasus YTR, yang disekap oleh kekasihnya di Bandung, Jawa Barat. (Dok. KemenPPPA)

Sementara, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, mengatakan pemenuhan hak anak membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri karena hak anak harus dipenuhi semua pihak. Kolaborasi menjadi kunci,” ujar Veronica.

Menurut Veronica, upaya pemenuhan hak anak juga sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden yang menitikberatkan pada penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

Sebelumnya, rangkaian Hari Anak Nasional 2026 diawali melalui program Jelajah SAPA (Sambang, Ajak, Pantau, dan Apresiasi) yang menjadi ruang dialog pemerintah bersama anak-anak di berbagai daerah.

Editorial Team

Related Article