Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bandingkan dengan Negara ASEAN, Prabowo Tingkatkan Kualitas Buku Ajar SD-SMA
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (dok. Sekretariat Negara)
  • Presiden Prabowo mendorong peningkatan kualitas buku ajar SD hingga SMA setelah menilai kemampuan matematika dan bahasa Inggris siswa Indonesia masih tertinggal dibanding negara ASEAN.
  • Pemerintah akan memperbaiki fisik buku agar lebih besar, menarik, tulisannya mudah dibaca, berbahan tahan lama, serta dapat digunakan kembali oleh adik kelas.
  • Dorongan perbaikan muncul setelah Prabowo menemukan buku mudah rusak dan berhuruf kecil; pemerintah juga berkoordinasi menggalakkan budaya membaca serta menyiapkan buku ajar menulis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto ingin meningkatkan kualitas buku ajar sekolah tingkat SD, SMP dan SMA. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, siswa Indonesia masih tertinggal dalam pelajaran matematika hingga bahasa Inggris.

Oleh karena itu, perlu ada peningkatan kualitas buku ajar. Untuk peningkatan tersebut, kata Prasetyo, Presiden Prabowo juga membandingkan kualitas buku ajar dengan negara ASEAN.

"Mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi, basic-nya adalah salah satu contohnya adalah matematika. Yang ketiga, untuk menghadapi kompetisi global, salah satu concern beliau (Presiden Prabowo) adalah kemampuan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/8/2026).

1. Kualitas fisik buku juga menjadi perhatian

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (dok. Sekretariat Negara)

Prasetyo mengatakan, Presiden Prabowo juga memperhatikan kualitas fisik buku. Sehingga buku yang nantinya dibagikan kepada sekolah untuk siswa, tidak mudah rusak.

"Kalau tampilan tadi sudah kami jelaskan, penginnya besar, menarik, tulisan tidak kecil-kecil, bahannya pun juga yang bagus supaya itu bisa bertahan dalam sekian waktu. Mungkin kadang-kadang, dulu kan ada yang buku ini tidak dimiliki pribadi, dan kemudian bisa diwariskan atau dipakai oleh adik kelasnya," kata dia.

2. Keluarga Prabowo suka baca

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi bersama Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (dok. Sekretariat Negara)

Lebih lanjut, Prasetyo menyampaikan, keluarga Presiden Prabowo dari kecil sudah didik untuk suka membaca. Oleh karena itu, Prabowo ingin agar rakyat Indonesia sejak dini sudah dididik untuk gemar membaca.

"Sejak usia belia, keluarga Pak Mitro selalu mewajibkan putra-putrinya untuk setiap minggu membaca sekian buku, kemudian membuat rangkuman dan disampaikan kepada orang tua. Itu adalah juga cara mendidik yang kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dikdasmen untuk juga mulai kita galakan lagi, mulai kita giatkan lagi, gemar membaca buku, dan wajib membaca buku bagi kita semua," ucap dia.

3. Awal mula Prabowo ingin perbaiki kualitas buku ajar Indonesia

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi bersama Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (dok. Sekretariat Negara)

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan awal mula Presiden Prabowo ingin memperbaiki kualitas buku ajar Indonesia.

"Saat mengecek buku pelajaran, itu beliau lihat satu per satu, kemudian kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD khususnya bacanya sangat dekat, kemudian ya kalau dibaca kurang baik. Sehingga atas dasar itu, beliau mau cek buku-buku dari SD sampai SMA semuanya," ujar Seskab Teddy dalam keterangannya kepada awak media pada Jumat, 7 Agustus 2026.

"Awalnya yang punya kita dulu, dicek dulu semuanya, beliau lihat satu-satu. Kemudian coba dibandingkan ke negara tetangga. Pada awalnya seperti itu, sehingga yang tadi Pak Mensesneg sampaikan, dicek, nanti intinya akan diperbaiki menjadi lebih baik," imbuh Teddy.

Selain itu, kata Teddy, pemerintah juga ingin membuat buku ajar menulis.

Curated For You

Editorial Team

Related Article