Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Begini Aktivitas Summarecon Bogor Usai Dirut Jadi Tersangka Suap KPK
Aktivitas Bisnis Berjalan Notmal Pasca Penangkapan PT Summarecon Agung Tbk. IDN Times/Linna Susanti
  • Aktivitas bisnis Summarecon Bogor tetap normal pada 16 September 2026, dengan lalu lintas ramai serta kafe dan restoran tetap beroperasi meski direktur utamanya menjadi tersangka KPK.
  • KPK menetapkan delapan tersangka setelah OTT terkait dugaan korupsi pengurusan perpanjangan HGB dan pemecahannya menjadi SHM atas lahan yang dikelola Summarecon di Kabupaten Bogor.
  • KPK menduga suap Rp1,5 miliar diberikan untuk membuka blokir dan memproses perizinan tanah, serta akan menelusuri aliran dana berdasarkan bukti yang diperoleh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kawasan Summarecon Bogor tetap ramai. Mobil lewat dan kafe serta restoran masih buka. Tapi bos Summarecon, Adrianto Pitoyo Adhi, jadi tersangka KPK. KPK menangkap 19 orang dan menetapkan delapan tersangka. Mereka diduga memberi uang Rp1,5 miliar untuk urusan tanah. Sekarang KPK masih mencari tahu uang itu pergi ke mana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Meski kasus dugaan suap sedang ditangani, aktivitas di kawasan Summarecon Bogor yang tetap normal menunjukkan layanan bagi pengunjung dan pergerakan kawasan masih berlangsung. Di saat yang sama, langkah KPK menelusuri aliran dana berdasarkan alat bukti mencerminkan proses pemeriksaan yang terus berjalan untuk memperjelas fakta perkara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bogor, IDN Times - Aktivitas bisnis di kawasan Summarecon Bogor terpantau tetap berjalan normal seperti biasa, Rabu (16/9/2026).

Lalu lalang kendaraan terlihat ramai di sepanjang jalur kawasan tersebut, sementara gerai kafe dan restoran juga terpantau buka dengan kehadiran sejumlah pengunjung di dalamnya.

Di tengah situasi tersebut, Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Pitojo Adhi, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap pengurusan hak atas tanah di Kabupaten Bogor.

1. OTT KPK jaring 17 orang, tetapkan 8 tersangka kasus HGB

Barang Bukti Kasus Korupsi HBG di Bogor, Youtube/HUMASKPK

Kasus ini terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 19 orang pada Senin (14/9/2026). Sehari berselang, Selasa (15/09), lembaga antirasuah resmi menetapkan delapan orang sebagai tersangka terkait dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) dan pemecahannya menjadi Hak Milik (SHM) atas tanah yang dikelola Summarecon di Kabupaten Bogor.

Daftar delapan orang tersangka dalam perkara ini meliputi:

  1. Adrianto Pitoyo Adhi (Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk)

  2. Sontang Coin Manurung (Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor)

  3. Lampri (Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang / PPTR)

  4. Fahd El Fouz (Politikus Partai Golkar)

  5. Arif Sugianto (Mantan Bupati Kebumen)

  6. Muhammad Fakhry (Pihak swasta/diduga orang kepercayaan menteri)

  7. Erwin (Pihak swasta/diduga orang kepercayaan menteri)

  8. Rizal Pahlefi (Pihak swasta/diduga orang kepercayaan menteri)

2. Suap Rp1,5 miliar untuk buka blokir dan pemecahan HGB

Tampak 20 Koper Sitaan dari Kasus HGB di Bogor. Youtube/HUMASKPK

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan bahwa perkara ini bermula dari pengajuan perpanjangan HGB atau pemecahan HGB menjadi SHM atas lahan yang dikelola Summarecon.

Dugaan suap senilai Rp1,5 miliar diserahkan kepada Erwin pihak swasta yang diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid guna membuka blokir dan memproses perizinan tersebut.

"Erwin yang diduga orang kepercayaan Menteri meminta SON (Sontang Coin Manurung) selaku kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I untuk membuka blokir dan pemecahan HGB tersebut, tetapi SON tidak mau kecuali dapat arahan dari atasannya," ujar Achmad dalam Konferensi Pers di Jakarta apda Selasa (15/9/2026).

3. KPK pastikan telusuri aliran dana

Tugu di Kawasan Sumarecon Bogor. IDN Times/Linna Susanti

Menanggapi pertanyaan awak media apakah KPK akan mendalami aliran uang suap hingga menyeret nama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, KPK memastikan akan mengusut tuntas ke mana saja dana tersebut mengalir berdasarkan alat bukti yang ditemukan.

"Ini yang masih akan terus kami dalami dari fakta-fakta yang sudah didapatkan dari alat bukti yang sudah diperoleh dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan. Tentunya nanti akan dilakukan follow the money. Kita akan ikuti aliran uang itu ke mana saja," tegas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Jakarta, Rabu (16/09).

Curated For You

Editorial Team

Related Article