Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Berkunjung ke Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Saksi Peristiwa G30S

3 min read
Berkunjung ke Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Saksi Peristiwa G30S
Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Saksi Peristiwa G30S (Dok: IDNTimes/Cantika Lutfiah M)
  • Museum Sasmita Loka Ahmad Yani di Menteng merupakan bekas kediaman Jenderal Ahmad Yani yang mempertahankan bentuk rumah, ruang keluarga, interior kayu, dan ubin klasik.

  • Rumah ini menjadi lokasi penembakan Ahmad Yani pada dini hari 1 Oktober 1965 dalam rangkaian G30S; ia gugur dan kemudian dikenang sebagai Pahlawan Revolusi.

  • Museum menyimpan foto rekonstruksi, dokumentasi pengangkatan jenazah dari Lubang Buaya, serta benda kehidupan Ahmad Yani; pengunjung dapat datang Selasa–Minggu pukul 08.00–15.00 WIB dengan sumbangan sukarela.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, tidak hanya dikenal sebagai salah satu kawasan elite di Ibu Kota. Di balik itu, terdapat sejumlah tempat yang menyimpan cerita penting perjalanan sejarah Indonesia.

Salah satunya Museum Sasmita Loka Ahmad Yani. Museum ini merupakan bekas rumah kediaman Jenderal Ahmad Yani yang kini menjadi tempat untuk mengenang perjalanan hidup dan perjuangannya.

Rumah tersebut juga berkaitan erat dengan peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965. Ahmad Yani menjadi salah satu perwira TNI Angkatan Darat yang gugur dalam rangkaian tragedi berdarah tersebut.

Berikut informasi detail mengenai Museum Sasmita Loka Ahmad Yani yang berkaitan dengan peristiwa pemberontakan dan penculikan perwira militer oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terjadi pada malam 1 Oktober 1965 itu.

  1. 1. Rumah ini bergaya sederhana di kawasan Menteng

    Berkunjung ke Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Saksi Peristiwa G30S
    Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Saksi Peristiwa G30S (Dok: IDNTimes/Cantika Lutfiah M)

    Dari bagian depan, bangunan Museum Sasmita Loka Ahmad Yani masih tampak seperti sebuah rumah tinggal. Bangunannya tidak berbentuk seperti museum pada umumnya yang identik dengan gedung besar atau ruang modern.

    Memasuki museum, pengunjung akan melihat ruangan berwarna putih penuh dengan koleksi foto dokumentasi kegiatan Ahmad Yani.

    Material kayu mendominasi ruangan museum, menyimpan kesan tenang dan vintage. Lantai rumah ini juga seluruhnya masih menggunakan ubin dengan motif klasik berwarna abu dan kecokelatan.

    Rumah ini mempertahankan bentuk dan sejumlah bagian dari bangunan ketika masih ditempati Ahmad Yani bersama keluarganya. Karena itu, pengunjung dapat melihat ruang-ruang yang dahulu digunakan dalam kehidupan sehari-hari Ahmad Yani.

  2. 2. Rumah ini menjadi lokasi Ahmad Yani ditembak

    Berkunjung ke Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Saksi Peristiwa G30S
    Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Saksi Peristiwa G30S (Dok: IDNTimes/Cantika Lutfiah M)

    Dikutip dari laman resmi Pemkot Jakarta Pusat, Museum Sasmita Loka Ahmad Yani memiliki hubungan langsung dengan rangkaian peristiwa G30S 1965.

    Salah satu bagian yang menarik dari museum ini adalah lukisan “Subuh yang Berdarah” yang terpampang besar, dilukis oleh Omar pada 1997.

    Lukisan tersebut menceritakan kisah dibunuhnya Ahmad Yani pada 1 Oktober 1965 dini hari, oleh sekelompok pasukan komunis. Saat itu, Ahmad Yani menjabat sebagai Menteri/Panglima Angkatan Darat.

    Peristiwa yang terjadi di rumah tersebut kemudian berakhir dengan gugurnya Ahmad Yani. Ia menjadi salah satu dari tujuh perwira Angkatan Darat yang kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi.

    Tubuhnya dibawa ke Lubang Buaya di Jakarta Timur bersama dengan jenderal yang dibunuh lainnya, disembunyikan di sebuah sumur bekas.

  3. 3. Menyimpan berbagai benda peninggalan Ahmad Yani

    Berkunjung ke Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Saksi Peristiwa G30S
    Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Saksi Peristiwa G30S (Dok: IDNTimes/Cantika Lutfiah M)

    Direktorat Jenderal Kebudayaan menyebut museum menyimpan foto dokumentasi rekonstruksi penculikan dan penembakan Ahmad Yani. Selain itu, terdapat pula dokumentasi penggalian dan pengangkatan jenazah para Pahlawan Revolusi dari Lubang Buaya.

    Dokumentasi tersebut ditempatkan berdampingan dengan benda-benda dan foto yang menggambarkan kehidupan Ahmad Yani. Dengan begitu, pengunjung dapat melihat keterkaitan antara sosok Ahmad Yani, rumah kediamannya, dan peristiwa sejarah yang terjadi pada 1965.

    Selain foto dan dokumentasi sejarah, Museum Ahmad Yani juga menyimpan sejumlah benda yang berkaitan dengan kehidupan Ahmad Yani.

    Koleksi tersebut menjadi bagian dari cerita mengenai Ahmad Yani sebagai seorang perwira militer sekaligus kepala keluarga. Benda-benda yang berada di dalam rumah juga menggambarkan kehidupan sehari-harinya pada masa itu.

    Keberadaan benda-benda tersebut membuat rumah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga menjadi bagian dari peninggalan sejarah yang dapat dilihat secara langsung.

  4. 4. Museum menjadi pengingat sejarah G30S di Menteng

    Berkunjung ke Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Saksi Peristiwa G30S
    Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Saksi Peristiwa G30S (Dok: IDNTimes/Cantika Lutfiah M)

    Kini, Museum Sasmita Loka Ahmad Yani menjadi salah satu saksi sejarah di kawasan Menteng yang dapat dikunjungi untuk mengenal perjalanan hidup Ahmad Yani dan peristiwa G30S 1965.

    Museum ini bertempat di Jalan Lembang Nomor D58, RT 11/RW 07, Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

    Bagi yang ingin berkunjung bisa memberikan sumbangan seikhlasnya, dan bisa datang pada hari Selasa hingga Minggu, pukul 08.00 sampai 15.00 WIB.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More