Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan. (Tangkapan layar YouTube BNPB)
BNPB juga meminta pemerintah daerah bersama TNI-Polri segera membersihkan aliran sungai dari material dan kayu bekas terbakar di kawasan Arjuno, Bromo, Ijen, dan Tengger. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko luapan air dan longsor ketika memasuki musim hujan setelah periode kemarau.
"Kepala BNPB meminta seluruh pemerintah daerah yang ada hadir tadi bersama-sama tentu dengan TNI-Polri untuk segera membersihkan aliran sungai dari material serta kayu bekas terbakar di kawasan Arjuno, Bromo, Ijen, dan Tengger untuk mengurangi risiko luapan air dan longsor," kata dia.
BNPB juga mengapresiasi keterlibatan TNI-Polri, Manggala Agni, mahasiswa, serta masyarakat dan relawan dalam penanganan karhutla. Namun, para relawan diminta tidak bekerja secara mandiri dan tetap mengikuti rencana operasi dari pos komando. BPBD juga diminta melakukan supervisi terhadap keamanan dan keselamatan relawan.
BNPB meminta adanya safety officer di lokasi, serta pelaksanaan briefing sebelum operasi dan debriefing setelah operasi. Pengerahan relawan juga harus disesuaikan dengan durasi operasi dan dilakukan secara bergantian apabila relawan telah mengalami kelelahan fisik maupun mental.
Selain itu, relawan diminta memiliki pengetahuan mengenai teknik pemadaman karhutla serta menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai, seperti helm keselamatan, kacamata pelindung, masker respirator standar N95, pakaian tahan panas, sarung tangan tahan panas, dan sepatu boot lapangan.
"Apabila sudah mengalami kelelahan atau mengalami kehausan, segera beristirahat dan minum air yang secukupnya," ujar Berton.