Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
CEK FAKTA: Dasco Menyesal Jadi Relawan Prabowo?
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memantau perkembangan IHSG di BEI. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Sebuah video di TikTok menampilkan narasi seolah Sufmi Dasco Ahmad menyesal jadi relawan Prabowo dan mengkritik kebijakan Presiden, termasuk soal amnesti serta bantuan siswa berprestasi.
  • Video tersebut juga memuat klaim bahwa Dasco kecewa dengan seringnya Prabowo ke luar negeri dan lambannya pengesahan RUU Perampasan Aset, disertai audio yang terdengar seperti suara Dasco.
  • Hasil pemeriksaan menunjukkan video itu memakai teknologi AI Voice Clone alias deepfake; rekaman aslinya adalah konferensi pers DPR tanpa pernyataan penyesalan atau kritik terhadap Prabowo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada video di TikTok bilang Pak Dasco nyesel bantu Pak Prabowo dan marah sama cara kerja presiden. Tapi ternyata itu bohong. Videonya pakai suara palsu dari komputer. Aslinya Pak Dasco cuma ngomong soal acara di DPR, bukan marah atau nyesel. Jadi sekarang orang tahu kalau video itu hoaks.Ada video di TikTok yang bilang Pak Dasco nyesel bantu Pak Prabowo dan marah sama cara Pak Prabowo memimpin. Tapi ternyata videonya palsu, suaranya dibuat dari komputer biar mirip suara Pak Dasco. Aslinya Pak Dasco tidak ngomong begitu. Sekarang orang-orang tahu kalau itu cuma hoaks saja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebuah narasi di media sosial TikTok yang diunggah pengguna akun @ain26174 menyebutkan Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan penyesalannya telah menjadi relawan Presiden yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Unggahan tersebut turut menampilkan potongan video Dasco bersama sejumlah pejabat lain sedang memberikan keterangan pers. Video tersebut disertai audio yang mengklaim Dasco kecewa terhadap kepemimpinan Prabowo, dan meminta presiden mundur dari jabatannya.

"Prabowo Prabowo gimana janjimu dulu waktu kampanye," demikian narasi yang beredar dalam video tersebut, dikutip Minggu (31/5/2026).

1. Dasco diklaim kritik beberapa kebijakan Prabowo

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memimpin pengesahan RUU PPRT di Baleg DPR RI. (IDN Times/Amir Faisol).

Dalam unggahan itu, Dasco juga mengkritik keras sejumlah kebijakan Presiden Prabowo yang dinilai tidak memerhatikan rakyatnya.

Salah satunya terkait bantuan bagi siswa berprestasi tapi justru rekeningnya diblokir. Dasco juga disebut menyoroti pemberian abolisi dan amnesti terhadap Sekjen PDIP Hasto Kristianto dan Menteri Perdagangan era Presiden Jokowi Thomas Trikasih Lembong.

"Ini harusnya presiden itu memperhatikan rakyat, tidak malah memperhatikan para koruptor yang diberikan amnesti juga abolisi. Ini maksudnya apa presiden kita itu?" demikian narasi audio dalam video itu.

2. Dasco juga disebut kritik keras Prabowo yang intens ke luar negeri

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dasco dalam video itu juga menyoroti intensitas kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri sejak dilantik sebagai Presiden RI pada Oktober 2024. Selain itu, dalam video itu, Wakil Ketua DPR RI itu juga menyoroti RUU Perampasan Aset yang tak kunjung disahkan sebagai undang-undang.

"Di dalam pidatonya sangat tegas sekali, kenyataannya nol besar. Rakyat meminta RUU perampasan harta para koruptor untuk disahkan, justru malah presiden membebaskan para koruptor. Inilah bangsa kita, para petani menjerit, orang jualan," demikian lanjutan audio dalam video itu.

3. Benarkah Dasco menyesal dukung Prabowo?

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad sebut kemenangan hari ini diraih dengan cara yang tidak mudah. (IDN Times/Amir Faisol).

Berdasarkan analisis visual dan audio pada video yang diunggah, terdapat indikasi kuat video tersebut menggunakan teknologi AI Voice Clone (kloning suara), yang merupakan salah satu bentuk deepfake audio.

Jika ditelusuri lebih jauh, video dalam unggahan tersebut identik dengan dokumentasi konferensi pers DPR dan pemerintah, saat mengumumkan pemberian abolisi serta amnesti pada Hasto dan Tom Lembong yang digelar di Kompleks Parlemen, pada 31 Juli 2025.

Dalam video aslinya, Dasco sama sekali tidak membahas penyesalan menjadi relawan maupun mengkritik kepemimpinan Prabowo.

Kesimpulan: klaim yang menyebut Dasco menyesal menjadi relawan pendukung Prabowo merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

Editorial Team

Related Article