Temui Menhan Thailand, Sjafrie Sepakat Perkuat Patroli Selat Malaka

- Indonesia dan Thailand sepakat menaikkan kerja sama pertahanan ke kemitraan strategis, mencakup latihan, pendidikan, pertukaran personel, industri pertahanan, serta agenda multilateral ASEAN.
- Kedua negara akan memperkuat patroli terkoordinasi di Selat Malaka bersama Malaysia dan Singapura demi stabilitas kawasan, melanjutkan kerja sama Malsindo yang berjalan sejak 2004.
- Sjafrie mendorong pertukaran dan latihan pasukan khusus dengan Thailand, serta mengundang Thailand mengirim personel ke latihan multinasional Super Garuda Shield 2026 di Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan (Menhan) Thailand, Letnan Jenderal (Purn) Adul Boonthumjaroen pada Selasa (4/8/2026) menemui Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat. Adul disambut dengan upacara jajar kehormatan. Sebelumnya, dia telah berjumpa dengan Sjafrie di Istana Kepresidenan saat Perdana Menteri Anutin Charnivirakul bertemu Presiden Prabowo Subianto.
"Kami atas nama Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengucapkan selamat datang kepada Menteri Pertahanan dan delegasi pertahanan Kerajaan Thailand," kata Sjafrie ketika memberikan pernyataan bersama.
Dia mengatakan, Indonesia dan Thailand menegaskan komitmen kerja sama antara kedua negara dengan meningkatkan payung kerja sama ke level kemitraan strategis. Kemitraan itu semakin erat khususnya di bidang pertahanan dan militer.
"Kami semakin mempererat berbagai kegiatan yang menjadi wujud dari Defense Cooperation Agreement (DCA) yang sudah menjadi pegangan kami. Itu yang menjadi payung kerja sama antara Indonesia dan Thailand," kata dia.
Dia mengatakan, bakal terus mengembangkan kerja sama bilateral, baik di bidang latihan, pendidikan, pertukaran personel, industri pertahanan dan kegiatan lain yang berhubungan dengan multilateral dan negara satu rumpun di kawasan ASEAN.
1. Indonesia-Thailand bakal kerja sama demi stabilitas di Selat Malaka

Sjafrie mengatakan, salah satu kerja sama multilateral yang bakal terus diperkuat yakni stabilitas di kawasan Selat Malaka. Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura diketahui rutin melakukan patroli di area tersebut.
"Kami memiliki keyakinan bahwa kami akan melakukan peningkatan patroli terkoordinasi di antara masing-masing negara untuk stabilitas di kawasan ASEAN, khususnya di Selat Malaka," kata mantan Pangdam Jaya itu.
Sejak 2004, negara-negara tersebut ikut dalam patroli terkoordinasi bersama yang dinamakan 'Malsindo.' Jalur pelayaran di Selat Malaka termasuk salah satu yang paling sibuk dan rawan di dunia. Di area tersebut sering terjadi perampokan bersenjata hingga aktivitas migas ilegal.
2. Indonesia dan Thailand sepakat melakukan pertukaran pasukan khusus

Kerja sama kedua negara juga fokus untuk meningkatkan kemampuan pasukan khusus militer. Sjafrie mengatakan, ingin terus melakukan pertukaran personel dengan Negara Gajah Putih.
"Kami ingin mendapatkan komparasi kemampuan militer yang ada di Thailand," kata Sjafrie.
Selain itu, dia juga berniat melakukan latihan bersama pasukan khusus dari kedua negara. Namun, Sjafrie tidak menyebut kapan latihan bersama pasukan khusus itu mulai digelar.
3. Sjafrie sampaikan harapan Thailand ikut latihan Super Garuda Shield

Di forum itu, Sjafrie turut menyampaikan harapan kepada Thailand agar bisa ikut mengirimkan personel dalam latihan multilateral militer di Indonesia bernama Super Garuda Shield. Latihan multinasional tahun 2026 dimulai pada 31 Agustus mendatang.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Thailand dan Menteri Pertahanan Thailand di dalam latihan yang sudah kami laksanakan beberapa bulan lalu. Semoga bisa juga ikut Garuda Shield. Ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari solidaritas antara negara ASEAN dan negara-negara lainnya," kata dia.
Sedangkan, Thailand dan Amerika Serikat (AS) setiap tahun mengadakan latihan militer bersama yang diberi nama Cobra Gold. TNI ikut serta dalam latihan bersama Cobra Gold ke-45 itu. Total lebih dari 8.000 personel militer dari sejumlah negara ikut latihan yang dimulai pada 24 Februari 2026 lalu.




















